Jelajahnegeriku.id, Langkat-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara (DSDA Provsu) mulai mengerjakan proyek perbaikan dan pembangunan tanggul/perapet di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Proyek yang berkaitan dengan penanganan dan pemulihan pascabanjir tersebut bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp2,996 miliar.
Mulainya pekerjaan tersebut mendapat perhatian masyarakat setempat. Warga meminta pihak konsultan pengawas maupun instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan proyek, mulai dari kualitas material, kuantitas, volume pekerjaan, metode pelaksanaan hingga kesesuaian progres dengan rencana dan spesifikasi teknis.
Warga berharap pengawasan dilakukan secara transparan agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.
“Galian untuk tapak pondasi dilakukan menggunakan alat berat dari bagian atas tanggul. Kedalaman galian terlihat berbeda-beda, begitu juga dengan lebarnya. Mudah-mudahan nantinya pondasi yang dicor benar-benar sesuai dengan bestek atau perencanaan pembangunan,” ujar salah seorang warga Tanjung Pura berinisial A, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses penggalian pondasi untuk tapak struktur tanggul dilakukan menggunakan excavator. Kondisi jalur tanggul yang berdampingan dengan permukiman warga membuat bentuk galian pada sejumlah bagian terlihat mengikuti kondisi kontur dan ruang yang tersedia di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena pondasi merupakan bagian penting dalam menopang konstruksi tanggul. Karena itu, masyarakat meminta konsultan pengawas memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, volume dan ketentuan kontrak.
“Yang kami harapkan bukan mencari kesalahan, tetapi proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan. Apalagi anggarannya menggunakan uang negara dan manfaatnya sangat penting bagi masyarakat,” kata warga tersebut.
Di sepanjang tanggul yang berada di kawasan Kelurahan Pekan Tanjung Pura, sejumlah bagian tanggul berhadapan langsung dan berdampingan dengan halaman rumah warga. Kondisi tersebut membuat pembangunan perapet menjadi perhatian masyarakat, terutama karena kawasan tersebut memiliki risiko terdampak luapan air sungai ketika debit meningkat.
Warga berharap pembangunan perapet/tanggul tersebut nantinya dapat memperkuat perlindungan kawasan permukiman di kota dari luapan Sungai Batang Serangan, khususnya saat terjadi peningkatan debit air.
Selain berfungsi sebagai pengaman tebing dan kawasan permukiman, keberadaan perapet diharapkan mampu mengurangi risiko overtopping, yaitu melimpasnya air sungai melewati puncak tanggul menuju kawasan permukiman.
Masyarakat juga meminta pihak pelaksana dan pengawas tidak hanya mengejar target penyelesaian pekerjaan, tetapi memastikan kualitas konstruksi sehingga bangunan dapat berfungsi secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, perhatian masyarakat masih tertuju pada proses pelaksanaan proyek tersebut. Mereka berharap pengawasan dilakukan secara terbuka dan setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.(hj)





