Jelajahnegeriku.id,Langkat-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, masyarakat di berbagai daerah menggelar beragam kegiatan unik dan penuh kebersamaan. Tidak terkecuali di Kota Sejarah Tanjungpura, Kabupaten Langkat, yang menghadirkan perlombaan tradisional dayung sampan dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya lomba dayung sampan hanya diikuti oleh peserta laki-laki, tahun ini suasana berubah. Kaum ibu yang sehari-hari disibukkan dengan urusan rumah tangga, memasak, dan mengurus keluarga, kini turut ambil bagian dalam kompetisi penuh semangat tersebut. Kehadiran para ibu di arena lomba membuat suasana semakin meriah dan penuh sorak sorai masyarakat yang antusias menyaksikan.
Perlombaan ini digagas langsung oleh istri Bupati Langkat, Nyonya Endang Kurnia. Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu dalam lomba tradisional ini sangat penting, agar mereka juga memiliki ruang untuk unjuk kemampuan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. “Saya ingin perlombaan ini melibatkan kaum ibu, agar mereka juga bisa merasakan euforia dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa,” ujarnya.

Lomba dayung sampan ibu-ibu ini terbukti mampu mencuri perhatian masyarakat. Sorakan dan teriakan semangat menggema di sepanjang sungai ketika para peserta perempuan mengayuh sampan dengan penuh tenaga menuju garis finish. Antusiasme warga membuat suasana semakin semarak, bahkan ada yang menyebut momen ini sebagai lomba paling berkesan dalam perayaan HUT RI tahun ini.
Di hadapan Nyonya Endang, para ibu memperlihatkan kebolehannya mendayung sampan dengan teknik yang tidak kalah dari para pria. Meski sebagian terlihat gugup, namun kekompakan dan semangat gotong royong membuat mereka mampu menyelesaikan perlombaan dengan penuh keceriaan.
Dalam sambutannya, Nyonya Endang menegaskan bahwa perempuan juga memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama hebatnya dengan laki-laki. “Kita bisa! Kita wanita kuat, yang mampu bekerja apa saja. Jangan pernah mengatakan tidak bisa, kita harus buktikan bahwa wanita itu tangguh dan mampu melakukan apapun jika kita mau dan bersungguh-sungguh,” katanya dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah.

Perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wujud nyata bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam melestarikan budaya dan tradisi. Semangat kebersamaan yang terpancar di atas air sungai Tanjungpura menjadi simbol kekuatan masyarakat Langkat yang solid dan penuh persaudaraan.
Di akhir acara, Nyonya Endang menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dayung sampan wanita serta memberikan tali asih sebagai bentuk apresiasi. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama para tokoh masyarakat dan peserta, menandai kebersamaan yang indah dalam perayaan HUT RI ke-80 di Langkat.(hj)















