close

Ijra Lubis

NASIONAL

BRI Branch Office Medan Gatot Subroto Memberikan Apresiasi Kepada Nasabah Pasca Mudik dan Libur Panjang

Jelajahnegeriku.id,Medan – Usai menikmati momen kebersamaan di kampung halaman, masyarakat kini bersiap kembali ke aktivitas harian masing-masing. Namun, masa transisi pasca mudik kerap disertai tantangan dalam mengatur kembali kondisi keuangan.

Menanggapi kebutuhan ini, BRI Branch Office Medan Gatot Subroto selalu memberikan layanan terbaik bagi nasabah Wisnu Wirawan, Pimpinan BRI Branch Office (BO) Medan Gatot Subroto menyampaikan program ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah yang telah mempercayai dan menjadi BRI sebagai mitra dan teman pada saat mudik dan libur panjang.

Melalui layanan digital BRImo salah satunya, yang memiliki beragam pilihan transaksi mulai dari online on boarding baik dari dalam maupun luar negeri, pembayaran, pembelian, investasi, asuransi, hingga pencatatan keuangan.

Sehingga memudahkan nasabah dalam bertransaksi, keberhasilan BRI sampai saat ini tentu saja karena dukungan seluruh nasabah yang telah mempercayakan transaksi perbankannya di BRI.

“Oleh karena itu, kami senantiasa berusaha memahami kebutuhan nasabah dan terus menerus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan kepada nasabah di BRI BO Medan Gatot Subroto,” tegasnya.

Wisnu Wirawan juga memastikan bahwa kebutuhan dan kepuasan pelanggan akan tetap menjadi pilar utama perseroan dan menjadi salah satu pilar budaya kerja Bank BRI khusus di BRI BO Medan Gatot Subroto Sebagai bank dengan jaringan layanan terluas di Indonesia, BRI berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang aman, andal, dan mudah diakses di seluruh wilayah.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

BRI Peduli Kantor Cabang Medan Thamrin Melaksanakan Pemberian Paket Sembako Untuk Masyarakat Kurang Mampu Melalui Yayasan Santri Berbuat Indonesia

Jelajahnegeriku.id,Medan – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Medan Thamrin melalui Program BRI Peduli menggelar bakti sosial (baksos). Dengan BRI Peduli, baksos dilakukan dengan menyalurkan paket sembako untuk masyarakat kurang mampu yang diberikan melalui Yayasan Santri Berbuat Indonesia.

Tarmizi selaku Pimpinan Cabang BO Medan Thamrin yang menyelenggarakan acara tersebut menerangkan bahwa aksi baksos kepada masyarakat kurang mampu tersebut merupakan wujud kepedulian BRI.

“Melalui program BRI Peduli dari KC Medan Thamrin ini kita berbagi senang hati terhadap sesama. Sebab BRI menjadi bagian dari negara dan menyentuh langsung lapisan masyarakat yang tidak hanya melayani kebutuhan keuangan dan perbankan tetapi BRI memiliki kepekaan sosial,” kata Tarmizi seperti diterima Senin (21/4/2025).

Seperti dijelaskan Tarmizi bahwa BRI merupakan bank milik pemerintah yang terbesar dan tersebar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1895 hingga saat ini Bank BRI memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank BRI turut melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial Responsibility (CSR), terutama melalui pelaksanaan Program Bina Lingkungan yang dikenal dengan nama BRI Peduli,” jelasnya.

“BRI Peduli melalui Pilar Sosial merupakan upaya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(fi)

Selengkapnya
DAERAH

Syah Afandin Dukung Penuh Pengembangan Pelabuhan Pangkalan Susu

Jelajahnegeriku.id,Langkat –Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pengembangan pelabuhan di Kecamatan Pangkalan Susu. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalan Susu, Merdiloi, di ruang kerja Bupati Langkat, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut membahas secara mendalam rencana teknis dan potensi manfaat dari pembangunan pelabuhan tersebut. Bupati Syah Afandin menilai pelabuhan di Pangkalan Susu memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor distribusi dan logistik.

“Pelabuhan ini sangat penting untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan mempermudah akses distribusi barang. Saya mendukung penuh rencana ini karena akan membawa dampak signifikan bagi masyarakat,” ujar Syah Afandin.

Sementara itu, Kepala KSOP Pangkalan Susu, Merdiloi, menjelaskan bahwa proses pengembangan pelabuhan saat ini tengah berjalan dan masih dalam tahap pengurusan teknis di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara. Ia menambahkan, setelah pelabuhan beroperasi, akses transportasi laut akan semakin lancar dan terbuka peluang besar bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan hadirnya pelabuhan, kami berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, sehingga distribusi barang maupun hasil pertanian dan perikanan masyarakat Langkat dapat lebih efisien,” terang Merdiloi.

Bupati Syah Afandin juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai dengan rencana. Ia berharap pembangunan pelabuhan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Langkat.

Pengembangan pelabuhan Pangkalan Susu ini merupakan salah satu langkah strategis yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan sektor maritim, serta memperkuat posisi Langkat sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang besar di kawasan pantai timur Sumatera. (Hj)

Selengkapnya
DAERAH

Baru Mendarat dari Jakarta, Bupati Langkat Ondim Langsung Hadiri MUSOPROV KONI Sumut 2025

Jelajahnegeriku.id,Medan – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, atau Bang Ondim menunjukkan komitmennya terhadap dunia olahraga dengan langsung menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Utara tahun 2025, setelah baru saja mendarat dari Jakarta usai menjalankan tugas kedinasan.

Meski baru tiba dari perjalanan dinas, Bupati Syah Afandin yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Langkat tidak menyia-nyiakan waktu. Ia langsung melanjutkan agenda dinas yang telah terjadwal, salah satunya menghadiri Musorprov KONI Sumut yang digelar di Hotel Danau Toba Internasional, Kota Medan, Selasa (15/4/2025).

Musorprov KONI Sumut 2025 resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Sumatera Utara, Ir. Muhammad Armand Effendy Pohan, M.Si. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 April 2025, dan diikuti oleh seluruh pengurus KONI kabupaten/kota se-Sumut. Hadir pula Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno.

Dalam sambutannya, Effendy Pohan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran KONI Sumut atas pengabdian, kerja keras, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama masa bakti 2021–2025.

“Prestasi yang ditorehkan pada PON XXI sungguh membanggakan dan patut dicatat dalam sejarah olahraga Sumatera Utara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Musyawarah Provinsi KONI ini bukan sekadar forum pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi momen penting untuk refleksi, evaluasi, serta menentukan arah kebijakan olahraga Sumut ke depan.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, juga turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah tersebut. Ia berharap agar kepengurusan yang baru nantinya dapat melanjutkan sinergi dan kesinambungan program yang telah berjalan dengan baik.

“Selamat atas terselenggaranya Musyawarah ini. Kami berharap, kepengurusan yang baru dapat terus bersinergi dengan yang lama agar program-program unggulan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin menyampaikan bahwa Musorprov KONI Sumut merupakan wadah strategis dalam menata arah pembangunan olahraga yang lebih baik dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

“Momentum ini sangat penting, karena dari sini akan lahir kepengurusan yang membawa semangat baru dalam membina dan memajukan olahraga. Kita berharap semangat kolaboratif terus terjaga demi prestasi olahraga yang lebih gemilang, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ucap Syah Afandin.

Kehadiran Bupati Langkat H. Syah Afandin yang langsung terjun mengikuti agenda penting ini menjadi cerminan dedikasi dan tanggung jawabnya dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya di Kabupaten Langkat dan Sumatera Utara secara umum.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Kelas 1 Medan Kembali Razia Kamar WBP

Jelajahnegeriku.id,Medan – Antisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, menggelar razia di sejumlah kamar hunian Warga Binaan, Minggu Malam (20/04/2025).

Razia yang di lakukan oleh Petugas Lapas ini, merupakan aksi susulan untuk bersih-bersih lingkungan lapas dari adanya peredaran Narkotika dan benda terlarang lainnya di dalam Lapas.

Dimana dua hari sebelumnya, Petugas Kanwil Ditjenpas Sumut bersama TNI dan Polri juga telah melakukan razia di sejumlah kamar yang ada di dalam Blok Hunian Lapas Kelas 1 Medan.

Dari hasil razia yang dilakukan ini, petugas masih menemukan sejumlah barang terlarang dari dalam kamar warga binaan berupa kipas angin, setrika dan beberapa senjata tajam modifikasi dari alat makan seperti sendok dan garpu.

“Malam ini kita lakukan razia susulan setelah 2 hari yang lalu kita juga lakukan razia bersama aparat TNI dan Polri di dalam kamar warga binaan, dari hasil razia ini kita masih menemukan adanya benda yang di larang masuk ke dalam kamar,” Ujar Kalapas 1 Medan, Herry Suhasmin.

Sementara itu, di ungkapkan Kalapas 1 Medan, jika pada razia gabungan yang dilakukan 2 Hari sebelumnya, pihaknya juga menemukan beberapa benda terlarang dari dalam kamar hunian warga binaan.

Dimana, saat itu pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang berupa Handphone beserta alat cas nya, kipas angin, alat menanak nasi serta peralatan senjata tajam modifikasi yang diduga akan digunakan untuk membuat keributan di dalam lapas.

“Sebelumnya juga kita berhasil mengamankan beberapa peralatan yang di larang masuk ke dalam kamar, di antaranya sejumlah senjata tajam modifikasi yang biasanya kerap digunakan untuk berkelahi atau membuat keributan di dalam,” Ungkapnya.

Sementara itu, Lapas Kelas 1 Medan sendiri berkomitmen untuk terus melakukan bersih-bersih di wilayah lingkungan lapas dari adanya peredaran Narkotika maupun benda terlarang lain yang di selundupkan masuk ke dalam lapas.

Hal ini bertujuan, guna meminimalisir adanya peristiwa yang sama seperti di Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain beberapa waktu lalu terjadi di Provinsi Riau.

“Saya sebagai kalapas tidak menolerir benda terlarang apapun masuk kedalam lapas, jika nantinya ada petugas yang kedapatan bekerja sama dengan warga binaan untuk menyelundupkan benda-benda terlarang seperti Narkoba masuk ke dalam lapas akan langsung saya tindak tegas,” Dikatakan Herry Suhasmin dengan tegas.(fi)

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

Kemenimipas Laksanakan Panen Perdana Program Ketahanan Pangan di Nusakambangan

Jelajahnegeriku.id,NUSAKAMBANGAN – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyelenggarakan panen perdana dalam rangka pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan di Pulau Nusakambangan, Kamis (17/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi yang telah dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai implementasi dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Panen perdana dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Nusakambangan, di mana Menteri Agus Andrianto turut hadir dan melakukan panen padi varietas inpari yang ditanam di atas lahan seluas dua hektare. Proyek ini melibatkan 18 Warga Binaan dan diperkirakan menghasilkan panen sebesar tujuh ton.

“Panen perdana ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi atas kesiapan pelaksanaan program akselerasi yang telah dicanangkan, yang rencananya akan diluncurkan secara nasional pada bulan Juli atau Agustus mendatang,” ungkap Menteri Agus.

Menteri Agus juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keahlian praktis sehingga mereka dapat lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.

Selain itu, melalui regulasi yang mewajibkan Lapas membeli minimal 5% kebutuhan bahan pangan dari hasil program ini, diharapkan terjadi sinergi antara produksi dan konsumsi internal.

“Seluruh Lapas di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya dalam bidang pertanian, tetapi juga pada sektor perikanan dan peternakan,” tambahnya.

Selain panen padi, Menteri Imipas juga melakukan panen jagung varietas hibrida di Lapas Gladakan seluas 2,4 hektare. Ia turut meninjau berbagai unit usaha pembinaan di Nusakambangan seperti peternakan domba di Lapas Kembangkuning, peternakan ayam arab di Lapas Permisan, lahan pertanian padi di Lapas Batu, peternakan ayam petelur, serta kolam ikan nila dan bawal di Lapas Terbuka Nusakambangan.

Kunjungan ini juga mencakup pemantauan pembangunan kolaboratif Nusakambangan Berdaya, tempat pemrosesan akhir sampah di Lapas Kembangkuning, dan tambak udang di Lapas Pasir Putih.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Menteri Agus juga meresmikan Training Center Lapas Batu Nusakambangan, yang merupakan hasil kerja sama antara Kemenimipas dan Yayasan Penerimaan Internasional Indonesia bersama Pemerintah Jepang.

“Pendirian pusat pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang Pemasyarakatan, khususnya bagi petugas yang bertugas di wilayah Nusakambangan,” tandas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, menegaskan bahwa seluruh Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapas, sebanyak 532 unit, wajib mengoptimalkan lahan maupun ruang yang tersedia untuk pelaksanaan program ketahanan pangan. Bagi Rutan dan Lapas yang tidak memiliki lahan, pendekatan urban farming melalui penggunaan polybag menjadi solusi alternatif yang efektif.

“Program ini mencakup bidang pertanian, perikanan, hingga produk UMKM yang berpotensi untuk diekspor. Banyak hasil produksi Rutan dan Lapas yang dibutuhkan baik di pasar domestik maupun internasional,” jelas Mashudi.

Mashudi menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam pembinaan adalah bagaimana menyiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan dan mampu mandiri setelah bebas. Pelatihan-pelatihan yang diberikan telah menunjukkan dampak positif, di mana sejumlah Warga Binaan kini telah menguasai keterampilan baru seperti konveksi dan pertanian, bahkan ada yang memilih tetap tinggal untuk bekerja meskipun masa hukumannya telah berakhir.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan membuka potensi Warga Binaan untuk dapat diterima dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tegas Mashudi.

Terkait pemanfaatan limbah batu bara jenis Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLN, Kemenimipas juga telah menjalin kerja sama untuk mengelolanya. FABA dimanfaatkan oleh Warga Binaan untuk memproduksi barang bernilai ekonomi seperti paving block, batako, dan penyekat air laut yang ditujukan bagi konsumen di wilayah Cilacap dan Purwokerto.

Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenimipas, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenimipas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, serta para pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemenimipas.

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

“Pesta Pernikahan Putri Sultan Langkat Digelar Selama Sebulan: Sebuah Kemegahan yang Belum Pernah Terjadi”

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Meski kejayaannya telah runtuh pada tahun 1946 akibat revolusi sosial di Semenanjung Tanah Melayu, cerita tentang kehebatan dan kekayaan Kesultanan Langkat masih tetap hidup dalam ingatan dan percakapan masyarakat hingga kini. Salah satu kisah yang paling sering dikenang adalah pesta pernikahan putri Sultan Abdul Azis, Tengku Lailan Sapinah, dengan anak Raja Bulungan dari Kalimantan, Tengku Bungsu Syed Ariv.

Pesta pernikahan agung itu dilangsungkan di Tanjungpura, Langkat, pada tahun 1926 dan disebut-sebut sebagai resepsi termewah sepanjang abad. Acara ini menghadirkan kemegahan luar biasa yang belum pernah tertandingi hingga saat ini, bahkan oleh pesta pernikahan selebritas papan atas sekalipun.

Bagaimana tidak, seluruh Kesultanan di Sumatra Timur hadir dalam perhelatan tersebut, bahkan turut serta para tamu kehormatan dari negara tetangga, termasuk Raja-Ratu dari Malaka, Thailand, hingga Ratu Belanda Wilhelmina. Peristiwa ini menjadikan pesta pernikahan tersebut sebagai simbol kejayaan dan kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya.

Yang lebih mengagumkan, pesta ini tidak hanya berlangsung sehari atau seminggu, namun selama satu bulan penuh. Ada pesta rakyat, hiburan, dan upacara adat yang terus berlangsung dari pagi hingga malam hari, menciptakan euforia yang menyelimuti seluruh wilayah Langkat.

Tengku Ony, cucu dari Sultan Mahmud, membenarkan kisah ini. Ia menyebut bahwa lokasi pesta membentang luas dari kawasan yang kini menjadi Kantor Camat hingga ke kompleks istana Darul Aman dan Darussalam. Ia mendengar cerita ini dari ibunya yang langsung menyaksikan bagaimana wilayah itu dipenuhi oleh para undangan dan masyarakat yang turut bersukacita.

“Bahkan kapal besar berhias kepala naga dibawa dari Bulungan Kalimantan sebagai mahar perkawinan. Itu menunjukkan betapa serius dan megahnya pernikahan tersebut,” ujar Tengku Ony mengenang kemegahan masa silam itu.

Menurutnya, pesta tersebut merupakan bukti nyata kekayaan dan kejayaan Kesultanan Langkat. “Sampai hari ini saya belum pernah dengar ada orang yang menikah dengan pesta sebulan penuh. Bahkan Raffi Ahmad yang disebut-sebut sebagai Sultan Andara pun belum sampai ke level itu,” tambahnya dengan nada bangga.

Kisah pernikahan ini menjadi bukti bahwa Kesultanan Langkat bukan sekadar legenda, tapi kenyataan sejarah yang pernah begitu berpengaruh dan megah. Meski masa kejayaannya telah berlalu, warisan budaya dan kebesaran sejarahnya tetap hidup dalam cerita dan kenangan masyarakat.(ijrah)

Selengkapnya
1 44 45 46 47 48 67
Page 46 of 67