
Jelajahnegeriku.id,TANJUNGPURA – Kegiatan sosialisasi pekerjaan pengeboran migas pada proyek Wellpad SCGD-02 dan Utility Staging Areal Development digelar di aula Kantor Camat Tanjungpura, pada Senin (7/7/2025). Sosialisasi ini membahas rencana pengeboran yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat oleh PT Geartrindo Tiga Utama sebagai pelaksana proyek.
Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh Camat Tanjungpura, Kapolsek Tanjungpura, Danramil, serta para kepala desa yang wilayahnya terdampak dari proyek tersebut. Hadir juga Ketua MUI, tokoh masyarakat, dan beberapa perwakilan warga dari Desa Pantai Cermin, Pekubuan, Bubun, dan Cengal Timur Tanjungpura.
Dalam penjelasannya, pihak perusahaan menyampaikan bahwa pekerjaan tahap awal berupa pembuatan patok pengeboran migas akan segera dimulai. Pihak perusahaan juga menekankan pentingnya kordinasi dan dukungan dari masyarakat agar kegiatan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Salah satu tanggapan datang dari Kades Mirwan PA, yang mewakili aspirasi warga. Ia berharap PT Geartrindo Tiga Utama menggunakan transportasi lokal (kendaraan berplat BK) selama operasional proyek. Hal ini dinilai penting guna memberdayakan sumber daya lokal serta mengurangi potensi konflik sosial di masyarakat.

Kades Mirwan juga menekankan pentingnya perusahaan menggunakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. “Dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal, setidaknya bisa meningkatkan ekonomi warga yang berada di sekitar lokasi proyek,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh warga bernama Reza Vahlepi. Ia meminta agar pihak pelaksana proyek tidak menggunakan BBM subsidi, melainkan BBM industri sebagaimana mestinya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan keadilan sosial.
Perwakilan dari EMP Gebang Rony Lilipaly, menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal dari serangkaian sosialisasi yang akan terus dilakukan.
“Sosialisasi ini bukan yang terakhir. Kami akan terus libatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh unsur forkopimca agar kegiatan berjalan lebih kondusif ke depannya,” ujarnya.
Rony juga menjelaskan bahwa perusahaan akan menjaga kualitas jalan yang digunakan untuk mobilisasi material seperti pasir dan batu. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin menyebabkan kerusakan jalan.
“Kami juga tidak mau mobil kami terbalik atau membuat jalan rusak. Jangan sampai terjadi masalah dulu baru dibahas. Maka dari itu, kami akan antisipasi sejak awal,” pungkasnya.(hj)



