
Jelajahnegeriku.id,Langkat-Minimnya penghargaan terhadap tokoh-tokoh bersejarah Melayu, khususnya tiga Sultan yang pernah membawa kejayaan Langkat di masa lampau, disorot oleh Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Langkat dari Fraksi Komisi III, Rahmad Rinaldi SE. M.Pd.Ia menyayangkan hingga kini nama-nama tokoh tersebut belum disematkan di fasilitas umum atau jalan di Langkat, kota yang dikenal sebagai kota religi.
“Pemberian nama jalan atau tempat pelayanan umum seperti gedung pemerintah, rumah sakit, taman kota, dan lain sebagainya dengan nama orang yang berjasa adalah bentuk penghormatan dan penghargaan atas kontribusi besar mereka terhadap daerah atau bangsa,” tegas Rahmad Rinaldi saat dimintai tanggapan, Senin (5/5).
Rinaldi menyoroti tiga nama besar: Sultan Musa, Sultan Azis, dan Sultan Mahmud yang memimpin Kesultanan Langkat antara tahun 1880 hingga 1946. Menurutnya, para sultan tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban Melayu di Langkat, namun nama mereka kini nyaris tak terdengar bahkan tak diabadikan di ruang publik.
Sebagai generasi muda Melayu yang saat ini dipercaya menjadi anggota DPRD, Renaldi menyatakan keprihatinannya. “Mengapa nama tokoh Melayu seolah-olah ditinggalkan dan dilupakan, terlebih ketiga sultan tersebut dalam pemberian nama jalan atau tempat pelayanan umum di Langkat,” ucapnya dengan nada prihatin.
Ia pun menegaskan bahwa secara regulasi hal ini dimungkinkan. “Perda Kabupaten Langkat No. 7 Tahun 1989 tentang nama jalan, serta Perda No. 1 Tahun 2020 Bab IX Pasal 31 ayat (1) dan (4) tentang penyelenggaraan jalan secara jelas membuka ruang penghargaan tersebut,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi konkret, Rinaldi meminta pemerintah daerah agar mengembalikan nama RSU Tanjung Pura menjadi Hospital Sultan Mahmud. “Beliau yang mendirikan rumah sakit ini pada tahun 1930. Sudah sepantasnya namanya kembali diabadikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya,” pungkas Ketua PPP Langkat itu.(hj)




