DYMM Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmad Syah melaksanakan prosesi zirah dan tepung tawar sedingin di Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, yang menandakan penetapannya sebagai Sultan Langkat IV. Acara ini merupakan simbol sahnya penggantian Sultan Langkat sebelumnya, Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah (Sultan Langkat III). Sultan Harimugaya sendiri adalah cucu langsung dari Sultan Machmud, dan kini dipercaya untuk memimpin Kesultanan Langkat.
Setibanya di Masjid Azizi, Sultan Harimugaya disambut dengan penuh antusiasme oleh ratusan masyarakat Langkat. Sebagai tanda rasa syukur kepada Allah atas segala berkah yang diberikan kepada Bumi Langkat, Sultan Harimugaya langsung melaksanakan sholat tahyatul masjid. Sholat ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kebesaran Tuhan yang telah menjaga dan memberkahi wilayah Langkat.
Setelah melaksanakan sholat, Sultan Harimugaya melanjutkan dengan berziarah ke makam orang tuanya, Tengku Yahya, serta makam para pemimpin Langkat terdahulu, seperti Sultan Musa Muadzam Syah, Sultan Azis Djalil Rahmad Syah, dan Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah, serta makam ulama dan juga mufti di jaman kesultan langkat Syekh Muhammad Yusuf yang semuanya terletak di kompleks pemakaman Masjid Azizi. Ziarah ini menjadi momen penting dalam mengingat jasa para pendahulu yang telah berjuang untuk kemajuan Langkat.
Proses tepung tawar yang diadakan di dalam Masjid Azizi kemudian dimulai dengan dihadiri oleh perangkat Kesultanan Negeri Langkat, para datok, tokoh Melayu, dan masyarakat adat. Tepung tawar merupakan ritual yang penuh makna, yang menandakan pengesahan Sultan Harimugaya sebagai pemimpin yang sah dalam Kesultanan Langkat.
Acara ini juga memiliki nilai simbolis yang sangat penting. Selain menegaskan legitimasi Sultan Harimugaya sebagai Sultan Langkat IV, acara tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat dan melestarikan tradisi adat Melayu Langkat yang sudah turun-temurun. Proses ini sekaligus memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara kesultanan dengan masyarakat dan adat yang ada di Langkat.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan Harimugaya memberikan amanat kepada seluruh perangkat kesultanan, datok, dan tokoh masyarakat Melayu untuk segera membentuk Kerapatan Kesultanan Negeri Langkat. Ini bertujuan untuk mempererat ikatan antar perangkat kesultanan dan memperkuat fungsi kesultanan sebagai pemersatu masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Sultan Harimugaya juga menunjuk Datok Seri Dr. Drs. OK Hendry Al Hajj sebagai Kepala Bantasul Kesultanan Negeri Langkat (Datok Cempa), serta Datok Sri Prof. Dr. Ansyari Yamamah Al Hajj sebagai Koordinator Pembentukan Kerapatan Adat. Pembentukan Kerapatan Adat ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membahas berbagai hal terkait pelestarian adat dan budaya Langkat.
Selain itu, Sultan Harimugaya juga memerintahkan agar badan yang berfokus pada kemakmuran Masjid Azizi Tanjungpura segera dibentuk. Badan ini akan bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengelolaan masjid, serta memastikan bahwa masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat Langkat.
Dalam penutupan acara, Sultan Harimugaya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Hal ini diharapkan dapat membawa Langkat semakin maju, sejahtera, dan harmonis, dengan tetap menjaga warisan budaya yang ada sebagai landasan kehidupan masyarakat Langkat. Acara ini menandakan dimulainya era baru di bawah kepemimpinan Sultan Harimugaya, dengan harapan dapat membawa perubahan yang positif bagi Negeri Langkat.
Perdana menteri kesultanan negeri langkat Wan Kepi menyebutkan, hari ini kita melaksanakan acara silaturahim antara masyarakat Langkat perangkat kesultan langkat mendoa kan sultan dan masyarakat Langkat.
Lanjutnya lagi kepi berharap agar masyarakat langkat betul-betul belajar tentang sejarah, adat budaya langkat agar terbohongi oleh orang-orang tertentu, “ujarnya.







