close

PARIWISATA

PARIWISATA

Istri Bupati Langkat Kunjungi Wisata Getek Online di Pematang Sere: Dukung Inovasi Warga Dalam Kembangkan Pariwisata Lokal

Jelajahnegeriku.id, Langkat –Dalam upaya mendukung visi dan misi Bupati Langkat Syah Afandin untuk memajukan potensi objek wisata daerah, Hj. Endang, istri Bupati Langkat, melakukan kunjungan ke objek wisata Getek Online (Geyol) yang berada di Desa Pematang Sere, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.

Kunjungan Hj. Endang pada Selasa (13/5) ini turut didampingi oleh sejumlah rombongan dari pemerintah daerah dan disambut hangat oleh pengurus wisata Geyol, salah satunya Isak, pelopor gagasan objek wisata tersebut. Suasana kunjungan tampak akrab dan penuh antusias dari masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Isak menceritakan awal mula tercetusnya ide memanfaatkan potensi sungai yang ada di desanya untuk dijadikan objek wisata. Menurutnya, keinginan untuk memajukan desanya mendorong dirinya berpikir kreatif dan melahirkan gagasan membuat Getek Online dari bambu yang bisa digunakan untuk menyusuri sungai.

“Awalnya saya berpikir bagaimana desa kami bisa dikunjungi orang dari luar daerah, dengan potensi seadanya tapi bisa kita kemas menarik. Kami manfaatkan sungai ini dengan membuat getek bambu, orang bisa makan sambil menikmati suasana sungai,” ungkap Isak kepada Hj. Endang.

Isak juga menambahkan bahwa saat itu dirinya mendapat dukungan penuh dari Camat Topik Reja yang turut mendorong realisasi gagasannya. “Alhamdulillah satu getek pertama kali meluncur, dari mulut ke mulut banyak yang datang, bahkan mahasiswa juga ramai mengunjungi lokasi ini,” tambahnya.

Kehadiran ketua PKK kabupaten Langkat tersebut di lokasi Geyol pun diharapkan mampu menambah daya tarik wisata dan memperluas promosi tempat tersebut hingga ke luar Langkat. Masyarakat setempat pun menyambut kedatangan rombongan dengan jamuan makanan tradisional dan air kelapa segar.

Dalam kesempatan itu, Hj. Endang menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas warga Desa Pematang Sere yang mampu menyulap potensi sederhana menjadi daya tarik wisata yang unik. Ia juga memuji semangat warga seperti Isak yang dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya di Langkat.

“Kita banyak melihat potensi wisata  desa-desa di Langkat. Kalau ada lebih banyak lagi warga seperti Isak, pasti desa-desa lain akan berlomba-lomba membuat inovasi wisata,” ujar Hj. Endang.

Ia juga menyatakan kesiapannya mendukung dan mempromosikan wisata Geyol lebih luas lagi. “Ini wisata unik, murah meriah, bisa menyusuri sungai sambil makan. Katanya juga udang galah di sini banyak, bahkan menjadi penyuplai utama di Langkat. Ini luar biasa,” katanya.

Hj. Endang pun menyoroti pentingnya menjaga kelestarian sungai agar tetap bersih dan mendukung kehidupan biota air seperti udang galah. Ia mengapresiasi warga yang telah ikut menjaga kebersihan sungai demi keberlanjutan wisata dan perekonomian desa.(Hj)

Selengkapnya
PARIWISATA

Aceh Jadi Primadona Wisata Saat Libur Panjang Idulfitri

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Di momen libur panjang Idulfitri tahun ini, masyarakat dari berbagai daerah memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke sanak keluarga sekaligus menyempatkan diri berlibur ke berbagai destinasi wisata. Salah satu daerah yang paling ramai diserbu wisatawan adalah Provinsi Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Keindahan alam dan kenyamanan yang ditawarkan membuat Aceh menjadi pilihan utama liburan bersama keluarga.

Bukan tanpa alasan Aceh menjadi magnet bagi para pelancong. Infrastruktur yang memadai hingga ke pelosok desa memudahkan wisatawan menjangkau lokasi-lokasi wisata. Menariknya, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 tanpa pungutan tambahan lainnya untuk menikmati keindahan alam Aceh. Hal ini menjadi nilai lebih dibandingkan destinasi wisata di daerah lain.

Selain itu, wisatawan merasa aman dan nyaman saat berada di objek wisata di Aceh. Tidak perlu khawatir dengan makanan halal karena hampir seluruh kuliner di wilayah ini sudah terjamin kehalalannya. Suasana yang kondusif tanpa kehadiran preman membuat pengunjung betah dan ingin berlama-lama menikmati suasana liburan.

Salah satu lokasi yang paling diminati adalah Takengon, sebuah daerah wisata di dataran tinggi yang memanjakan mata dengan pemandangan indah. Tak hanya Danau Laut Tawar dan Wisata di Atas Awan, kawasan ini memiliki lebih dari selusin objek wisata menarik lainnya, termasuk Bur Telege yang kini menjadi buruan para pelancong lokal maupun luar daerah.

“Aceh luar biasa, daerahnya cantik untuk kita berlibur. Bayar cuma parkir saja, tidak ada pungutan macam-macam seperti di tempat wisata lain,” ujar Yana, seorang wisatawan asal Sumatera Utara. Menurutnya, Aceh memberikan pengalaman berbeda saat berlibur—murah, nyaman, dan menyenangkan.

Faktor kenyamanan, keramahan warga, serta keindahan alam yang alami menjadikan Aceh sebagai destinasi unggulan di musim libur panjang. Tak heran jika tiap tahunnya jumlah wisatawan ke Aceh terus meningkat, menjadikan provinsi ini sebagai ikon wisata yang tak boleh dilewatkan.(hj)

Selengkapnya
NASIONALPARIWISATA

Pos Pengamanan Natal dan Tahun baru polres Langkat. Di Daerah Wisata Bukit Lawang.

Jelejahnegeriku.id,Langkat_Mengantisipasi pengunjung di daerah wisata Internasional. Polres langkat mendirikan pos pengamanan siaga demi kenyamanan para tamu pengunjung di objek wisata Bukit Lawang.

Dari keterangan salah satu anggota personil Pos Pengamanan Bohorok. Senin 30 Desember 2024. Daerah objek wisata bukit lawang, salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi wisata mancanegara dan lokal.

Dimana daerah objek Pariwisata Bukit Lawang sudah terkenal akan keindahan alamnya, dan di daerah ini juga terdapat penangkaran orang hutan ( sipanse ).hingga pemandian alami yang sejuk dan jernih.

“Terpisah Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, Pos keamanan Natal dan Tahun baru yang didirikan oleh Polres langkat ,untuk kenyamanan, dan ketenangan para tamu yang berkunjung ke daerah wisata tersebut. diutamakan. Agar mereka merasa tenang, nyaman , saat berada di daerah wisata Bukit lawang.

Kenyamanan dan ketenangan di wilayah hukum Polres langkat sudah menjadi tradisi sejak dahulu. Mengantisipasi dari gangguan yang tidak di inginkan(Hj)

Editor=ijrah

Selengkapnya
PARIWISATA

Menghidupkan Kembali Seni dan Budaya Melayu Melalui Lomba Tari Tradisional di Langkat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat menggelar Lomba Tari Tradisional di Museum Daerah Kabupaten Langkat, yang berlangsung di Kecamatan Tanjungpura. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali seni dan budaya Melayu di tengah masyarakat, serta memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka.

Lomba ini diikuti oleh 28 peserta dari tingkat SLTP, 23 peserta dari SLTA, dan 5 peserta dari kategori umum. Selama tiga hari, mulai dari hari Rabu hingga Jumat, para peserta menampilkan berbagai tarian tradisional Melayu yang penuh makna dan nilai-nilai budaya.

Para penari menunjukkan kualitas dan kreativitas yang mengesankan, mempertahankan unsur tradisi dan tatanan tari Melayu. Penonton pun memberikan sambutan hangat dengan sorakan ketika melihat aksi para penari, yang menampilkan bakat luar biasa yang selama ini terpendam akibat minimnya kompetisi di daerah tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni tari Melayu. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan dapat memahami lebih dalam tentang adat istiadat serta tata cara menari yang benar.

Setiap penampilan tidak hanya dinilai berdasarkan teknik, tetapi juga mendapatkan masukan dari para mentor yang berpengalaman. Hal ini memberikan pembelajaran berharga bagi peserta tentang berbagai tata cara tari Melayu yang sesuai dengan norma dan nilai budaya setempat.

Dewi, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perlombaan ini. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dengan adanya perlombaan tari Melayu tingkat Kabupaten Langkat, kami dapat menyalurkan hobi dan bakat kami sebagai generasi muda.”

Peserta juga belajar mengenai norma-norma yang harus dijaga saat menari, seperti larangan bersentuhan antara penari laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam tari Melayu.

Acara pembukaan lomba ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Camat Tanjungpura, Kapolsek, Danramil, tokoh adat, serta dewan guru dan masyarakat setempat, yang semuanya menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya Melayu.

Selengkapnya
RAGAM

Kesultanan Langkat di Abad 1920 : Simbol Kemewahan dan Modernitas dengan Branding Terpadu

Kesultanan Langkat pada masa kejayaannya di abad 1920 tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah seperti minyak, pertanian, dan rempah-rempah, tetapi juga karena kemewahan yang mencerminkan status sosial dan kekuatan ekonominya.

Pada masa itu, kemewahan Kesultanan Langkat dapat dilihat dari barang-barang mewah yang digunakan oleh keluarga Sultan, seperti jam tangan, tempat penyimpanan rokok, keramik piring, dan tempat air. Setiap barang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai simbol status dengan branding tersendiri.

Dalam era yang masih serba terbatas pada masanya, Kesultanan Langkat telah menerapkan branding pada setiap barang yang digunakan oleh keluarganya. Barang-barang seperti guci, jam tangan, dan perhiasan lainnya memiliki lambang khas Langkat yang berupa ular dan tulisan “ML,” menandakan kepemilikan dan identitas eksklusif Kesultanan Langkat. Ini menunjukkan betapa jauh ke depan kesultanan ini dalam hal pemikiran modern dan pengakuan hak cipta atas barang-barangnya.

Menurut Tengku Oni, keunggulan Kesultanan Langkat terletak pada kemampuannya untuk memanfaatkan hasil bumi secara maksimal. “Pada masa Sultan Musa, Sultan Azis, hingga Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah, hasil bumi Langkat melimpah dari sektor minyak, perkebunan, hingga rempah-rempah,” ujarnya. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan dan pendidikan yang mengangkat kesejahteraan rakyat Langkat pada masa itu.

Tengku Oni menambahkan bahwa kemewahan Kesultanan Langkat membuatnya layak disebut sebagai salah satu kesultanan terkaya di Asia pada masanya. Barang-barang peninggalan kesultanan, seperti jam tangan, tempat rokok, cincin, bros, dan guci, semuanya memiliki branding khas yang memperkuat identitas Langkat. Hal ini menunjukkan bahwa Kesultanan Langkat tidak hanya kaya secara materi, tetapi juga modern dalam pemikiran untuk menciptakan dan melindungi hak cipta atas barang-barangnya.

Keberadaan branding yang diterapkan pada barang-barang Kesultanan Langkat menandakan adanya kesadaran tinggi akan pentingnya identitas dan eksklusivitas. Dengan branding yang jelas, Kesultanan Langkat mampu menguatkan citra kemewahan dan kekuasaan mereka, sekaligus memastikan bahwa setiap barang yang digunakan menjadi simbol status yang tidak bisa dipisahkan dari nama Langkat.

Saat ini, barang-barang peninggalan Kesultanan Langkat yang masih tersisa dapat dilihat dan dinikmati sebagai warisan budaya. Barang-barang tersebut, termasuk jam tangan, Cincin, Bros, dan guci, bukan hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga estetika yang mencerminkan kemewahan dan kekayaan masa lalu.

Kesultanan Langkat telah meninggalkan jejak yang jelas tentang kemewahan dan kemodernan pada abad ke-20 melalui barang-barang berbranding mereka. Dengan menggunakan branding sebagai alat untuk memperkuat identitas, Kesultanan Langkat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar berkuasa secara ekonomi, tetapi juga inovatif dalam memanfaatkan perkembangan terkini untuk menjaga dan meningkatkan status mereka.

Secara keseluruhan, Kesultanan Langkat bukan hanya dikenal sebagai pusat kemewahan dan kekayaan, tetapi juga sebagai contoh awal dari penerapan branding untuk menciptakan nilai dan eksklusivitas dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Selengkapnya