close

DAERAH

DAERAH

Ramadan 1447 H: KOMBAT Deliserdang Berbagi Ratusan Takjil, Tebar Kebaikan untuk Sesama

Jelajahnegeriku.id,DeliSerdang-DPD Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Kabupaten Deliserdang menyemarakkan bulan suci ramadan 14467 Hijriah dengan berbagi ratusan paket takjil kepada sesama.

Tim Pembagian takjil dilepas langsung oleh Ketua KOMBAT Deliserdang, H Jasa Wardani Ginting yang juga anggota DRPD Deliserdang dari Partai NasDem, Kamis (19/2/2026) disekitaran kawasan Sunggal.

Jasa Wardani mengatakan berbagi takjil ini rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan ramadan.

“Alhamdulillah ratusan takjil sudah kita bagikan pada kegiatan ini. Semoga kegiatan ini selalu bisa di laksanakan tiap tahunnya,” ujar Jasa Wardani Ginting di tengah-tengah pembagian takjil.

Harapannya, sebut Jasa Wardani, pembagian takjil berbuka puasa ini bisa lebih mendekatkan KOMBAT maupun NasDem dengan masyarakat Deliserdang.

“Kami ingin berbuat sesuatu di setiap momen penting termasuk di bulan ramadan. Meski menebar kebaikan itu bisa dilakukan kapan saja,” ujarnya.

“Semoga apa yang dilakukannya ini dapat memberikan manfaat dan menjadi contoh positif kepada semua lapisan masyarakat khususnya di Kawasan Sunggal,” tambahnya.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

KOMBAT Medan Apresiasi 100 Hari Kinerja Kombes Jean Calvijn Komandoi Polrestabes

Jelajahnegeriku.id,Medan-Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Kota Medan mengapresiasi kinerja 100 hari Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam memimpin Polrestabes Medan.

Apresiasi disampaikan Ketua KOMBAT Medan Samsir Pohan, Sabtu (14/2/2026), yang menilai Polrestabes Medan di bawah komando Jean Calvijn bertransformasi menjadi institusi lebih modern, cepat, tepat, dan humanis.

Kinerja kepemimpinan Jean Calvijn, sebut Samsir, sesuai program PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Transformasi dalam 100 hari kerja Kombes Jean Calvijn ini menjadikan Polrestabes Medan mendapat kepercayaan publik melalui pelayanan terintegrasi dan penegakan hukum yang adil,” kata Samsir.

Mantan Ketum Badko HMI Sumut itu pun mencatat sejumlah prestasi Polrestabes Medan dalam 100 hari dipimpin Kombes Jean Calvijn. Di antaranya:

1. Pengungkapan puluhan kasus narkoba Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Calvijn berhasil mengungkap 24 kasus narkoba dengan 34 tersangka dalam periode operasi 72 hari akhir 2025, dengan barang bukti sabu, ganja, ekstasi, dan lainnya.

2. Penanganan kejahatan umum dalam skala besar. Selama 22 hari pada Oktober 2025, jajaran Polrestabes Medan mengungkap 159 kasus tindak pidana dan menangkap 219 tersangka dari berbagai aksi kriminal seperti begal, pencurian, dan narkoba.

3. Penggerebekan jaringan narkoba lintas wilayah. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkoba jaringan Malaysia–Indonesia, menyita 8 kg sabu dan ribuan pil ekstasi di Kabupaten Asahan.

4. Penangkapan pelaku begal dan kriminalitas lainnya. Dalam kurun waktu 15 hari, Polrestabes Medan berhasil menangkap 14 pelaku begal di wilayah hukumnya.

5. Penghargaan dari Kompolnas Awards 2025. Di bawah komando Kapolrestabes Medan, Polsek Medan Kota meraih Kompolnas Awards 2025 untuk kategori Polsek Gakkum Terbaik Tipe A.

Prestasi ini juga menjadikan Polda Sumut masuk nominasi lima besar untuk kategori Polda Tipe A di tingkat nasional.

“Kami juga mencatat peningkatan sinergi antara Polrestabes Medan dengan masyarakat. Di antaranya kegiatan lomba jurnalistik Kapolrestabes Medan Cup 2025 untuk mengajak media menjadi mitra strategis menjaga stabilitas keamanan kota,” kata Samsir.

Samsir berharap, catatan prestasi itu bisa terus ditingkatkan ke depan. “Ini menjadi momentum bagi Polrestabes Medan terus meningkatkan pelayanan masyarakat yang terintegasi serta berkeadilan hukum,” tukas Samsir. (Hj)

Selengkapnya
DAERAH

Dari Balik Jeruji, Suara Al-Qur’an Menggema: Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Buka MTQ Helvetia ke-59

Jelajahnegeriku.id,MEDAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan hadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Helvetia ke-59 Tahun 2026 M/1447 H yang digelar di Masjid Asy-Syakirin, Sabtu (7/2/2026).

Tak sekadar hadir, Lapas Kelas I Medan mencatatkan momen penuh makna ketika seorang Warga Binaan dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an pada rangkaian pembukaan MTQ.

Warga binaan tersebut merupakan terpidana dengan vonis berat yang tengah menjalani pidana tingkat akhir, namun mampu menunjukkan kedalaman spiritual dan kematangan iman melalui lantunan ayat suci yang menggema khidmat di hadapan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menyentuh aspek terdalam manusia tanpa memandang latar belakang perkara. Dari balik tembok pemasyarakatan, nilai-nilai keimanan tetap tumbuh dan memberi harapan.

Acara pembukaan berlangsung khusyuk dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Helvetia. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Warga Binaan Lapas Kelas I Medan.

Camat Medan Helvetia, Junedi, selaku pengundang kegiatan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Lapas Kelas I Medan. Ia menilai keikutsertaan warga binaan dalam pembukaan MTQ menjadi bukti keberhasilan pembinaan keagamaan dan pesan kuat tentang nilai kemanusiaan.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana membangun iman dan kebersamaan. Kehadiran warga binaan hari ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dan memberi ruang bagi perubahan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Medan diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kepala Seksi Keamanan, serta jajaran staf Kamtib, Pengamanan, dan Bimkemas.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama pembentukan karakter warga binaan.

“Bagi siapa pun, termasuk warga binaan dengan hukuman terberat sekalipun, pintu perubahan dan perbaikan diri tidak pernah tertutup,” tegasnya.

Melalui momentum MTQ ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang menumbuhkan iman, akhlak, dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.

Selengkapnya
DAERAH

Lapas Bagansiapiapi Buka Layanan Konseling Gratis Bagi WBP

Jelajahnegeriku.id,BAGANSIAPIAPI- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi membuka pelayanan konseling bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membantu memulihkan kondisi psikologis warga binaan yang mengalami kecemasan karena berada di lingkungan baru serta jauh dari keluarga.

Pelayanan konseling ini dibuka setiap hari secara rutin dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga binaan yang ingin berkonsultasi secara langsung dan gratis. Program ini menjadi salah satu pembinaan unggulan yang dijalankan Lapas Bagansiapiapi dalam mendukung kesehatan mental warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan bahwa layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi emosional warga binaan, terutama pada masa awal menjalani pembinaan.

“Pelayanan konseling ini kami buka setiap hari bagi warga binaan dan kami mempersilahkan bagi siapapun warga binaan yang ingin mengakses layanan ini agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujar Imam, Rabu, (4/2/2026).

Salah seorang warga binaan, Sumardi, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan konseling tersebut. Ia menyampaikan bahwa program ini memberikan ketenangan dan motivasi bagi dirinya untuk menjalani hari-hari di dalam lapas dengan lebih baik.

“Awalnya saya merasa sangat cemas karena baru masuk dan jauh dari keluarga. Tapi setelah ikut konseling, saya merasa lebih tenang dan bisa berpikir lebih positif. Saya juga merasa didengar dan diperhatikan,” ungkap Sumardi.

Melalui program ini, Lapas Bagansiapiapi berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, tidak hanya fokus pada kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga memberikan dukungan psikologis agar warga binaan dapat menjalani proses pemasyarakatan dengan lebih sehat secara mental.(fi)

Selengkapnya
DAERAH

Karutan Tarutung Ikuti Rapat Kerja Bersama Komisi XIII DPR-RI

Jelajahnegeriku.id,MEDAN – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, beserta jajaran menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara yang berlangung di aula Lapas Kelas I Medan, Kamis (29/01/2026).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Sugiat Santoso, S.E., M.S.P.,(Fraksi Partai Gerindra Dapil Sumatera Utara III) selaku Ketua Tim Panja Pemasyarakatan sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah anggota Komisi XIII DPR RI, antara lain Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc. (Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumatera Utara I), Drs. Rapidin Simbolon, M.M. (Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumatera Utara II), Kombes Pol. (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H. (Fraksi Partai Golkar Dapil Sumatera Utara I), Muslim Ayub, S.H., M.M. (Fraksi Partai NasDem Dapil Aceh I), Mafirion (Fraksi PKB Dapil Riau II), H. S.N. Prana Putra Sohe (Fraksi PKB Dapil Sumatera Selatan I), dr. Raja Faisal Manganju Sitorus (Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Tengah I).

Rombongan Komisi XIII DPR RI disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, didampingi jajaran pejabat struktural Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Utara sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan penyelenggaraan pemasyarakatan.

Acara diawali dengan paparan dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara terkait evaluasi kondisi keamanan, sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola penyelenggaraan pemasyarakatan di wilayah Sumatera Utara. Paparan tersebut menjadi dasar diskusi dalam mengidentifikasi berbagai tantangan dan kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam sesi diskusi dan dialog interaktif, Ketua Tim Panja Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerap secara langsung persoalan riil yang dihadapi Lapas dan Rutan, baik dari aspek keamanan, SDM, sarana dan prasarana, hingga tata kelola administrasi, guna dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.

Diskusi juga menyoroti perubahan paradigma sistem peradilan pidana nasional seiring berlakunya KUHP dan KUHP Baru, yang menempatkan pemasyarakatan sebagai pusat sistem keadilan pidana. Hal tersebut menuntut kesiapan SDM yang profesional, penguatan sistem keamanan, serta tata kelola pemasyarakatan yang berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kepala Rutan Tarutung beserta jajaran menegaskan komitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan DPR RI dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, humanis, dan berintegritas.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Ciptakan Lapas Bersih Dari Peredaran Benda Terlarang, Lapas Kelas IIA Binjai Razia Kamar Hunian WBP

Jelajahnegeriku.id,BINJAI – Komitmen mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar) terus ditegaskan Lapas Kelas IIA Binjai.

Hal tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan razia gabungan secara menyeluruh bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Polri dan Polisi Militer Denpom I/5-2, Jum’at (30/01/2026) dini hari.

Razia gabungan ini menyasar seluruh kamar hunian warga binaan, area blok, serta titik-titik rawan yang berpotensi disalahgunakan.

Kegiatan dilakukan secara humanis namun tegas, dengan tetap mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Binjai Wawan Setiawan yang memimpin Apel Razia Gabungan menegaskan bahwa razia ini merupakan implementasi nyata dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari Halinar.

“Razia ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan Lapas Binjai benar-benar bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan pungutan liar. Tidak ada ruang bagi pelanggaran aturan di dalam lapas,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan razia yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Rudi Icuana Sembiring, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian.

Seluruh barang hasil razia langsung didata, diamankan, dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, perwakilan BNN dan APH yang turut melakukan pengeledahan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sinergi yang dibangun Lapas Binjai dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba dan menjaga integritas lembaga,” ujar salah satu perwakilan APH.(hj)

Selengkapnya
DAERAH

Bangkit dari balik jeruji, produk tempe, roti dan keripik tembus pasar!

Jelajahnegeriku.id, Medan-Meskipun fungsi utama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan adalah perawatan dan pelayanan terhadap tahanan, pelaksanaan pembinaan kemandirian tetap menjadi bagian penting yang dijalankan secara serius dan terukur. Program pembinaan ini tidak sekadar berjalan sebagai formalitas, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan melalui sejumlah produk hasil pembinaan yang telah dimanfaatkan secara konkret, di antaranya produksi tempe yang dikirimkan untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis), Dapur Sehat Rutan Medan, dan beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Medan.

Begitu juga dengan keripik yang dikirimkan mendukung program MBG serta produksi roti yang diperuntukkan membantu penguatan UMKM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan telah mampu menghasilkan produk yang layak konsumsi, bernilai guna, dan memiliki kontribusi sosial.

Produk tempe dan roti hasil pembinaan warga binaan telah mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan dan ijin edar dari BPOM, sebagai jaminan bahwa proses produksi memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.

Seluruh kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional, mulai dari pelatihan pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, pelatihan produksi dan pengemasan aneka keripik, hingga pelatihan pembuatan roti, manajemen usaha, dan dasar kewirausahaan.

Pelatihan diselenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan di kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, serta BJPS Ketenagakerjaan Deli Serdang, guna memastikan materi yang diberikan sesuai standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar.

Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, warga binaan peserta pelatihan juga diberikan sertifikat pelatihan yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, sehingga hasil pembinaan tidak hanya berupa pengalaman, tetapi menjadi bekal resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal keterampilan dan kepercayaan diri setelah menjalani masa penahanan.

Melalui pembinaan yang terarah dan berbasis kolaborasi ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan wawasan usaha. Di samping itu, penjualan produk tersebut juga menghasilkan premi bagi warga binaan dalan bentuk tabungan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat. Dengan demikian, pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah menjalani masa pidananya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti dan keripik, dapat menghubungi RAGUSTA BAKERY (081 – 3311 – 3310)(hj)

Selengkapnya
1 2 3 4 5 45
Page 3 of 45