close

Ijra Lubis

DAERAHBUDAYA

Bupati Langkat Dukung Pelestarian Budaya Karo di Pesta Kerja Tahun Buluh Duri Kuala

Jelajahnegeriku.id,Langkat –Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, menegaskan komitmennya dalam pelestarian tradisi budaya masyarakat Karo, pada Pesta Budaya Kerja Tahun di Dusun Buluh Duri, Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Sabtu malam (22/2/2025). Wakil Bupati Langkat, Ibu Tiorita Br Surbakti, SH, hadir mewakili bupati dalam acara tahunan yang menjadi bagian dari warisan adat Karo tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Ricky Anthony, Camat Kuala Imanta PA, Kepala Desa Bekiung Suriadi Surbakti, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kuala.

Acara ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni khas Karo, seperti tarian tradisional yang dibawakan oleh generasi muda setempat serta hiburan dari artis-artis tanah Karo.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti mengucapkan selamat atas terselenggaranya Pesta Budaya Kerja Tahun 2025 di Dusun Buluh Duri. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan mewariskan tradisi adat kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi ini adalah identitas masyarakat Karo yang harus terus dijaga. Pemerintah Kabupaten Langkat akan selalu mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dalam mendukung program pembangunan di Langkat, tanpa terpengaruh oleh perbedaan suku, agama, maupun politik.

“Mari bersama membangun Langkat yang lebih maju dan sejahtera dengan tetap menjaga persatuan dan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Bupati Langkat Dorong Kolaborasi Perangkat Daerah dalam Penyusunan RKPD 2026

Jelajahnegeriku.id,Langkat –Forum ini merupakan bagian dari amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 yang mengatur tata cara perencanaan, pengendalian, serta evaluasi pembangunan daerah. RKPD 2026 disusun berdasarkan prioritas pembangunan nasional dan provinsi serta mempertajam kebijakan daerah dengan mengusung tema “Menuju Langkat Maju, Sehat, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan.”

Kepala BappedaLitbang Kabupaten Langkat, Rina Wahyuni Marpaung, S.STP., M.AP., menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2026 berlandaskan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang telah dilaksanakan di 23 kecamatan se-Kabupaten Langkat.

“Hasil inilah yang kita rembukkan dalam forum ini guna menyusun RKPD 2026 dengan patokan program prioritas Asta Cita Presiden RI,” ujar Rina.

Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, menegaskan bahwa penyusunan RKPD harus selaras dengan visi dan misi Bupati Langkat 2025-2030 serta mengacu pada 8 Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 proyek strategis nasional yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia, PrabowoSubianto.

“Kami berharap setiap usulan yang diajukan harus sejalan dengan visi misi Bupati Langkat 2025-2030, sehingga implementasi program dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komitmen pembangunan daerah, Wakil Bupati Langkat menguraikan 10 program prioritas yang akan dijalankan dalam RKPD 2026. Program tersebut meliputi:

  1. Menuntaskan kemiskinan.
  2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur.
  3. Mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera melalui integrasi pelayanan primer.
  4. Meningkatkan kualitas pendidikan.
  5. Memajukan sektor pertanian.
  6. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
  7. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
  8. Menuntaskan kawasan kumuh.
  9. Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
  10. Meningkatkan nilai religiusitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Langkat juga menekankan pentingnya sinergi dan Kolaborasi seluruh kepala perangkat daerah dalam mewujudkan target pembangunan yang telah ditetapkan.

“Diperlukan kerja sama dan Kolaborasi yang solid dari seluruh Perangkat Daerah agar kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menjadikan Kabupaten Langkat lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Bupati dan Wabup Langkat Resmi Dilantik Presiden Prabowo di Istana: Awal Pengabdian untuk Langkat Sejahtera

Jelahnegeriku.id,Jakarta –Prosesi kirab yang megah mengiringi pelantikan serentak 961 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025). Salah satu yang dilantik adalah Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH dan Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai tonggak awal kepemimpinan baru untuk masa bakti 2025-2030.

Pelantikan diawali dengan prosesi kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Kepresidenan. Dalam balutan seragam resmi PDUB, para kepala daerah melangkah penuh khidmat diiringi alunan drumben Gita Abdi Praja (GAP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Barisan rapi mereka menjadi tontonan bersejarah bagi masyarakat dan tamu undangan yang memadati rute kirab.

Setibanya di Istana Kepresidenan, prosesi pelantikan dimulai dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi rohaniawan. Penyematan tanda pangkat dan penandatanganan berita acara dilakukan secara simbolis kepada beberapa kepala daerah perwakilan, termasuk Gubernur Lampung, Gubernur Maluku Utara, Bupati Merauke, Bupati Karangasem, Wali Kota Singkawang, dan Wali Kota Manado.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa para kepala daerah harus mengabdi secara tulus untuk masyarakatnya.

“Selamat menjalankan mandat yang diberikan rakyat di daerah masing-masing. Atas nama negara dan bangsa, kalian harus membela kepentingan rakyat serta berjuang untuk kesejahteraan mereka. Mari kita bergerak bersama, mengabdi, dan memberikan yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya.

Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-27 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antar kepala daerah sekaligus memperkenalkan visi, misi, dan program prioritas Presiden Prabowo. Materi yang diberikan meliputi wawasan geopolitik, kewaspadaan Nusantara, serta strategi percepatan pembangunan nasional.

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan masyarakat Langkat.

“Kami siap bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh elemen untuk membawa Langkat ke arah yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.” ujar Bupati Langkat usai pelantikan.

Pelantikan serentak ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, menandai awal pengabdian para pemimpin daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Bupati Langkat Dukung Pengabdian Masyarakat Akbar TBM FK USU: Tingkatkan Akses Kesehatan untuk Warga

Jelajahnegeriku.id,Langkat, Bupati- Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat, Amril, S.Sos., M.AP, secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat Akbar yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) tahun 2025. Acara ini berlangsung di Yayasan Pesantren Miftahul Ula, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, pada Sabtu (22/2/2025).

Dalam sambutannya, Sekda Langkat mengapresiasi inisiatif ini karena selaras dengan program prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga melihat adik-adik dokter dan mahasiswa FK USU yang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Desa Pematang Cengal. Ini adalah implementasi nyata dari program prioritas Presiden, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Amril.

Kegiatan ini melibatkan 50 tenaga medis, terdiri dari dokter dan mahasiswa kedokteran, yang memberikan layanan kesehatan seperti pengobatan umum, pembersihan telinga, pemeriksaan jantung dan paru-paru, serta sunatan massal. Program ini berlangsung selama dua hari, dari 22 hingga 23 Februari 2025, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan akses layanan kesehatan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Camat Tanjung Pura, Tengku Reza, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian TBM FK USU terhadap kesehatan warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut di Kabupaten Langkat, khususnya di Tanjung Pura,” ungkapnya.

Sekda Langkat menambahkan bahwa selain memberikan manfaat kesehatan, kegiatan ini juga memiliki nilai ibadah.

“Semoga ini menjadi catatan amal baik bagi semua pihak yang terlibat,” harap Amril.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Langkat secara resmi membuka kegiatan Pengabdian Masyarakat Akbar TBM FK USU.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pengabdian Masyarakat Akbar TBM FK USU tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.(Hi)

Selengkapnya
DAERAH

Lapangan pusat pemerintahan Aceh Timur disewakan lapak untuk pedagang lokal

Jelajahnegeriku.id,Aceh Timur – Sejumlah pedagang yang berjualan di arena pasar malam kawasan pusat pemerintahan Aceh Timur mengeluhkan tingginya biaya sewa lapak serta minimnya jumlah pembeli selama acara berlangsung. Kegiatan yang digelar dalam rangka Gebyar Idul fitri 1446 H/2025 M ini dinilai justru menyulitkan pedagang kecil yang berharap dapat meningkatkan penghasilan pasca-Lebaran.

Menurut pengakuan salah seorang pedagang, biaya sewa yang ditetapkan panitia mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari, dan sekarang sudah diwajibkan untuk dibayar penuh di awal, dengan total sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000 untuk masa sewa selama 14 hari.

“Katanya acara ini untuk mendongkrak ekonomi masyarakat kecil, tapi praktiknya justru memberatkan. Kami dipungut biaya sewa cukup tinggi, tapi pembeli sangat sepi,” ujar pedagang tersebut kepada media, Sabtu (5/4/2025), seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia menyebut, banyak pedagang mengalami kerugian karena dagangan mereka tidak laku alias sepi Pembeli. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya promosi dan penataan area pameran yang dinilai tidak menarik minat pengunjung.

“Kami berharap ke depan ada evaluasi dari panitia. Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara pedagang kecil malah merugi,” tambahnya.

Senada dengan itu, salah seoray pedagang lain juga menyuarakan kekecewaan yang sama. Mereka berharap pemerintah daerah bisa turun tangan meninjau ulang sistem pelaksanaan pasar malam tersebut, termasuk melakukan pengawasan terhadap pungutan yang dinilai tidak wajar.

“Kami juga minta ada keterlibatan dari aparat keamanan, agar pungutan bisa lebih transparan dan tidak ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” ujar salah satu pedagang lainnya.

Hafizh selaku humas pelaksanaan pasar malam, mengatakan memang benar kami selalu panitia mengambil kutipan di pedagang yang masuk ke arena pasar malam tersebut, Arif yang diambil sewa lapak 300rb sampai 500rb per 15 hari , lain lagi dengan uang biaya listrik 30rb sampai 40rb permalam, karna kami harus setor keuangan daerah dan termasuk  100rb biaya uang liputan pembukaan dan pembagian piala di malam Perayaan Gebyar Idul Fitri Aceh Timur 1446 H dengan tema “peusaboh hate, beusaban pike”. untuk rekan-rekan wartawan, sebut. 

Ujar Hafizh,, Kalo sepi itu udah pembohongan publik nyan bang, karna setiap hari penuh orang berkunjung di lapangan, malah hasil wawancara kami dengan pedagang, semua pedagang di untungkan dengan adanya acara ini karna banyaknya masyarakat yg berkunjung dan membeli. 

Tata tempatnya juga kami atur dengan bagus, kecuali ada pedagang yg masuk tanpa kooordinasi dengan pihak panitia, yang mengganggu tata tempat, sehingga harus kami pindahkan keluar untuk menghargai masyarakat yg sudah jualan disitu dan untuk kenyamanan masyarakat yang berkunjung. 

“Jika ada pedagang atau masyarakat yang merasa dirugikan, berarti mereka tidak ikuti aturan yg telah ditetapkan panitia dan jika mau komplin, saya persilahkan untuk jumpai saya langsung,

Tujuan kami buat acara ini adalah untuk meningkatkan perekonomian umkm, hiburan bagi masyarakat dan tentunya untuk meningkatkan PAD kabupaten aceh timur, “terangnya.

Selengkapnya
PARIWISATA

Aceh Jadi Primadona Wisata Saat Libur Panjang Idulfitri

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Di momen libur panjang Idulfitri tahun ini, masyarakat dari berbagai daerah memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke sanak keluarga sekaligus menyempatkan diri berlibur ke berbagai destinasi wisata. Salah satu daerah yang paling ramai diserbu wisatawan adalah Provinsi Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Keindahan alam dan kenyamanan yang ditawarkan membuat Aceh menjadi pilihan utama liburan bersama keluarga.

Bukan tanpa alasan Aceh menjadi magnet bagi para pelancong. Infrastruktur yang memadai hingga ke pelosok desa memudahkan wisatawan menjangkau lokasi-lokasi wisata. Menariknya, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 tanpa pungutan tambahan lainnya untuk menikmati keindahan alam Aceh. Hal ini menjadi nilai lebih dibandingkan destinasi wisata di daerah lain.

Selain itu, wisatawan merasa aman dan nyaman saat berada di objek wisata di Aceh. Tidak perlu khawatir dengan makanan halal karena hampir seluruh kuliner di wilayah ini sudah terjamin kehalalannya. Suasana yang kondusif tanpa kehadiran preman membuat pengunjung betah dan ingin berlama-lama menikmati suasana liburan.

Salah satu lokasi yang paling diminati adalah Takengon, sebuah daerah wisata di dataran tinggi yang memanjakan mata dengan pemandangan indah. Tak hanya Danau Laut Tawar dan Wisata di Atas Awan, kawasan ini memiliki lebih dari selusin objek wisata menarik lainnya, termasuk Bur Telege yang kini menjadi buruan para pelancong lokal maupun luar daerah.

“Aceh luar biasa, daerahnya cantik untuk kita berlibur. Bayar cuma parkir saja, tidak ada pungutan macam-macam seperti di tempat wisata lain,” ujar Yana, seorang wisatawan asal Sumatera Utara. Menurutnya, Aceh memberikan pengalaman berbeda saat berlibur—murah, nyaman, dan menyenangkan.

Faktor kenyamanan, keramahan warga, serta keindahan alam yang alami menjadikan Aceh sebagai destinasi unggulan di musim libur panjang. Tak heran jika tiap tahunnya jumlah wisatawan ke Aceh terus meningkat, menjadikan provinsi ini sebagai ikon wisata yang tak boleh dilewatkan.(hj)

Selengkapnya
BUDAYA

Halifah Ihfa Sanusi, Sosok di Balik Suluh Maryam yang Kini Jadi Tradisi Budaya Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Kegiatan budaya Suluh Maryam, yang kini menjadi agenda tahunan di Kabupaten Langkat dan diresmikan oleh Dinas Pariwisata, tidak lepas dari peran besar Almarhum Halifah Ihfa Sanusi. Beliau adalah tokoh masyarakat yang berjasa memperkenalkan dan melestarikan tradisi ini di Desa Hinai Kanan, Kecamatan Hinai.

Menurut Tengku Ony, cucu Sultan Langkat, tradisi Suluh Maryam awalnya hanyalah kebiasaan masyarakat setempat yang menghiasi desa dengan lampu pelita dan gapura di setiap sudut jalan saat malam 27 Ramadan. Namun, berkat kerja keras dan semangat Halifah Ihfa Sanusi, tradisi ini berkembang menjadi kegiatan budaya tahunan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Ihfa Sanusi memanfaatkan koneksinya di luar desa dengan mengundang wartawan televisi, tokoh budaya, dan sejarawan untuk menghadiri acara ini. Publikasi yang luas membuat Suluh Maryam semakin dikenal hingga akhirnya menarik perhatian pemerintah daerah,” ujar Tengku Ony.

Dengan kegigihannya, Atok Nusi—sapaan akrab Halifah Ihfa Sanusi—berhasil menggandeng budayawan dan sejarawan untuk mengonsep Suluh Maryam menjadi sebuah festival yang lebih besar. Kehadiran anggota DPR RI, Dinas Pariwisata, serta tokoh budaya dan sejarawan dalam acara ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tradisi yang patut dilestarikan.

Suluh Maryam sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari Kesultanan Langkat. Menurut Tengku Ony, tradisi ini bermula dari kisah Hj. Maryam, seorang gadis asal Hinai Kanan yang menikah dengan Sultan Musa, Sultan Langkat pertama. Saat itu, setiap malam 27 Ramadan, Kesultanan Langkat mengirimkan minyak tanah ke desa agar warga bisa menyalakan lampu pelita dan obor sebagai penerangan menuju masjid dan tempat pembayaran zakat fitrah.

“Meski Kesultanan Langkat sudah tidak berkuasa, masyarakat tetap menjaga tradisi ini dengan semangat gotong royong. Hingga kini, Suluh Maryam menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Hinai Kanan,” pungkas Tengku Ony.

Dengan telah diresmikannya Suluh Maryam sebagai tradisi budaya oleh Pemkab Langkat, diharapkan kegiatan ini dapat terus lestari dan menjadi daya tarik wisata religi serta sejarah bagi masyarakat luas.(hj)

Selengkapnya
1 47 48 49 50 51 67
Page 49 of 67