close

Ijra Lubis

DAERAH

Kompak, Lima Anggota DPRD Gabung KOMBAT

Jelajahnegeriku.id,Medan – Lima wakil rakyat Deli Serdang resmi bergabung dengan Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Sumut, Jum’at (15//8/2205). Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony berpesan, agar organisasi ini dapat memberi dampak positif di tengah masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Jl Sunggal No 113 Medan ini, dipimpin langsung Ricky Anthony sebagai Ketua DPW KOMBAT Sumut. Dalam pertemuan ini, 5 anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi NasDem ditetapkan sebagai pengurus DPD organisasi yang didirikan pada 5 Mei 2025 lalu.

“Lima anggota DPRD Deli Serdang yang bergabung, akan ditugaskan sebagai pengurus DPD KOMBAT Deli Serdang. Diharapkan, rekan-rekan yang bergabung bisa membawa nuansa baru dalam berorganisasi,” ujarnya.

Legislator muda yang biasa disapa RA ini meyakini, dibawah kepemimpinan Jasa Wardani Ginting, KOMBAT akan berkibar di Deli Serdang. Organisasi yang anti premanisme dan narkotika ini, akan tumbuh pesat di sana.

#Dampak Positif
“Diharapkan, kehadiran KOMBAT di Deli Serdang akan memberi dampak positif bagi masyarkat sekitar. Sehingga, dapat menimbulkan stigma yang positif dalam bidang keorganisasian,” tegas Wakil Ketua DPRD Sumut ini.

Pada kesempatan itu, Jasa Wardani Ginting dan rekan-rekannya sanga mengapresiasi RA. Di bawah kepemimpinannya, DPD KOMBAT Deli Serdang akan melebarkan sayapnya untuk lebih melekat dengan masyarakat.

“Terima kasih atas keperayaan yang Ketua RA berikan kepada kami. Amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya, agar memberi dampak positif di tengah masyarakat,” tutur wakil rakyat yang biasa disapa Dani Ginting ini.

Diinformasikan, 5 wakil rakyat Deli Serdang yang tergabung di DPD KOMBAT Deli Serdang diantaranya Aldi Hidayat, Dani Ginting, Nusantara Tarigan Silangit, Masdianto dan Tubagus Nurul Amin.

Semua pengurus DPD KOMBAT ini, merupakan Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi NasDem. RA memberi amanah kepada mereka, agar organisasi baru tersebut jauh lebih baik lagi di wilayah pengurusan masing-masing. (Hj)

Selengkapnya
DAERAH

Tokoh Adat dan Agama Luruskan  Sejarah Kesultanan Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Belakangan ini, pemberitaan mengenai Kesultanan Langkat yang dimuat oleh salah satu media online menuai sorotan tajam. Narasi yang dibangun media tersebut dinilai menyudutkan sejarah Sultan Langkat dengan tuduhan yang dianggap menyesatkan. Isu ini pun memicu reaksi dari sejumlah tokoh adat dan tokoh agama di Langkat.

Salah satu yang angkat bicara adalah Tuan Guru Dr. Zikmal Fuad. Ia menilai pemberitaan tersebut jauh dari fakta sejarah yang sesungguhnya. “Semua cerita yang saya amati beberapa hari belakangan ini sangat tidak benar dengan faktanya,” ujar Tuan Guru Zikmal.

Menurutnya, masa pemerintahan Sultan Musa Muazzamsyah Al-Holidinaksandiah adalah periode emas bagi Langkat. Perkembangan pendidikan, kehidupan beragama, dan pemanfaatan kekayaan alam berlangsung luar biasa. “Bahkan ulama dari luar daerah datang berbondong-bondong ke Langkat karena hubungan antara sultan, ulama, dan rakyat sangat mesra. Rakyat pada masa itu hidup sejahtera,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua DMDI Langkat, Agung Kurniawan menyebut Langkat dahulu adalah daerah yang kaya raya dan masyarakatnya menikmati hasil kekayaan tersebut. Setiap hari Jumat, Sultan memberikan uang, minyak, dan bahan pokok kepada rakyat untuk dibelanjakan di pasar pekan Jumat.

Agung juga membantah pemberitaan yang menyebut Kesultanan Langkat sebagai kerajaan feodal. Ia menjelaskan, warga yang tinggal di sekitar Masjid Azizi adalah tokoh-tokoh agama seperti nazir masjid, penggali kubur, muazin, guru ngaji, dan ulama. “Mereka semua diberi tanah dan rumah oleh Sultan Langkat,” ujarnya.

Ia menilai narasi yang menyebut Kesultanan Langkat “bertekuk lutut” kepada Ratu Belanda juga keliru. Foto yang digunakan tersebut tidak mencerminkan pengabdian, melainkan peristiwa ketika Sultan Langkat menjadi tamu kehormatan dalam perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina di stadion sepak bola yang dihadiri raja dan sultan dari berbagai negara. “Langkatlah yang diberi kehormatan untuk menyerahkan bunga kepada Ratu Wilhelmina,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agung memaparkan bahwa Sultan Langkat pernah menolak dominasi Belanda dalam pembangunan rumah sakit di Tanjung Pura. “Sultan mengatakan, ‘Kalian boleh membangun rumah sakit untuk karyawan kalian, tapi rakyat saya harus boleh berobat gratis,’” kata Agung. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa hubungan antara Sultan dan Belanda adalah kerja sama, bukan penundukan.

Dalam perjanjian dengan perusahaan Belanda yang hendak beroperasi di Langkat, Sultan juga menetapkan syarat tegas. “Sultan menegaskan agar rakyat Langkat tidak dijadikan buruh, melainkan mempersilakan pekerja dari luar daerah. Ini demi melindungi rakyatnya.

Agung menekankan, sejak masa Sultan Musa hingga penerusnya, Kesultanan Langkat bukanlah kerajaan feodal dan tidak tunduk pada Belanda. Hubungan yang terjalin adalah kerja sama yang saling menghargai. “Jelas sekali, narasi yang disebarkan media itu sudah terbalik,” ujarnya.

Sultan Langkat juga tercatat sebagai pendukung kuat berdirinya Republik Indonesia. Dukungan kepada para pejuang kemerdekaan terlihat jelas, bahkan deklarasi bersatunya Kesultanan Langkat ke dalam Republik turut digaungkan. Pada masa awal kemerdekaan, Sultan pun menyumbangkan hartanya demi mendukung berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebuah bukti yang tak terbantahkan akan komitmen beliau pada tanah air.

Ia pun mengimbau agar pihak-pihak yang tidak memahami sejarah Langkat sebaiknya melakukan silaturahmi dengan puak Melayu atau perkumpulan Melayu sebelum menulis. “ karena akan membuat kekisruhan di Langkat ini, tegas Ketua DMDI Langkat tersebut.

Polemik ini diharapkan menjadi pelajaran agar penulisan sejarah dilakukan dengan riset yang benar dan narasumber yang kredibel. Sejarah, kata para tokoh, adalah warisan yang harus dijaga kehormatannya, bukan dijadikan bahan narasi yang menyesatkan.(hh)

Selengkapnya
DAERAH

Tingkatkan Skill Warga Binaan, Lapas Narkotika Siantar Gelar Pelatihan Loundry

Jelajahnegetiku.id,Langkat-Pematang Siantar – Guna meningkatkan skill Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar, gelar pelatihan mencuci pakaian (Loundry), Selasa (12/8/2025).

Melalui seksi kegiatan kerja, setiap Warga Binaan di ikut sertakan dalam berbagai bidang pelatihan kemandirian, yang salah satu nya berupa pelatihan Loundry ini.

Program ini tidak hanya fokus pada proses mencuci, tetapi juga mencakup seluruh aspek pengelolaan usaha laundry.

Para peserta diajarkan mulai dari cara mengoperasikan mesin cuci, memilih detergen dan pewangi yang tepat, hingga teknik menyetrika dan melipat pakaian yang rapi.

“Untuk pelatihan Loundry ini ada beberapa yang di ajarkan, misalnya mengoprasikan mesin cuci, memilih detergen dan pewangi, serta menyetrika dan melikat pakaian agar rapi,” Ujar Kalapas Narkotika Siantar, Slamet Pujiono.

Selain itu, para Warga Binaan ini juga diberikan pemahaman tentang sanitasi dan kebersihan, serta manajemen bisnis sederhana seperti pencatatan pesanan dan perhitungan biaya operasional.

“Selain itu juga kita ajarkan ilmu dasar membuka bisnis Loundry, seperti pencatatan pesanan dan perhitungan biaya oprasional,” Ungkapnya.

Pujiono Slamet juga turut mengungkapkan, jika selama berada di Lapas Narkotika Siantar, para Warga Binaan ini tidak hanya sekedar menjalani masa hukuman. Namun, juga harus mendapat pelatihan keterampilan yang baik selama menjalani masa pidana.

Sehingga, pada saat Warga Binaan ini nantinya selesai menjalani masa hukuman, dirinya bisa beradaptasi dengan masyarakat di luar sana dengan keahlian yang dia miliki dari berbagai pelatihan selama berada di Lapas.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang mumpuni. Dengan memiliki keahlian di bidang laundry, mereka bisa membuka usaha sendiri atau bekerja di bidang tersebut, sehingga lebih mudah beradaptasi dan tidak kembali ke jalan yang salah,” Harapnya mengakhiri.

Selengkapnya
DAERAH

DPC HNSI Langkat Gelar Musyawarah dan Bentuk Rukun HNSI Desa Kwala Langkat

Jelajahnegeriku.id, Langkat-Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat menggelar musyawarah sekaligus pembentukan Rukun HNSI Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri para pengurus, tokoh desa, serta masyarakat setempat. Acara ini juga dirangkai dengan pembagian bantuan sembako berupa beras kepada 20 orang lansia yang tinggal di Desa Kwala Langkat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua HNSI Langkat, Ahmad atau yang akrab disapa Mamek, bersama Sekretaris HNSI Langkat, Ali Akbar. Hadir pula Kepala Desa Kwala Langkat, Bapak Mahyu Danil, serta Ketua BPD Desa Kwala Langkat. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti dukungan penuh terhadap kegiatan HNSI yang tidak hanya fokus pada sektor nelayan, tetapi juga peduli pada kesejahteraan warga.

Dalam musyawarah tersebut, peserta sepakat memilih Khairul Anwar sebagai Ketua Rukun HNSI Desa Kwala Langkat. Terpilihnya Khairul diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan nelayan di desa tersebut. Pengurus baru juga diminta segera menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Ketua HNSI Langkat, Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ia menekankan bahwa HNSI tidak hanya menjadi wadah perjuangan nelayan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial. “Kita ingin kehadiran HNSI dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, termasuk dalam membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada para lansia. Suasana penuh keakraban terlihat saat pengurus HNSI, perangkat desa, dan masyarakat saling berinteraksi. Dengan terbentuknya Rukun HNSI Desa Kwala Langkat, diharapkan koordinasi dan sinergi antar nelayan semakin baik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

RA Rindukan Liat Pesepakbola Langkat Perkuat Timnas Indonesia

Jelajahnegeriku.idLangkat-Ricky Anthony (RA) ingin generasi Langkat sehat dan bebas dari narkotika serta lahirnya atlet sepakbola berkualitas hingga tingkat nasional.

“Saya yakin kegiatan positif dan aktif berolahraga, bisa menjauhkan generasi ini dari pengaruh narkoba dan kejahatan kriminal lainnya,” ungkap RA, Minggu (10/8/2025) di Stabat.

Pimpinan DPRD Sumut dari Fraksi NasDem ini pun berharap, lahir para pemain sepakbola profesional dari Langkat yang mampu meniti karir ke nasional, seperti mantan kiper Timnas Indonesia Marcos.

“Kami masyarakat Langkat, merindukan dan yakin ke depan banyak lahir pesepakbola mampu memperkuat Timnas Indonesia dari Langkat,” cetusnya.

 

“Keinginan ini tidak mustahil, jika didukung dan diperhatikan, mengingat Langkat banyak menyimpan generasi emas di berbagai bidang, termasuk pesepakbola,” tambah politis muda ini.

Berangkat dari keyakinan itu, RA melalui Komando Pemenangan Ricky Anthony Langkat (KOPRAL) menyalurkan bantuan seragam sepakbola untuk enam (6) tim yang berada di Kecamatan Padang Tualang dan Secanggang.

Harapannya, kata RA, seragam baru jadi penyemangat baru para tim sepakbola yang masih berusia remaja, untuk semakin rajin latihan dan giat melatih diri.

Selengkapnya
BUDAYADAERAH

Langkat Sudah Lama Bersatu: Entitas Melayu sebagai Simbol Penyatuan di Bumi Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Sejak berabad-abad lalu, Langkat dikenal sebagai tanah yang mempersatukan beragam suku, agama, dan budaya dalam satu harmoni. Di tengah mozaik keberagaman tersebut, entitas Melayu berdiri sebagai simbol penyatuan yang mengakar kuat di Bumi Langkat. Nilai-nilai Melayu telah membentuk karakter masyarakatnya yang santun, ramah, dan menjunjung tinggi musyawarah.

Kebudayaan Melayu bukan sekadar atribut budaya, tetapi merupakan identitas lokal asli yang tumbuh dari rahim sejarah Langkat itu sendiri. Fakta ini tercermin dari nama Kabupaten Langkat yang diambil dari Kesultanan Melayu Langkat — sebuah kerajaan Melayu yang pernah berjaya di pesisir timur Sumatera Utara. Warisan itu tidak hanya terlihat dalam seni, adat, dan bahasa, tetapi juga dalam cara masyarakat Langkat berinteraksi, memecahkan masalah, dan menjaga keharmonisan antarwarga.

Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Langkat, Agung Kurniawan, menegaskan pentingnya merawat warisan ini sebagai perekat sosial di tengah dinamika zaman.

 

“Melayu di Langkat bukan sekadar identitas budaya, tetapi perekat yang telah mempersatukan masyarakat lintas etnis selama berabad-abad. Nilai-nilai Melayu mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, mengedepankan musyawarah, dan memelihara persaudaraan. DMDI Langkat akan terus berada di garda terdepan untuk merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Melayu sebagai kekuatan pemersatu daerah ini,” ujarnya.

Agung juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dan sikap dewasa dalam menghadapi arus informasi yang berkembang cepat di era digital.

“Saya mengajak seluruh puak-puak Melayu agar tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang menyudutkan bangsa Melayu. Kita ini bangsa yang santun, yang selalu mengedepankan akhlak dan kesabaran. Karakter ini adalah warisan nenek moyang kita yang harus tetap kita jaga, terutama di tengah maraknya isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.

Dengan menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur tersebut, Bumi Langkat akan terus menjadi rumah bersama yang damai, sejahtera, dan penuh rasa persaudaraan. Seperti yang telah terjadi sejak lama, keberagaman di Langkat akan tetap berada dalam pelukan persatuan yang kokoh, dengan Melayu sebagai tiang penyangganya.(hj)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

IJTI Rayakan HUT ke-27, Nyonya Syah Apandin Endang: Jadilah Jurnalis Jujur dan Amanah

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) hari ini merayakan hari jadinya yang ke-27 tahun. Selama lebih dari dua dekade, IJTI telah menjadi salah satu garda terdepan dalam menyajikan pemberitaan yang akurat, aktual, dan terpercaya bagi masyarakat melalui media elektronik. Sebagai wadah profesional jurnalis televisi, IJTI konsisten menjaga kualitas informasi yang disajikan kepada publik.

Momen perayaan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Nyonya Syah Apandin H. Endang. Melalui salah satu status di akun chat pribadi timnya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi IJTI ke-27 tahun. Ucapan tersebut juga dibagikan ke sejumlah grup WhatsApp di Kabupaten Langkat, sehingga menjadi sorotan di kalangan insan pers setempat.

Dalam pesannya, istri orang nomor satu di Kabupaten Langkat ini menyampaikan doa dan harapan bagi para jurnalis televisi Indonesia. “Jadilah jurnalis yang jujur dan amanah, serta hilangkan berita setingan dan framing yang bisa menghilangkan nilai-nilai fundamental jurnalistik,” tulisnya.

Sosok yang dikenal sederhana dan merakyat ini menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi, jurnalis televisi memiliki peran penting untuk menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, hanya dengan menjunjung tinggi integritas dan etika jurnalistik, media dapat terus menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan oleh masyarakat.

HUT ke-27 IJTI ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme para anggotanya. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang introspeksi, mengingat tantangan dunia jurnalistik di era digital semakin kompleks, mulai dari maraknya berita bohong hingga tekanan kepentingan tertentu yang dapat mempengaruhi independensi media.

Dengan semangat perayaan ulang tahun ini, IJTI diharapkan tetap solid sebagai corong informasi yang kredibel. Dukungan dan pesan moral dari tokoh-tokoh publik seperti Nyonya Syah Apandin H. Endang menjadi penyemangat tersendiri bagi para jurnalis televisi untuk terus berkarya, menyajikan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berimbang.(hj)

Selengkapnya
1 28 29 30 31 32 67
Page 30 of 67