Jelajahnegeriku.id,Langkat – Kegiatan budaya Suluh Maryam, yang kini menjadi agenda tahunan di Kabupaten Langkat dan diresmikan oleh Dinas Pariwisata, tidak lepas dari peran besar Almarhum Halifah Ihfa Sanusi. Beliau adalah tokoh masyarakat yang berjasa memperkenalkan dan melestarikan tradisi ini di Desa Hinai Kanan, Kecamatan Hinai.
Menurut Tengku Ony, cucu Sultan Langkat, tradisi Suluh Maryam awalnya hanyalah kebiasaan masyarakat setempat yang menghiasi desa dengan lampu pelita dan gapura di setiap sudut jalan saat malam 27 Ramadan. Namun, berkat kerja keras dan semangat Halifah Ihfa Sanusi, tradisi ini berkembang menjadi kegiatan budaya tahunan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Ihfa Sanusi memanfaatkan koneksinya di luar desa dengan mengundang wartawan televisi, tokoh budaya, dan sejarawan untuk menghadiri acara ini. Publikasi yang luas membuat Suluh Maryam semakin dikenal hingga akhirnya menarik perhatian pemerintah daerah,” ujar Tengku Ony.
Dengan kegigihannya, Atok Nusi—sapaan akrab Halifah Ihfa Sanusi—berhasil menggandeng budayawan dan sejarawan untuk mengonsep Suluh Maryam menjadi sebuah festival yang lebih besar. Kehadiran anggota DPR RI, Dinas Pariwisata, serta tokoh budaya dan sejarawan dalam acara ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tradisi yang patut dilestarikan.
Suluh Maryam sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari Kesultanan Langkat. Menurut Tengku Ony, tradisi ini bermula dari kisah Hj. Maryam, seorang gadis asal Hinai Kanan yang menikah dengan Sultan Musa, Sultan Langkat pertama. Saat itu, setiap malam 27 Ramadan, Kesultanan Langkat mengirimkan minyak tanah ke desa agar warga bisa menyalakan lampu pelita dan obor sebagai penerangan menuju masjid dan tempat pembayaran zakat fitrah.
“Meski Kesultanan Langkat sudah tidak berkuasa, masyarakat tetap menjaga tradisi ini dengan semangat gotong royong. Hingga kini, Suluh Maryam menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Hinai Kanan,” pungkas Tengku Ony.
Dengan telah diresmikannya Suluh Maryam sebagai tradisi budaya oleh Pemkab Langkat, diharapkan kegiatan ini dapat terus lestari dan menjadi daya tarik wisata religi serta sejarah bagi masyarakat luas.(hj)






