close

PERISTIWA

PERISTIWA

Iskandar ST Desak Polisi Tangkap dan Ungkap Bos Judol “Iskandar” ke Publik

Jelajahnegeriku.id,SUMUT –Korban salah tangkap polisi di Bandara Kualanamu, Ketua NasDem Sumut Iskandar ST desak Polrestabes Medan ungkap transparan dan detail siapa sebenarnya buronan “Iskandar” yang disangka bos kasus judi online (judol).

“Segera tangkap Iskandar, bos judol. Buka indentitasnya ke publik siapa sebenarnya dia,” tegas anggota DPR RI itu, Senin (20/10/2025).

Menurut Iskandar, apabila polisi tidak mengungkapkan secara transparan dan detail buronan judol yang sama dengan namanya, maka patut diduga peristiwa salah tangkap tersebut hanya rekayasa.

Guna menghancurkan reputasi dirinya dan Partai NasDem di mata masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara.

Iskandar menduga buronan pihak kepolisian dikategorikan kelas kakap alias Bos Judi Online dengan omset ratusan miliar, sehingga harus diburu sampai di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia dan menabrak semua aturan dan prosedur di Bandara Internasional Kualanamu .

“Saya minta polisi segera ekspos siapa “Iskandar Asli” buronan kelas kakap tersebut, untuk memulihkan nama baik saya, bahwa ada Iskandar lain sebagai pelaku judi online yang meresahkan masyarakat tersebut, bukan dirinya,” tegas Ketua DPP KOMBAT itu, Iskandar ST.(hj)

Selengkapnya
DAERAHPERISTIWA

POLISI DIDUGA SALAH TANGKAP ISKANDAR ST, BRIGADE KOMBAT SUMUT ANCAM KERAHKAN RIBUAN MASSA KEPUNG POLDA

Jelajahnegeriku.id,SUMUT –Brigade Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Sumut mengancam akan mengerahkan ribuan massa berunjukrasa di Mapolda Sumut.

Ultimatum ini ditegaskan Ketua Brigade KOMBAT Sumut, Soni Mario Tamba jika Kapolda Sumut tidak segera memberikan tindakan tegas kepada oknum polisi yang salah menangkap Ketua NasDem Sumut, Iskandar ST.

“Ribuan massa akan kami kerahkan untuk mengepung Polda Sumut jika tidak segera memberikan sanksi kode etik atau disiplin kepada oknum polisi salah tangkap tersebut,” tegas Soni, Kamis (16/10/2025).

Pihaknya sangat menyesalkan insiden kelalaian tersebut, harusnya sebelum melakukan penangkapan telah dilakukan rangkaian penyidikan secara profesional dan terukur.

Akibat kelalaian itu, sebut Soni, banyak pihak dirugikan. Mulai dari pribadi Iskandar ST dan keluarga, Partai NasDem serta kader, hingga organisasi afiliasi seperti KOMBAT Sumut dan Brigade.

“Jadi kami mendesak oknum polisi salah tangkap di sanksi tegas, dan meminta maaf ke publik,” tandas Soni.

*#Desakan DPRD Sumut*

Sebelumnya, Pimpinan DPRD Sumut, Ricky Anthony (Bung RA) mengecam dan mendesak oknum polisi tersebut segera diproses Propam Polda Sumut, agar ke depan tidak ada lagi korban salah tangkap menimpa warga Indonesia.

Politisi muda NasDem ini juga mengingatkan Polda Sumut serius menjaga integritas dan profesionalisme kepolisian di Sumut. Jika tidak dilakukan, kepercayaan publik dikhawatirkan merosot hingga berdampak pada tubuh Polri secara keseluruhan.

Guna mencegah itu, lanjut Bung RA, pihak Polda Sumut wajib transparan dalam menindak oknum polisi salah tangkap tersebut.

“Kabar ini telah viral, saat ini publik menunggu ketegasan Polda Sumut, jika tidak tegas! Integritas kepolisian taruhannya,” tukas Bung RA.

*#Salah Tangkap di Pesawat Garuda*

Diketahui, Ketua NasDem Sumut Iskandar ST jadi korban salah tangkap kasus judi online (judol) oleh oknum polisi berpakaian preman, hanya lantaran namanya sama.

Penangkapan saat berada di dalam pesawat Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA 193 rute Bandara Kualanamu-Soekarno Hatta, Rabu petang, (15/10/25).

Selain ditangkap, Iskandar sempat diperiksa dan diturunkan dari pesawat, hingga penerbangannya sempat delay.

*#Sanksi Salah Tangkap*

Dilansir tempo, dijelaskan dari um.surabaya.ac.id, KUHAP tidak mengatur sanksi bagi penyidik yang melakukan salah tangkap, namun mewajibkan penyidik memberikan ganti rugi dan rehabilitasi terhadap korban salah tangkap.

Pengertian ganti rugi dalam perkara pidana dijelaskan dalam pasal 1 angka 22 KUHAP, ganti kerugian merupakan hak seorang untuk mendapat pemenuhan atas tuntutannya yang berupa imbalan sejumlah uang karena ditangkap, ditahan, dituntut ataupun diadili, tanpa alasan yang berdasarkan undang – undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut tata cara yang diatur dalam KUHAP.(hj)

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Gaji Dua Nasabah Bank Sumut di Langkat Raib secara Misterius lewat Transaksi E-Wallet

 

 

Gambar=Ilustrasi

 

Jelajahnegeriku.id,Langkat — Dua orang nasabah Bank Sumut yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Langkat mengalami kerugian setelah dana di rekening mereka diduga disedot secara misterius melalui transaksi ke aplikasi dompet digital (e-wallet). Kedua korban diketahui berinisial Jul dan Lell.

Keduanya mengaku tidak pernah melakukan transaksi pengiriman dana ke nomor ponsel yang tercatat dalam riwayat transaksi rekening. Anehnya, dana milik Jul tercatat ditransfer ke nomor e-wallet anaknya, Jojo, yang menurut pengakuannya sudah tidak aktif sejak April lalu. Hal serupa dialami oleh Lell, di mana dana miliknya dikirim ke akun e-wallet pribadi yang juga sudah tidak aktif.

“Nomor anak saya sudah tidak aktif sejak beberapa bulan lalu. Bagaimana mungkin transaksi tetap bisa terjadi ke nomor yang sudah tidak digunakan lagi?” ujar Jul dengan penuh keheranan.

Pihak keluarga korban menduga terdapat celah keamanan dalam sistem transaksi Bank Sumut, khususnya yang terhubung dengan platform e-wallet. Mereka meminta agar pihak bank bersama otoritas terkait segera melakukan investigasi dan memberikan keadilan atas kerugian yang dialami.

Jul menyebut kehilangan dana mencapai Rp20 juta, sementara Lell mengalami kerugian sebesar Rp2,7 juta. Keduanya berharap pihak bank segera mengganti kerugian tersebut dan pelaku penyalahgunaan dana diberi sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini menjadi peringatan bagi nasabah lainnya untuk lebih waspada serta mendorong pihak Bank Sumut memperkuat sistem keamanannya agar kejadian serupa tidak terulang.

Salah satu staf di Kantor Cabang Bank Sumut Stabat yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/6/2025), menyatakan bahwa nasabah yang merasa dirugikan dipersilakan datang langsung untuk membuat pengaduan resmi.

Terkait adanya dua nasabah yang mengalami kerugian, apakah Bank Sumut akan bertanggung jawab? Staf Bank Sumut ini mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keterangan. Ada prosedur dan aturan yang mengatur, dan saya bukan pihak yang berwenang untuk menjawab hal itu,” ujarnya.

Namun, karena pengaduan sudah diterima secara resmi oleh pihak bank, proses penyelidikan akan dilakukan sesuai prosedur internal. Pihak bank akan memberikan hasil penyelidikan dalam waktu yang ditentukan, ucapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi C DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi, SE, M.Pd, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari dua PNS tersebut.

“Benar, kemarin kami menerima kedatangan dua PNS di Langkat yang menyampaikan langsung permasalahan mereka kepada Komisi C DPRD Langkat. Mereka juga menyerahkan bukti transaksi yang tidak pernah mereka lakukan. Namun karena pengaduan telah masuk ke pihak Bank Sumut, maka kami menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu,” jelasnya, Senin (30/6/2025).

Rahmad menambahkan, apabila hasil penyelidikan dari pihak bank tidak memuaskan atau tidak menyelesaikan masalah, DPRD Langkat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan mengundang pihak Bank Sumut serta instansi terkait lainnya untuk dimintai keterangan secara terbuka.(hj)

Selengkapnya
PERISTIWA

Enam unit Ruko terbakar di Bahorok, ibu dan anak meninggal dunia terperangkap asap kebakaran.

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Peristiwa kebakaran enam unit Ruko pada hari Kamis tanggal 03 April 2025 sekira pukul 00.30 Wib di Jalan Ampera Kelurahan Pekan Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

Akibat dari peristiwa kebakaran enam unit ruko tersebut mengakibatkan dua orang diantaranya ibu dan anak perempuannya meninggal dunia karena lemas menghirup asap akibat kebakaran.

Pada saat kejadian korban terperangkap dalam ruangan yang dipenuhi asap dan dalam tubuh korban tidak ada mengalami luka bakar pada saat ditemukan.

Adapun kedua korban meninggal dunia tersebùt adalah ; ibu bernama Ediliana Br. Sembiring (63), Pr, Pensiunan guru, dan anaknya bernama Isabella Catarina Br Ketaren, (40), Pr, guru, alamat Jln. Ampera Kelurahan Pekan Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

Upaya pemadaman dilakukan pada saat peristiwa kebakaran, yaitu mendatangkang mobil unit pemadam kebakaran dari Pemkab Langkat 2 unit, Pemkab Binjai 1unit, PT. PP Lonsum 2 unit, PT. LNK 1 unit, perusahaan air minum isi ulang 2 unit dan dibantu oleh warga setempat untuk melakukan pemadaman dan berhasil dipadamkan setelah membakar enam unit ruko tersebut.

Keenam korban ruko terbakar adalah nama : Mahdian (55), Artatik (55), Elizabet Br. Ketaren (60), Job Erman Ketaren (64), Khairul Anwar (63) dan Muhammad Ikhsan (56).

Kapolsek Bahorok AKP Doni Gunawan, SH melalui Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma ; membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut yang mengakibatkan dua orang ibu dan anak perempuannya meninggal dunia karena lemas terperangkap dalam ruangan yang dipenuhi asap kebakaran.

Rencana Tindak Lanjut Kepolisian untuk melakukan Penyelidikan penyebab peristiwa kebakaran enam ruko tersebut mendatangkan Unit Fuslabfor Polda Sumut untuk melakukan Olah TKP dan penyebab terjadinya peristiwa kebakaran dan untuk kedua korban jiwa tersebut setelah dilakukan tindakan medis diserahkan kepihak keluarga untuk proses pemakaman.(hj)

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Enam Bulan Pembacok Wartawan di Langkat Belum Ditangkap, Pelaku: Semua Sudah Dikondisikan 

Jelajahnegerikuid,Langkat-Dua pelaku pembacokan wartawan POSMETRO Lisa Ardi, di Langkat, masih bebas menghirup udara segar pasca dilaporkan setengah tahun lalu di Polres Langkat.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/329/VII/2024/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 07 Juli 2024.

Parahnya bukan saja belum ditangkap, salah satu pelaku (Wandi) beberapa kali terus mengancam keselamatan Ardi berserta keluarga, jika Ardi tidak mencabut laporan atas dirinya di Polres Langkat.

“Dia (pelaku) minta aku cabut laporannya bang, katanya (Wandi) percuma laporan ku di Polres Langkat tidak akan pernah ditanggapi, karena semua sudah dikondisikan,” ungkap Ardi saat ditemui di Securai Utara, Kecabatan Babalan, belum lama ini.

“Jadi kalau laporan itu gak dicabut, dia bilang hati hati dengan keselamatan ku dan keluarga aku. Apalagi sempat dia masuk penjara karena laporan ku, lepas dari penjara dia akan balas, sasarannya aku dan keluarga. Ancaman ini dua kali disampaikan ke aku saat jumpa di jalan bang,” tambah Ardi.

Dirinya pun sangat berharap Polres Langkat segera menangkap para pelaku pembacokan dan bandar narkoba (RN) yang kuat diduga sebagai otak pelaku. 

Sebab menurutnya, hasil visum sudah ada, istrinya salah satu saksi dan peristiwa terjadi di depan warung kedai milik warga, dimana pemilik warung melihat peristiwa itu.

“Artinya jika pihak Polres Langkat serius menangani kasus ini, dua unsur alat bukti semuanya sudah bisa tercukupi dan pelaku masih sering terlihat di Securai, jadi sudah dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.

Dikonfirmasi soal itu, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza menjelaskan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan pihaknya tengah melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Sambil memohon informasi keberadan tersangka.

“Kami sudah menetapkan, saat ini sedang berupaya melakukan penyelidikan keberadaan TSK. Jika ada informasi tersebut kami sangat berterimakasi,” jawabnya melalui pesan whatsaap, Minggu (12/1/2025).

#Kronologi Keberutalan Bandar Sabu Bacoki Wartawan

Peredaran narkotika jenis sabu dinilai marak di wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan jajaran Polres Langkat. 

Sangking maraknya dari informasi sumber, para bandar bebas mengedarkan barang haram itu tanpa tersentuh hukum. Mereka sesuka hati mendistribusikan sabu meracuni masyarakat dan generasi emas bangsa. 

Parahnya lagi, para bandar sabu di wilayah Pangkalan Brandan Kecamatan Babalan dinilai beringas dan brutal. Keberadaan bandar ini benar-benar mengancam keselamatan warga sekitar. 

Mereka tidak segan menghabisi siapa pun yang mencoba ikut andil memberantas bisnis sabu nya. Seperti penganiayaan yang dialami wartawan POSMETRO di Kabupaten Langkat, Lisa Ardi. 

Ardi dibacoki kepalanya hingga bersimbah darah oleh dua orang diduga kuat suruhan bandar sabu di Babalan, inisial RN.

Lokasi pembacokan depan sebuah warung berada di jalan (Dusun) Alur Rejo, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Jumat (5/7/24) sekitar pukul 02.15 WIB lalu. 

Akibatnya Ardi mengalami luka serius, darah segar terus mengucur deras dari kepalanya hingga pihak Puskesmas Securai pun tidak sanggup menangani.

Ardi harus dilarikan ke RSU Mahkota Bidadari di Kecamatan Gebang, Langkat untuk mengobati (menjahit) dua luka robek di kepala akibat bacokan. 

#Pembacokan Ardi Kuat Diduga Direncanakan

Diketahui, pembacokan Ardi kuat diduga direncanakan bandar sabu RN. Dimulai dari pemberitaan maraknya peredaran narkotika di Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Langkat terbitan Sabtu (29/6/2024). 

Pemberitaan itu membuat bandar sabu RN terusik. RN pun semakin berang, akibat pemberitaan pondok-pondok (barak) sabunya digerebek pihak berwajib kala itu. 

Informasinya, lokasi penggerebekan di sekitar pabrik getah yang sudah tutup di Dusun II Securai Pasar pada Kamis (4/7/2024) lalu. 

Dari situ, RN mengirim dua orang kaki tangannya untuk menculik Ardi. Dua kaki tangan itu, memiliki pangilan BARIK warga Desa Palumanis, Kecamatan Gebang. 

Rekannya, sering dipanggil WANDI alias PAEH. Pria sebatangkara yang tinggal di Titi Panjang Securai Pasar, Dusun Alur Rejo, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan.

#Diyakini Suruhan RN dari Pengakuan Pelaku

Sebelum membacok, kedua pelaku sempat berdialog dengan Ardi. Mereka diketahui sudah saling kenal. 

Ardi awalnya tengah mengendarai sepeda motornya untuk menjalani aktivitas jurnalistik. 

Ditengah perjalanan, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic jenis yamaha mio menghentikan Ardi. 

Awalnya Ardi dihentikan dekat rel kereta api (KAI). Lantaran disekitar lokasi terlihat sunyi, Ardi pun berwaspada.

Setelah mengamati gerak gerik kedua pelaku yang mencurigakan, Ardi mengajak keduanya ke depan sebuah warung kedai milik warga sekitar. Tujuannya agar dekat dengan keramaian orang-orang. 

Dilokasi itu, ketiganya mulai melakukan perdialogkan sebelum terjadi pembacokan berutal. 

Barik menanyakan, ada persolaan apa antara Ardi dengan RN. Lalu Barik bertanya, kenapa masalahnya tidak diselesaikan. 

“Dia (Barik) tanyak, ada masalah apa dengan RN. Lalu ku jawab, soal pemberitaan sabu sudah tidak dilanjutkan,” ungkap Ardi.

Berita tidak dilanjutkan Ardi, demi menjaga keselamatan dan keamanan dirinya dan keluarga, sebab sudah mendapatkan ancaman sebelumnya. 

Lalu Barik mengatakan ke Ardi, bahwa dirinya sudah dua malam berpikir untuk melakukan intruksi menculik Ardi. 

“Barik bilang, dia dua malam mikirkan (mempertimbangkan) untuk menculik saya,” ujar Ardi. 

Selanjutnya, Barik meminta uang ke Ardi agar intruksi dari RN untuk melukai Ardi tidak dilakukannya. 

“Sini ada uang kau, biar aku gak apain (melukai) kau,” sebut Ardi menirukan perkataan Barik. 

Ardi pun menjawab, dirinya sama sekali tidak memiliki uang. Mendengar jawaban itu, tubuh Ardi langsung dipegang oleh Wandi (rekan Barik). 

Lalu Barik pun mengeluarkan parang pendek dari jaketnya dan membacoki kepala Ardi sebanyak dua kali. 

Senjata tajam itu, sejak awal sudah dipersiapkan Barik. Disimpan dibalik jaket yang dikenakan Barik, tepatnya dibagian perut depan Barik. 

Melihat Ardi bersimbah darah dan merintih kesakitan, kedua pelaku pun langsung tanjap gas, kabur melarikan diri mengendarai sepeda motornya. 

Ardi sambil menahan sakit, dan memegang kepala menahan aliran darah berupaya sekuat tenaga mengendarai sepeda motornya menuju rumah seorang mantri. 

Karena mantrinya tidak ada, Ardi kembali bersusah payah pergi menuju Puskesmas Securai dan akhirnya harus dirujuk ke RSU Mahkota Bidadari untuk mendapatkan perawatan medis, mengobati lukanya.

Informasi itu dari pengakuan Ardi saat ditemui di ruang IGD RSU Mahkota Bidadari, Jumat (5/7/24) lalu.(hj) 

Selengkapnya
PERISTIWA

Warung Pertalet Eceran di Langkat Terbakar, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Sabtu malam (11/1/2025), sebuah warung pertalet eceran yang terletak di Dusun 1, Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, dilanda kebakaran hebat. Kebakaran ini terjadi secara mendadak dan dengan cepat membesar, menghanguskan hampir seluruh bagian warung, termasuk dinding dan atapnya. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa meskipun api yang membakar warung tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Api dengan cepat menyambar berbagai bahan yang mudah terbakar di dalam warung, seperti minyak pertalet, tabung gas, minyak oli, serta minyak solar. Kondisi ini semakin memicu kepanikan warga, mengingat kebakaran dapat meluas dan berpotensi mengancam rumah-rumah yang berada di dekat lokasi kejadian. Meskipun demikian, warga yang dibantu oleh petugas pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan api, meskipun sempat mengalami kesulitan.

Menurut keterangan dari Ade, salah satu warga setempat, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WIB oleh seorang warga yang sedang melintas di depan warung. Warga tersebut langsung berteriak dan memberi tahu orang lain untuk segera membantu. “Kami langsung keluar dan mencoba untuk memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena warung minyak pertalet dalam kondisi tutup, kami hanya bisa menyiram dari luar,” jelas Ade.

Tidak lama setelah itu, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman. Walau api terus membesar, tim pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan api dan memadamkannya setelah berjuang keras beberapa saat. Meski kobaran api tidak meluas ke rumah-rumah sekitar, dampak kebakaran ini cukup mengkhawatirkan warga yang merasa cemas dengan keberadaan bahan-bahan berbahaya di dalam warung.

Pemilik warung, Amu,  terkejut mendengar kabar tentang kebakaran yang melanda tempat usahanya. Warung minyak pertalet tersebut baru saja ditutup setelah waktu Magrib, nanti lihat hanya mampu menatap api yang melalap kosnya. 

Penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Polisi dan petugas terkait telah turun ke lokasi untuk mencari tahu apa yang menjadi pemicu api, serta untuk memastikan tidak ada kelalaian yang menyebabkan kebakaran tersebut. (Hj)

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Penemuan Ular Piton Hebohkan Warga Desa Paya Perupuk, Setelah Berhari-hari Pencarian Akhirnya Berhasil Ditangkap

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Desa Paya Perupuk, Tanjungpura, digemparkan oleh penemuan seekor ular piton berukuran sekitar lima meter yang sempat tertangkap oleh warga, namun berhasil lepas dan masuk ke dalam saluran got. Penemuan ini membuat warga sekitar merasa resah dan khawatir akan bahaya yang ditimbulkan oleh ular tersebut. Upaya pencarian pun dilakukan dengan intensif guna memastikan ular piton itu bisa ditangkap kembali.

Komando pencarian dipimpin oleh Kepala Desa Paya Perupuk, Muhammad Safari. Kades bersama warga berusaha melakukan berbagai upaya untuk menangkap ular tersebut. Tim pemadam kebakaran dari Kecamatan Tanjungpura pun dikerahkan untuk membantu, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil. Bahkan, upaya menggunakan aliran listrik dari PLN Ranting Tanjungpura untuk menyetrum ular yang berada dalam gorong-goring juga gagal. Tidak menyerah, tim pemadam mencoba untuk menyempetot saluran tersebut dengan air dari mesin pemadam kebakaran, namun tetap tidak berhasil.

Kepala Desa Muhammad Safari yang tak ingin menyerah, segera mengumpulkan warga di kantor desa untuk mencari solusi terbaik. Upaya tersebut dilakukan demi mengatasi masalah yang terus membuat warga merasa was-was. Masyarakat pun mulai mencari cara alternatif, dan mereka sepakat untuk melanjutkan pencarian ular itu dengan berbagai teknik lain yang lebih mungkin berhasil.

Pada pukul 2 dini hari, setelah beberapa hari pencarian, warga akhirnya berhasil menangkap ular piton yang bersembunyi dalam gorong-gorong dengan cara Menjerat, ular yang sempat membuat ketegangan di desa tersebut akhirnya berhasil ditangkap tanpa ada korban atau kerusakan lebih lanjut. Keberhasilan ini disambut gembira oleh warga yang merasa lega setelah melalui berbagai upaya yang penuh tantangan.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kami berusaha menangkap ular piton ini, berbagai macam cara sudah kami lakukan. Terima kasih atas kerja sama yang baik dari semua pihak yang terlibat,” ucap Kepala Desa Muhammad Safari, yang tampak lega dan bersyukur atas keberhasilan ini.

Kades juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah banyak membantu, seperti petugas pemadam kebakaran Kecamatan Tanjungpura, petugas PLN Tanjungpura, serta masyarakat dari berbagai daerah yang turut serta dalam pencarian ular piton tersebut. Berkat bantuan semua pihak, ular piton yang meresahkan akhirnya dapat ditangkap pada pagi hari setelah melalui perjuangan yang cukup panjang.(hj)

Selengkapnya