close
NASIONALRAGAM

“Pesta Pernikahan Putri Sultan Langkat Digelar Selama Sebulan: Sebuah Kemegahan yang Belum Pernah Terjadi”

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Meski kejayaannya telah runtuh pada tahun 1946 akibat revolusi sosial di Semenanjung Tanah Melayu, cerita tentang kehebatan dan kekayaan Kesultanan Langkat masih tetap hidup dalam ingatan dan percakapan masyarakat hingga kini. Salah satu kisah yang paling sering dikenang adalah pesta pernikahan putri Sultan Abdul Azis, Tengku Lailan Sapinah, dengan anak Raja Bulungan dari Kalimantan, Tengku Bungsu Syed Ariv.

Pesta pernikahan agung itu dilangsungkan di Tanjungpura, Langkat, pada tahun 1926 dan disebut-sebut sebagai resepsi termewah sepanjang abad. Acara ini menghadirkan kemegahan luar biasa yang belum pernah tertandingi hingga saat ini, bahkan oleh pesta pernikahan selebritas papan atas sekalipun.

Bagaimana tidak, seluruh Kesultanan di Sumatra Timur hadir dalam perhelatan tersebut, bahkan turut serta para tamu kehormatan dari negara tetangga, termasuk Raja-Ratu dari Malaka, Thailand, hingga Ratu Belanda Wilhelmina. Peristiwa ini menjadikan pesta pernikahan tersebut sebagai simbol kejayaan dan kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya.

Yang lebih mengagumkan, pesta ini tidak hanya berlangsung sehari atau seminggu, namun selama satu bulan penuh. Ada pesta rakyat, hiburan, dan upacara adat yang terus berlangsung dari pagi hingga malam hari, menciptakan euforia yang menyelimuti seluruh wilayah Langkat.

Tengku Ony, cucu dari Sultan Mahmud, membenarkan kisah ini. Ia menyebut bahwa lokasi pesta membentang luas dari kawasan yang kini menjadi Kantor Camat hingga ke kompleks istana Darul Aman dan Darussalam. Ia mendengar cerita ini dari ibunya yang langsung menyaksikan bagaimana wilayah itu dipenuhi oleh para undangan dan masyarakat yang turut bersukacita.

“Bahkan kapal besar berhias kepala naga dibawa dari Bulungan Kalimantan sebagai mahar perkawinan. Itu menunjukkan betapa serius dan megahnya pernikahan tersebut,” ujar Tengku Ony mengenang kemegahan masa silam itu.

Menurutnya, pesta tersebut merupakan bukti nyata kekayaan dan kejayaan Kesultanan Langkat. “Sampai hari ini saya belum pernah dengar ada orang yang menikah dengan pesta sebulan penuh. Bahkan Raffi Ahmad yang disebut-sebut sebagai Sultan Andara pun belum sampai ke level itu,” tambahnya dengan nada bangga.

Kisah pernikahan ini menjadi bukti bahwa Kesultanan Langkat bukan sekadar legenda, tapi kenyataan sejarah yang pernah begitu berpengaruh dan megah. Meski masa kejayaannya telah berlalu, warisan budaya dan kebesaran sejarahnya tetap hidup dalam cerita dan kenangan masyarakat.(ijrah)

Tags : Kesultanan bulunganKesultanan langkatPernikahan putri sultan langkatPutri sultan langkatSejarah kesultan langkat