Jelajahnegeriku.id,Langkat — Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Adat (PMA) Tengku Mahmud Abdul Jalil Rahmatsyah, Sultan Langkat III, Tengku Onny Rafizah Hafas, menegaskan bahwa lahan Stadion Lapangan Nur Cahaya di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, merupakan milik Tengku Mahmud Abdul Jalil Rahmatsyah, yang dikenal sebagai Sultan Langkat III.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat ditemui di Sekretariat Perkumpulan Masyarakat Adat Tengku Mahmud Abdul Jalil Rahmatsyah, Jalan Pemuda, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, area Stadion Lapangan Nur Cahaya memiliki luas hampir dua hektare, yakni sekitar 19.855 meter persegi, dengan ukuran lebar kurang lebih 132 meter dan panjang 150 meter.
Ia menjelaskan, dasar alas hak atas tanah tersebut merujuk pada dokumen bertuliskan Het Zelfbestuur voornoemd (w.g) T. Machmoed, tertanggal 20 Januari 1928, yang memuat keterangan pengesahan oleh Gubernur Pantai Timur Sumatera (De Gouverneur der Oostkust van Sumatera).
Dokumen bersejarah tersebut menjadi dasar yang dikemukakan pihak perkumpulan dalam menyatakan kepemilikan atas lahan Stadion Lapangan Nur Cahaya Tanjung Pura.
PMA Rencanakan Pesta Rakyat
Selain menyampaikan perihal status lahan tersebut, Perkumpulan Masyarakat Adat Tengku Mahmud Abdul Jalil Rahmatsyah sudah bertemu dengan pihak panitia, dan bersepakat akan menggelar kegiatan Pesta Rakyat di Stadion Lapangan Nur Cahaya pada 24 Oktober 2026.
Kegiatan ini direncanakan menghadirkan beragam hiburan dan aktivitas sosial bagi masyarakat. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya pentas seni, santunan anak yatim, pertunjukan seni dan budaya lokal, serta bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, panitia juga merencanakan pasar murah, perlombaan tari Melayu atau ronggeng, serta hiburan yang menampilkan penyanyi lokal yang pernah mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional.
Berbagai wahana hiburan lainnya juga direncanakan tersedia untuk memeriahkan acara tersebut.
Menurut Tengku Onny Rafizah Hafas, kegiatan Pesta Rakyat ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus melestarikan seni dan budaya Melayu serta mendorong aktivitas pelaku UMKM lokal.
Pesta Rakyat tersebut juga diharapkan dapat menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat Tanjung Pura dan sekitarnya.(hj)





