close

NEWS

NEWS

Bung RA Kirim Tim Bantu Perbaikan Atap Rumah Nek Sa’diah

Jelajahnegeriku.id,LANGKAT-Ketua KOMBAT Sumut, Ricky Anthony (Bung RA) menyalurkan taliasih dan bantuan seng untuk perbaikan atap rumah yang sudah bocor parah milik Sa’diyah, seorang nenek usia 71 tahun.

Penyaluran bantuan dilakukan Tim KOMBAT Sumut atas instruksi dari Bung RA, Kamis (19/3/2026) di Padang Tualang.

Nek Sa’diyah merupakan warga Lingkungan I Bukit Tua, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.

Awalnya, Nek Sa’diyah mengadukan kepada tim KOMBAT atas ketidak mampuannya memperbaiki atap rumahnya yang sudah bocor parah untuk menyabut idulfitri.

Selanjutnya direspon cepat Bung RA yang langsung menurunkan tim untuk menyerahkan bantuan.

“Semoga dengan seng baru rumah Nek Sa’diyah tidak bocor lagi ketika hujan, membuat keceriaan bersama keluarga dirumah semakin hangat menyambut lebaran tahun ini,” ujar Pimpinan DPRD Sumut itu.

Seraya mendoakan Nek Sa’diyah beserta keluarga diberikan kesehatan dan kemurahan rezeki.

“Sehat – sehat yak Nek, selamat hari raya idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Bung RA.(hj)

Selengkapnya
NEWS

Tidak Ada Larangan, Pemko Medan Tata dan Fasilitasi Penjualan Daging Nonhalal

Jelajahnegeriku.id,Medan-Pemerintah Kota Medan menegaskan Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal di Wilayah Kota Medan bukan kebijakan pelarangan berdagang, melainkan langkah penataan agar aktivitas usaha berlangsung tertib, sehat, dan kondusif di tengah masyarakat majemuk.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Medan, M. Sofyan, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Citra Effendi Capah, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arrahmaan Pane, Minggu (22/2/2026) di Kantor Wali Kota Medan.

Sofyan menegaskan pemerintah tidak melarang warga berdagang komoditas nonhalal, melainkan mengatur lokasi penjualan agar tidak menimbulkan gangguan lingkungan, risiko kesehatan, maupun ketidaknyamanan warga di sekitar fasilitas umum, rumah ibadah, dan sekolah.

Menurut dia, penataan juga menjadi bentuk perlindungan sekaligus kepastian usaha bagi pedagang. Pemerintah telah menyiapkan lokasi khusus berjualan di Pasar Petisah dan Pasar Sambu, lengkap dengan area yang disiapkan pengelola pasar. Bahkan, fasilitas pembebasan retribusi diberikan selama satu tahun dan diusulkan menjadi dua tahun agar pedagang lebih nyaman menempati lokasi tersebut.

“Tujuannya agar perdagangan tetap berjalan tertib dan hubungan sosial masyarakat tetap harmonis,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, menambahkan surat edaran tersebut menegaskan kembali aturan yang sudah ada, seperti larangan berjualan di badan jalan, trotoar, dan drainase sebagaimana diatur dalam berbagai perda dan peraturan wali kota sebelumnya. Karena itu, kebijakan berlaku untuk seluruh pedagang, bukan hanya penjual daging nonhalal.

Ia juga menekankan tidak ada larangan lokasi secara khusus selama pedagang mematuhi aturan dan mencantumkan labelisasi produk. Label diperlukan agar masyarakat mengetahui jenis dagangan yang dijual sehingga tidak terjadi kesalahan pembelian, praktik yang selama ini juga diterapkan di restoran, hotel, dan tempat makan.

Citra mengungkapkan kebijakan itu disusun melalui proses dialog dan pengumpulan masukan dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia dan Forum Komunikasi Umat Beragama, sebelum akhirnya disepakati menjadi surat edaran. Selain itu, pemerintah sebelumnya telah memediasi keluhan masyarakat terkait aktivitas penjualan di sejumlah lokasi dan menghasilkan kesepakatan bersama antara pedagang, tokoh masyarakat, dan aparat setempat.

Menanggapi polemik dan tudingan diskriminasi setelah edaran terbit, Sofyan menyebut perbedaan penafsiran sebagai hal wajar. Pemerintah, kata dia, siap membuka ruang dialog dengan seluruh pihak terkait agar substansi kebijakan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kebijakan tersebut berorientasi pada penataan, bukan pelarangan, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah menghadirkan solusi yang tertib, adil, dan tetap mendukung keberlangsungan usaha masyarakat di Kota Medan,” tegasnya.(hj)

Selengkapnya
NEWS

Razia Blok Hunian, Lapas Kelas I Medan Tegaskan Komitmen Zero Halinar

Jelajahnegeriku.id,Medan – Dalam rangka mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan razia rutin dan deteksi dini keamanan serta ketertiban dengan melakukan penyisiran blok hunian warga binaan, Jumat (16/1/2026) malam.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Kelas I Medan, dalam menerapkan kebijakan Zero Halinar serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.

Razia dilaksanakan oleh petugas gabungan dari jajaran pengamanan, staf Kamtib, dan petugas jaga, serta dipimpin oleh pejabat struktural terkait.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.

Sebelum penggeledahan kamar hunian dilakukan, warga binaan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan badan.

Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan kamar hunian dengan disaksikan oleh perwakilan warga binaan sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas.

Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang berupa 2 unit handphone Android, 2 unit charger, 1 unit tripod, 2 bilah senjata tajam, 1 unit elemen, dan 1 buah kabel yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Selanjutnya, seluruh barang hasil temuan tersebut langsung diamankan untuk dilakukan pencatatan, inventarisasi, dan selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, dari hasil kegiatan razia tersebut tidak ditemukan narkotika maupun indikasi peredaran narkoba di dalam lapas.

Hal ini menegaskan konsistensi Lapas Kelas I Medan dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba serta bebas dari praktik penipuan berbasis online.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa kegiatan razia dan deteksi dini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Program Akselerasi.

“Razia dan deteksi dini akan terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Kami berkomitmen menciptakan Lapas Kelas I Medan yang aman, tertib, serta mendukung terwujudnya kebijakan Zero Halinar,” tegasnya.

Selengkapnya
NEWS

Kakanwil Ditjenpas Sumut Gelar Panen Raya Sayur dan Ikan Hasil Budidaya Warga Binaan Lapas Kelas 1 Medan

Jelajahnegeriku.id,MEDAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, menggelar panen raya sejumlah tanaman sayur dan ikan hasil budidaya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Kamis (15/1/2025) siang.

Ada pun sejumlah jenis tanaman sayur yang dilakukan pemanenan ialah, Sawi Pait sebanyak 90 Kilo Gram, Jagung Muda sebanyak 600 Kilo Gram, serta Ikan Nila sebanyak 150 Kilo Gram.

Nantinya, hasil panen raya sejumlah komoditas sayur dan ikan yang berasal dari budidaya warga binaan selama menjalani masa pidana ini, akan dibagikan kepada warga disekitar Lapas dan juga masyarakat yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu di wilayah Sumatera Utara.

Hal ini dijelaskan Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno usai menggelar panen raya di Lapas Kelas 1 Medan di dampingi Kalapas Kelas 1 Medan Fonika Affandi, Karutan Kelas 1 Medan Andi Surya, Kalapas Perempuan Medan Yekti Aprianti, Karutan Perempuan Medan Rahayu Setyoreni, serta Kapolsek Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar, dan Danramil 0201-06/MS Kapten Arh Yani Darma Putra.

“Sebahagian hasil dari panen raya ini, nanti akan kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara. Dan sebagian lagi, akan kila jadikan bantuan sosial bagi masyarakat sekitar yang ada di lingkungan Lapas,” ujarnya Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno.

Lebih lanjut, Kakanwil Ditjenpas Sumut ini juga menjelaskan jika panen raya yang di pimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melalui Zoom ini, juga turut digelar di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rutan dan Lapas yang ada di Sumatera Utara.

Untuk hasil keseluruhan panen raya yang dilakukan beberapa Upt Rutan dan Lapas yang ada di Sumut sendiri, yaitu sebanyak 4,5 Ton berbagai jenis tanaman sayuran, serta 265 Kilo Gram dari sektor perikanan dan 16 Kilo Gram dari sektor peternakan.

“Untuk jenis sayuran itu meliputi sawi, kol, cabai, jagung dan singkong. Sementara untuk perikanan sendiri itu ada ikan nila dan mas. Sedangkan untuk peternakan berupa magot dan telur puyuh,” terangnya.

Sementara itu, Yudi juga menegaskan jika panen raya berupa hasil pertanian, peternakan dan perikanan yang dilakukan pihaknya pada saat ini, merupakan murni hasil dari budidaya yang dilakukan oleh para warga binaan yang berjumlah lebih dari 130 orang.

“Jadi ini murni hasil dari budidaya warga binaan. Jadi kalau kita melihat dari sisi negatif memang tidak ada habisnya, namun saya meyakini 98 persen warga binaan itu masih banyak yang mau berubah untuk bisa hidup lebih baik lagi,” tegasnya mengakhiri.(fi)

Selengkapnya
NEWS

Rutan Tarutung Gelar Panen Raya Ketahanan Pangan Hasil Budidaya Warga Binaan

Jelajahnegeriku.id,TARUTUNG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung, mengikuti kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) pada Kamis (15/01/2025) siang.

Kegiatan Panen Raya tersebut dilaksanakan di sarana asimilasi dan edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung dan diikuti langsung oleh Kepala Rutan Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, didampingi Kepala Subseksi Pengelolaan, Mian Halomoan Ronald Simarmata, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Azis Idris dan Edward Sianturi selaku petugas yang mengelola ketahanan pangan di Rutan Tarutung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Hutatoruan X Kecamatan Tarutung, Frisco Samosir, S.H., personel Kodim 0210/TU Praka Rizki Rezeki Sitorus, personel Polres Tapanuli Utara Bripda Eric Lumbantobing, serta Warga Binaan Pemasyarakatan yang berperan aktif dalam pengelolaan lahan ketahanan pangan.

Pelaksanaan Panen Raya ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka sekaligus mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi dalam pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Melalui program ketahanan pangan ini, kami membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam yang produktif dan bernilai guna. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno menyampaikan Program ketahanan pangan ini merupakan wujud pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

“Kami mendorong seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk terus mengoptimalkan potensi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif yang bermanfaat, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Adapun hasil panen yang diperoleh di sarana asimilasi dan edukasi Rutan Tarutung berupa 20 kilogram sayur pakcoy, 5 kilogram kacang panjang, 5 kilogram timun, dan 5 kilogram bawang prei. Seluruh hasil panen tersebut dialokasikan kepada Vendor Bahan Makanan (Bama) sebagai bagian dari pemanfaatan hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Secara keseluruhan, kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan di Rutan Kelas IIB Tarutung berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan mampu memperkuat komitmen pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(hj)

Selengkapnya
NEWS

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Lapas Bagansiapiapi Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis

Jelajahnegeriku.id,Bagansiapiapi – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan pemeriksaan mata gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Senin, 12 Januari 2025. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Lapas Bagansiapiapi dengan Jiollery Optic Pekanbaru sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan penglihatan para warga binaan.

Pemeriksaan mata ini disambut antusias oleh para WBP. Mereka secara bergiliran mengikuti pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan mata masing-masing, termasuk pemeriksaan minus, plus, maupun silinder. Selain pemeriksaan, petugas dari Jiollery Optic juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, terutama bagi WBP yang aktif dalam kegiatan pembinaan kerja dan pembelajaran di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lapas dalam memberikan layanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga binaan.
“Kesehatan warga binaan adalah tanggung jawab kami bersama. Pemeriksaan mata gratis ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan WBP tetap dalam kondisi sehat, sehingga dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik dan maksimal,” ujar Imam.

Ia juga mengapresiasi dukungan Jiollery Optic Pekanbaru yang telah bersinergi dengan Lapas Bagansiapiapi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Jiollery Optic Pekanbaru atas kepeduliannya. Sinergi seperti ini sangat kami harapkan agar pelayanan kepada warga binaan semakin optimal dan Pemasyarakatan benar-benar hadir memberikan manfaat,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan mata para WBP dapat terpantau dengan baik dan apabila ditemukan gangguan penglihatan, dapat segera ditindaklanjuti demi menunjang aktivitas pembinaan di dalam Lapas Bagansiapiapi.(fi)

Selengkapnya
NEWS

TAHUN BARU PANEN LELE, LAPAS BAGANSIAPIAPI BERHASIL BUDIDAYA IKAN LELE

Jelajahnegeriku.id,Bagansiapiapi – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi hari ini Senin (12/01) melakukan Panen Hasil Budidaya Ikan Lele yang di taja oleh Seksi Kegiatan Kerja.

Kegiatan Panen Lele dilaksanakan langsung oleh Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik bersama jajaran struktural dan staf di area branchgang Lapas Bagansiapiapi.

“Alhamdulillah hari ini kita panen (lele) setelah proses dari bibit selama lebih kurang 2,5 bulan”, ujar Kalapas di sela kegiatan panen.

Hasil panen lele ini akan diserahkan ke Dapur Lapas Bagansiapiapi untuk kemudian diolah dan dibagikan kepada warga binaan.

“Ini nanti hasilnya langsung kita serahkan ke dapur ya supaya bisa dimasak dan dikonsumsi warga binaan kita”, tambahnya kembali.

Selengkapnya
1 2 3 4 12
Page 2 of 12