Jelajahnegeriku.id,MEDAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, menggelar panen raya sejumlah tanaman sayur dan ikan hasil budidaya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Kamis (15/1/2025) siang.
Ada pun sejumlah jenis tanaman sayur yang dilakukan pemanenan ialah, Sawi Pait sebanyak 90 Kilo Gram, Jagung Muda sebanyak 600 Kilo Gram, serta Ikan Nila sebanyak 150 Kilo Gram.
Nantinya, hasil panen raya sejumlah komoditas sayur dan ikan yang berasal dari budidaya warga binaan selama menjalani masa pidana ini, akan dibagikan kepada warga disekitar Lapas dan juga masyarakat yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu di wilayah Sumatera Utara.
Hal ini dijelaskan Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno usai menggelar panen raya di Lapas Kelas 1 Medan di dampingi Kalapas Kelas 1 Medan Fonika Affandi, Karutan Kelas 1 Medan Andi Surya, Kalapas Perempuan Medan Yekti Aprianti, Karutan Perempuan Medan Rahayu Setyoreni, serta Kapolsek Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar, dan Danramil 0201-06/MS Kapten Arh Yani Darma Putra.
“Sebahagian hasil dari panen raya ini, nanti akan kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara. Dan sebagian lagi, akan kila jadikan bantuan sosial bagi masyarakat sekitar yang ada di lingkungan Lapas,” ujarnya Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno.
Lebih lanjut, Kakanwil Ditjenpas Sumut ini juga menjelaskan jika panen raya yang di pimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melalui Zoom ini, juga turut digelar di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rutan dan Lapas yang ada di Sumatera Utara.
Untuk hasil keseluruhan panen raya yang dilakukan beberapa Upt Rutan dan Lapas yang ada di Sumut sendiri, yaitu sebanyak 4,5 Ton berbagai jenis tanaman sayuran, serta 265 Kilo Gram dari sektor perikanan dan 16 Kilo Gram dari sektor peternakan.
“Untuk jenis sayuran itu meliputi sawi, kol, cabai, jagung dan singkong. Sementara untuk perikanan sendiri itu ada ikan nila dan mas. Sedangkan untuk peternakan berupa magot dan telur puyuh,” terangnya.
Sementara itu, Yudi juga menegaskan jika panen raya berupa hasil pertanian, peternakan dan perikanan yang dilakukan pihaknya pada saat ini, merupakan murni hasil dari budidaya yang dilakukan oleh para warga binaan yang berjumlah lebih dari 130 orang.
“Jadi ini murni hasil dari budidaya warga binaan. Jadi kalau kita melihat dari sisi negatif memang tidak ada habisnya, namun saya meyakini 98 persen warga binaan itu masih banyak yang mau berubah untuk bisa hidup lebih baik lagi,” tegasnya mengakhiri.(fi)





