Jelajahnegeriku.id,Langkat-Barisan Perjuangan Rakyat (BAPERA) keras mengingatkan Pemkab Langkat segera merealisasikan program pembangunan tahun anggaran (TA) 2026.
Terkhusus pembangunan infrastruktur jalan, sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat guna peningkatan ekonomi kerakyatan.
Hal itu dicetuskan Kordinator BAPERA, Soni Mario pada Senin (2/3/2026) di Stabat, Langkat.
“Kami minta pemerintah daerah segera merealisasikan program pembangunan 2026, terutama pada sektor pembangunan jalan, di karnakan masyarakat Langkat sudah terlalu lama menunggu,” tegas Soni.
Pihaknya menilai, anggaran pembangunan jalan sudah tersedia. Artinya, tidak perlu lagi ditunda-tunda, apalagi momen hari besar keagamaan nasional (HBKN) idulfitri 1447 H semakin dekat, arus mudik bakal meningkat drastis.
“Perbaikan jalan itu kebutuhan mendasar terlebih dekati Lebaran, jadi harus disegerakan apalagi anggarannya sudah tersedia,” pungkas Soni.
Menurut Soni, selama ini berbagai sektor pembangunan di Langkat terbilang lamban, kalah maju dibandingkan daerah lainnya dengan kapasitas anggaran sama.
“Semua pembangunan di Langkat ini terlambat puluhan tahun lamanya, kalau tidak pada saat ini di kebut maka akan semakin jauh ketertingal,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Langkat tercatat merencanakan pengaspalan jalan Kampung Nangka, Kecamatan Secanggang, Langkat, terealisasikan sebelum idulfitri 1447 H.
Awalnya pagu pengaspalan sekitar Rp 1,4 miliar kini menjadi Rp 2,5 miliar dan bertambah lagi dari dana bagi hasil (DBH) lebih kurang sebesar Rp 4,7 miliar. Sehingga pengaspalan bakal dilanjutkan hingga ke ruas jalan di Desa Kepala Sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Kadis PUTR) Langkat, Khairul Azmi mengatakan ruas jalan Kampung Nangka bakal rampung dikerjakan sebelum Lebaran, Idul Fitri tahun ini, dan lebih panjang.
“Insya Allah lebaran tahun ini warga sudah bisa menikmati jalan itu bang. Memang sempat tertunda, tapi pengerjaannya tetap terus dilanjutkan dengan anggaran Rp 2,5 miliar dari APBD Langkat dan ada tambahan biaya dari DBH sekitar Rp 4,7 miliar,” tutur Azmi, Senin (12/1/2026) lalu.(hj)



