Jelajahnegeriku.id,Banda Aceh – Setiap pemimpin yang baru terpilih biasanya memiliki kebijakan yang membutuhkan waktu untuk diterapkan, baik dalam hitungan minggu, bulan, atau seratus hari kerja. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Gubernur Aceh yang baru dilantik, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualim.
Baru saja beberapa menit menjabat sebagai gubernur, Mualim langsung mengumumkan kebijakan mengejutkan. Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan keputusan akan menghapus penggunaan barcode di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh.
Pernyataan ini segera menjadi perbincangan luas di berbagai media, baik media arus utama maupun media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak warga Aceh menanggapi keputusan tersebut dengan beragam pendapat, terutama terkait dampaknya terhadap distribusi bahan bakar di daerah tersebut.
Saat ditanya oleh para wartawan usai pelantikannya pada 12 Februari, Mualim menegaskan komitmennya untuk mengambil kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Hari ini, mulai saya menjabat dan berkuasa, saya akan menghapus penggunaan barcode di seluruh SPBU di Aceh,” ujarnya tegas.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sumpah dan janji yang ia pegang teguh sebagai pemimpin. “Saya bersumpah dan berjanji ingin menyenangkan rakyat Aceh yang saya pimpin saat ini,” kata Mualim dalam wawancara singkatnya.
Keputusan ini langsung mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Aceh sendiri. Putra, salah satu warga Aceh Tengah, menyatakan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil oleh gubernur baru tersebut.
“Ini baru pemimpin! Baru beberapa menit dilantik sudah berani menentukan sikap dan membela rakyat agar dipermudah dalam kepentingan publik,” ujar Putra dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini masyarakat menantikan pemimpin yang berani mengambil keputusan tanpa berbelit-belit. “Satu kata dari saya: luar biasa! Ini pemimpin yang kami tunggu-tunggu di Bumi Serambi Mekah,” tutupnya.(hj)






