Jelajahnegeriku.id,Langkat-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura menggelar razia gabungan skala besar dengan menggandeng aparat penegak hukum dari unsur TNI, Polri, dan BNN, Selasa (22/9/2026).
Operasi bersih-bersih ini diawali dengan apel kesiapan pasukan. Tujuannya guna menyamakan persepsi dan koordinasi sebelum petugas merangsek masuk ke blok hunian warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, memberikan instruksi tegas agar penggeledahan dilakukan secara profesional, tertib, dan humanis.
“Seluruh petugas kami minta melaksanakan tugas sesuai prosedur, dengan tetap menghormati hak dan martabat warga binaan,” ujar Fransisco memberikan arahan.
Sebelum bergerak, seluruh personel tampak menundukkan kepala untuk doa bersama sebagai ikhtiar agar razia berjalan aman dan kondusif.
Usai pembagian tugas, aparat gabungan langsung menyebar menyisir lima titik krusial, yakni Blok A, B, C, D, dan E.
Setiap sudut kamar hunian tak luput dari pemeriksaan jeli para petugas.
“Razia ini kami laksanakan dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar dan area hunian warga binaan. Tetap mengedepankan sikap humanis dan ketelitian agar situasi tetap aman dan kondusif,” kata Fransisco.
Di saat kamar digeledah, seluruh warga binaan diarahkan keluar dan dikumpulkan secara tertib di area lapangan rutan.
Di lapangan tersebut, mereka mendapat arahan langsung dari para pimpinan aparat penegak hukum yang hadir.
Tampak hadir memberikan arahan, Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny Pance Simatupang, S.H., M.H., Kepala BNNK Langkat Karno Adhi Swasono, S.T., M.Si., serta Danramil 11 Tanjung Pura Kapten Inf. Rahmat Lubis.
Kepala BNNK Langkat, Karno Adhi Swasono memberikan peringatan keras kepada para napi agar tidak bermain-main dengan barang haram.
“Kami tekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, serta komitmen bersama dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan,” ujar Karno menegaskan.
Tak sekadar diberi arahan, nyali para warga binaan juga langsung diuji. BNNK Langkat melakukan tes urine secara acak terhadap 57 orang warga binaan.
“Pemeriksaan ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika, sekaligus memperkuat komitmen Rutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” ungkap Fransisco.
Setelah rangkaian pemeriksaan tuntas, warga binaan dikembalikan ke kamar masing-masing dengan tertib.
Sementara itu, seluruh barang terlarang yang ditemukan dari dalam sel langsung disita dan didata petugas.
“Barang hasil penggeledahan ini selanjutnya akan kami persiapkan untuk pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Karutan.
Fransisco menegaskan, operasi ini adalah langkah nyata memutus mata rantai kejahatan.
“Maksud dan tujuan razia ini di antaranya agar Rutan bersih dari peredaran narkoba, penipuan online, dan kejahatan lainnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, razia besar ini melibatkan kekuatan penuh lintas instansi. Rutan Tanjung Pura mengerahkan seluruh jajaran pegawainya di bawah komando Karutan Fransisco Pandia.
Dari unsur Polri, Polsek Tanjung Pura menerjunkan 4 personel yang dipimpin langsung AKP Donny Pance Simatupang. Sementara Koramil 11 Tanjung Pura dipimpin Kapten Inf. Rahmat Lubis bersama 11 personel TNI.
Dari unsur antinarkotika, BNNK Langkat dipimpin oleh Karno Adhi Swasono bersama Pengadministrasi Umum BNNK Langkat, Aiptu Julhesbon Sinaga. Turut memperkuat barisan, BNNK Binjai yang diwakili oleh Pengadministrasi Perkantoran, Eko Wirawan. (hj)





