close

Ijra Lubis

NASIONALBUDAYA

Keindahan Kolam Renang Sultan Langkat yang Tertinggal di Tengah Pemukiman Warga

Jelajahnegeri.id,Langkat-Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan pada abad ke-18, ketika informasi dan alat masih sulit didapatkan, Kesultanan Langkat pada masa itu berhasil menunjukkan kemewahan yang luar biasa. Salah satu bukti kejayaan tersebut adalah sebuah kolam renang yang megah dan indah yang dibangun jauh sebelum zaman modern seperti sekarang.

Kolam renang yang kini terletak di Jalan Syehk Muhammad Yusuf, Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kabupaten Langkat ini menjadi saksi bisu kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya. Meskipun saat ini kolam tersebut sudah tertutup rerumputan dan pohon pisang, bentuk dan ukuran kolam yang masih terlihat kokoh menggambarkan betapa luar biasanya desain yang dibuat pada masa itu. Kolam ini memiliki lebar 40 meter dan panjang 50 meter, menjadikannya sebagai salah satu kolam renang terbesar di jamannya.

Menurut informasi dari Tengku Ony Cucuk Sultan Machmud Sultan Langkat ke-III, kolam renang ini dibangun oleh Sultan Musa dan digunakan khusus untuk keluarga kerajaan serta kerabat terdekat Sultan Langkat. Kolam ini memang memiliki tempat yang sangat istimewa, dengan berbagai fasilitas yang menunjukkan kemewahan pada zaman itu.

Di masa kejayaannya, kolam renang ini menjadi tempat favorit bagi permaisuri dan anak-anak Sultan Langkat untuk mandi. Bahkan sebelum mereka memasuki kolam, permaisuri dan anak-anak Sultan akan mengenakan minyak wangi atau temuah-rempah wangi yang menyebar harum ke seluruh penjuru area sekitar kolam. Hal ini menambah kesan mewah pada suasana di sekitar kolam renang.

Tengku Ony mengenang masa lalu dengan penuh kekaguman, “Bayangkan, kolam renang ini bentuknya begitu indah, bahkan lebih indah dari kolam renang yang ada saat ini yang pernah saya lihat,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa bentuk kolam renang tersebut memiliki empat sisi yang sangat simetris dan bernilai sejarah tinggi, yang sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang.

Pada bagian depan dan belakang kolam, terdapat tangga masuk yang semakin memperlihatkan kesan kemewahan dan keindahan kolam tersebut. Di bagian belakang kolam, terdapat sebuah ruang tunggu yang nyaman bagi mereka yang ingin bersantai menunggu para kerabat yang sedang mandi. Semua ini menunjukkan betapa besar perhatian Sultan Langkat terhadap kenyamanan dan kemewahan bagi keluarganya.

“Ini tidak bisa saya bayangkan, betapa hebatnya nenek moyang saya dulu yang dapat berpikir untuk membangun kolam renang yang sampai saat ini masih terlihat mewah, meskipun tidak lagi difungsikan seperti dulu,” tambah Tengku Ony dengan nada penuh kekaguman.

Kolam renang yang dulunya menjadi simbol kemewahan Kesultanan Langkat ini memang mencerminkan kejayaan kerajaan tersebut. Pada masa itu, segala sesuatunya serba terbatas, baik informasi maupun teknologi, namun Sultan Langkat mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan menjadi kebanggaan pada jamannya.

Tengku Ony juga mengungkapkan, “Dulu ibu saya pernah mandi di kolam ini. Kata ibu saya, kolam ini memiliki kedalaman yang bervariasi, ada bagian yang dangkal untuk anak-anak dan ada juga bagian yang lebih dalam untuk orang dewasa.” Hal ini menunjukkan betapa canggihnya desain kolam renang tersebut, sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

Kolam renang ini adalah bukti nyata bagaimana Kesultanan Langkat mampu menciptakan kemewahan dan kebesaran meskipun di tengah keterbatasan zaman. Keberadaan kolam ini memperlihatkan seberapa majunya pemikiran Sultan Langkat dalam membangun fasilitas yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Namun, di balik keindahan dan kemewahannya, kolam renang ini kini terlupakan. “Sayangnya, kolam peninggalan ini tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan begitu saja. Rasanya sangat disayangkan, karena ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga,” ujar Tengku Ony dengan nada kesal.

Kolam yang dulunya menjadi pusat aktivitas keluarga Sultan Langkat kini hanya bisa dikenang. Masyarakat setempat sering melewatinya, namun tak banyak yang mengetahui sejarah dan keindahan yang tersimpan di balik kolam tersebut. Sebuah simbol kejayaan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan agar bisa menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan.

Kolam renang Sultan Langkat yang terlupakan ini adalah sebuah warisan sejarah yang patut mendapat perhatian lebih, agar generasi mendatang dapat merasakan dan menghargai kekayaan budaya yang pernah ada. Keberadaan kolam ini harus menjadi pengingat akan betapa majunya Kesultanan Langkat di masa lalu, dan betapa pentingnya untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Catatan Akhir Tahun 2024

Peluang dan Tantangan Bisnis Media Lokal

Oleh Ilona Juwita
(Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Pengembangan Bisnis dan Digital Media)

Jelajahnegeriku.id-Bisnis media digital di Indonesia bertumbuh secara signifikan selama tahun 2024. Salah satunya ditandai dengan pencapaian ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar $90 miliar, naik 13% dibandingkan tahun 2023, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara, berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company (Sumber: Google Blog)

Meningkatnya konsumsi konten digital, game, dan layanan streaming menjadi salah satu faktor besar tumbuhnya bisnis media digital, dengan GMV diperkirakan tumbuh 12% dari $7 miliar pada tahun 2023 menjadi $8 miliar pada tahun 2024.

Pertumbuhan ini juga berjalan seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 mencapai 221 juta jiwa, atau sekitar 79,5% dari total populasi. Angka ini meningkat 2,75% dibandingkan awal tahun 2023.

Meskipun ada pertumbuhan, media digital menghadapi tantangan dalam hal pendapatan iklan dan persaingan dengan platform global. Penurunan belanja iklan perusahaan untuk media massa dan dominasi platform media sosial global menekan pendapatan media lokal. Selain itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menambah kompleksitas dalam industri ini.

Bagaimana media digital terutama media massa menghadapi tantangan ini kedepan?

Media digital perlu mengadopsi strategi inovatif, seperti memanfaatkan data pengunjung untuk meningkatkan interaksi dan pengalaman pengguna, serta mengembangkan model bisnis yang lebih beragam. Kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal juga penting untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan relevansi di era digital.

Pemanfaatan Data Pengunjung perlu diawali dengan membangun infrastruktur teknologi yang memadai. Media perlu mengimplementasikan platform manajemen data pelanggan yang memungkinkan media untuk memiliki database yang lebih terstruktur sehingga memudahkan analisa dan segmentasi. Selanjutnya media perlu melakukan berbagai inisiatif agar dapat mulai melakukan pengumpulan data termasuk salah satunya mendorong pengunjung berinteraksi dengan fitur, form registrasi, konten, dll. Media juga harus memastikan patuh terhadap regulasi hukum privasi terutama bagaimana data pelanggan tersebut akan digunakan. Melalui serangkaian analisis dan segmentasi yang bisa dilakukan melalui data tersebut, media dapat memberikan pengalaman berkunjung yang lebih personal, menawarkan targeting iklan yang lebih presisi, dan penawaran konten premium melalui skema berlangganan.

Skema bisnis berlangganan menjadi salah satu model bisnis baru yang patut dilirik terutama ketika media sudah mampu memastikan kualitas konten yang diproduksi dan pengelolaan data pelanggan yang tepat. Model bisnis ini menjadi salah satu bentuk inovasi media digital untuk memastikan bisnis yang berkelanjutan.

Kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal akan mendorong pertumbuhan media digital lebih baik lagi. Pemerintah melalui support infrastruktur digital dan literasi yang lebih luas akan meningkatkan indeks masyarakat digital. Hal ini akan mendorong tumbuhnya kebutuhan akan konten digital yang lebih beragam. Komunitas lokal selanjutnya memiliki peranan penting dalam menghadirkan konten tersebut tentunya dengan pendekatan lokal yang memiliki relevansi lebih baik.

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Penemuan Ular Piton Hebohkan Warga Desa Paya Perupuk, Setelah Berhari-hari Pencarian Akhirnya Berhasil Ditangkap

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Desa Paya Perupuk, Tanjungpura, digemparkan oleh penemuan seekor ular piton berukuran sekitar lima meter yang sempat tertangkap oleh warga, namun berhasil lepas dan masuk ke dalam saluran got. Penemuan ini membuat warga sekitar merasa resah dan khawatir akan bahaya yang ditimbulkan oleh ular tersebut. Upaya pencarian pun dilakukan dengan intensif guna memastikan ular piton itu bisa ditangkap kembali.

Komando pencarian dipimpin oleh Kepala Desa Paya Perupuk, Muhammad Safari. Kades bersama warga berusaha melakukan berbagai upaya untuk menangkap ular tersebut. Tim pemadam kebakaran dari Kecamatan Tanjungpura pun dikerahkan untuk membantu, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil. Bahkan, upaya menggunakan aliran listrik dari PLN Ranting Tanjungpura untuk menyetrum ular yang berada dalam gorong-goring juga gagal. Tidak menyerah, tim pemadam mencoba untuk menyempetot saluran tersebut dengan air dari mesin pemadam kebakaran, namun tetap tidak berhasil.

Kepala Desa Muhammad Safari yang tak ingin menyerah, segera mengumpulkan warga di kantor desa untuk mencari solusi terbaik. Upaya tersebut dilakukan demi mengatasi masalah yang terus membuat warga merasa was-was. Masyarakat pun mulai mencari cara alternatif, dan mereka sepakat untuk melanjutkan pencarian ular itu dengan berbagai teknik lain yang lebih mungkin berhasil.

Pada pukul 2 dini hari, setelah beberapa hari pencarian, warga akhirnya berhasil menangkap ular piton yang bersembunyi dalam gorong-gorong dengan cara Menjerat, ular yang sempat membuat ketegangan di desa tersebut akhirnya berhasil ditangkap tanpa ada korban atau kerusakan lebih lanjut. Keberhasilan ini disambut gembira oleh warga yang merasa lega setelah melalui berbagai upaya yang penuh tantangan.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama kami berusaha menangkap ular piton ini, berbagai macam cara sudah kami lakukan. Terima kasih atas kerja sama yang baik dari semua pihak yang terlibat,” ucap Kepala Desa Muhammad Safari, yang tampak lega dan bersyukur atas keberhasilan ini.

Kades juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah banyak membantu, seperti petugas pemadam kebakaran Kecamatan Tanjungpura, petugas PLN Tanjungpura, serta masyarakat dari berbagai daerah yang turut serta dalam pencarian ular piton tersebut. Berkat bantuan semua pihak, ular piton yang meresahkan akhirnya dapat ditangkap pada pagi hari setelah melalui perjuangan yang cukup panjang.(hj)

Selengkapnya
NASIONALPARIWISATA

Pos Pengamanan Natal dan Tahun baru polres Langkat. Di Daerah Wisata Bukit Lawang.

Jelejahnegeriku.id,Langkat_Mengantisipasi pengunjung di daerah wisata Internasional. Polres langkat mendirikan pos pengamanan siaga demi kenyamanan para tamu pengunjung di objek wisata Bukit Lawang.

Dari keterangan salah satu anggota personil Pos Pengamanan Bohorok. Senin 30 Desember 2024. Daerah objek wisata bukit lawang, salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi wisata mancanegara dan lokal.

Dimana daerah objek Pariwisata Bukit Lawang sudah terkenal akan keindahan alamnya, dan di daerah ini juga terdapat penangkaran orang hutan ( sipanse ).hingga pemandian alami yang sejuk dan jernih.

“Terpisah Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, Pos keamanan Natal dan Tahun baru yang didirikan oleh Polres langkat ,untuk kenyamanan, dan ketenangan para tamu yang berkunjung ke daerah wisata tersebut. diutamakan. Agar mereka merasa tenang, nyaman , saat berada di daerah wisata Bukit lawang.

Kenyamanan dan ketenangan di wilayah hukum Polres langkat sudah menjadi tradisi sejak dahulu. Mengantisipasi dari gangguan yang tidak di inginkan(Hj)

Editor=ijrah

Selengkapnya
NASIONAL

Catatan Akhir Tahun SMSI Sumut 2024

Membangun Kembali Tatanan Organisasi Pasca Pilkada

Oleh;
Erris J Napitupulu
M. Agus Utama

SERIKAT Media Siber Indonesia – Provinsi Sumatera Utara (SMSI Sumut) wajib menata kembali tatanan organisasi media siber terbesar di dunia, khususnya lingkup Provinsi Sumatera Utara terlebih pasca berakhirnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Pilkada 2024 telah berakhir, menyisakan sengketa di berbagai daerah (Kabupaten/Kota) berujung gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Apapun itu, sosok kepala daerah baru telah terpilih. Mulai gubernur hingga bupati dan wali kota.

SMSI Sumut punya peran dalam pemberitaan di medianya masing-masing, dan harus tetap punya marwah di mata pemimpin daerah, termasuk di tengah-tengah mata publik.

Tak bisa dipungkiri, SMSI secara umum juga mendambakan sosok pemimpin yang mampu mengakomodir kepentingan perusahaan pers. SMSI bukan relawan, apalagi kader politik yang hanya ‘mendukung’ satu dua pasangan calon.

SMSI adalah organisasi perusahaan media siber (online) yang bertugas mengusung Pers Pancasila, sesuai visi misi luhur yang diembannya.

Dalam praktiknya, SMSI juga memiliki ‘pasukan’ yang bernama wartawan yang ditugaskan meliput kontestasi politik tadi (Pilkada), dan di satu sisi kepentingan bisnis media harus tetap berjalan.

Apa hasilnya? SMSI tetap kembali kepada jalur yang semestinya, organisasi perusahaan pers yang lebih punya andil dalam menyiarkan sosok mana yang pantas dan layak memimpin daerah.

Seluruh anggota SMSI yang tadinya berpolitik, harus kembali kepada rumah besarnya sebagai organisasi multi peran, bukan sebagai partai politik!

Marwah SMSI terletak di situ, bukan kader pendukung apalagi simpatisan pasangan calon. Kembali pulang ke rumah!

Sosok pemimpin daerah hasil Pilkada 2024 tadi adalah pilihan masyarakat, suka tidak suka, harus diterima. Terlebih SMSI punya peran khusus dalam membangun citra pemimpin daerah yang kini sudah terpilih dan menunggu pelantikan di panggung pemerintahan.

Bak filosofi Sapu Lidi, media siber anggota SMSI tidak bisa berdiri sendiri, namun jika dirangkai menjadi sebuah ikatan maka sulit untuk dipatahkan.

250 media siber yang tergabung dalam wadah SMSI Sumut sebagai bagian dari 3.000-an anggota di seluruh Indonesia, harus tetap eksis sebagai organisasi yang kokoh, punya visi dan program kerja penting ke depan.

Tujuh tahun kiprah SMSI saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sebagai Konstituen Dewan Pers termuda, SMSI telah banyak melahirkan ide-ide pokok yang brilian, dengan pemikiran-pemikiran optimis bagi banyak pihak.

Saat ini, SMSI Sumut telah tumbuh dan berkembang di berbagai kabupaten kota, di antaranya; Kota Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Mandailing Natal, Batubara, Tapanuli Utara, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan, Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu Induk, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara), Kepulauan Nias (Gunung Sitoli, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan dan Nias Induk), Binjai, Langkat, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Sedang Bedagai, Tanah Karo, Padanglawas Utara, Deliserdang, hingga Pengurus SMSI Kota Medan.

Sayap organisasi di daerah ini sudah cukup untuk membangun peran dan marwah SMSI lebih menonjol di mata publik, tentunya sebagai organisasi perusahaan pers yang aktif merangkul media siber yang baru tumbuh, berkembang hingga akhirnya menjadi media yang lebih profesional.

Tentunya peran SMSI di situ tak bisa dipungkiri, apalagi SMSI Sumut sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perdana yang terlaksana di Kabupaten Labuhanbatu, sebagai tuan rumah (SMSI Labuhanbatu Raya). Berkat support penuh SMSI Pusat yang menggandeng Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama).

Selain berperan penting dalam tumbuh kembang perusahaan pers yang aktif di tengah-tengah masyarakat pers, SMSI Sumut pun peduli dengan masyarakat secara umum.

Hal ini jelas terlihat dalam program kerja keagamaan sebagai simbol religius para anggotanya.

Program Ramadhan (Safari Ramadhan), Halal Bihalal, Berbagi Kasih Natal (Safari Natal) pun tak luput dari kinerja SMSI Sumut.

SMSI Sumut pun telah menjalin komunikasi intens dengan SMSI Bali dengan program pertukaran pengelolaan media siber, serta konsep-konsep pariwisata Bali-Sumut yang sangat baik.

Pelatihan Jurnalistik dan diskusi aktif dunia pers siber juga telah berjalan di sejumlah kabupaten di wilayah SMSI Sumut.

Sukses besar Ekspedisi Geopark Kaldera Toba pada momentum Hari Pers Nasional 2023 lalu, terus menjalar hingga di-launching-nya kembali (Launching kedua) Buku Ekspedisi Geopark Kaldera Toba di Medan, setelah sebelumnya di-launching-nya perdana di Jakarta oleh SMSI Pusat.

SMSI Sumut juga aktif mengikuti agenda umum SMSI Pusat di bawah komando Ketua Umum periode ke-2, Firdaus.

Pembentukan Forum Pemred SMSI Sumut yang sudah dalam tahap penggodokan pengurus, mengumpulkan segenap para Pemimpin Redaksi media siber lokal Sumut, menjadi organisasi yang punya taring.

SMSI tak boleh lupa, terus merangkul para pemilik perusahaan pers lokal agar terus berkembang dan terpacu maju dan sukses.

Visi Besar SMSI

SMSI dibangun atas buah pikir wartawan-wartawan senior di tubuh PWI Pusat. Dari sinilah visi misi besar itu terbangun.

Direncanakan atau tidak, tupoksi SMSI jauh lebih luas ketimbang organisasi pers personal.

SMSI tidak hanya wajib memikirkan profesionalisme kewartawanan, namun jauh dari itu, bisnis jasa informasi perusahaan pers siber juga harus menjadi pokok utama dari serangkaian visi misi itu.

Keluarga besar SMSI se-Indonesia dipastikan menghadapi tantangan yang lebih kurang serupa. Mengedepankan pengembangan bisnis jasa informasi media siber.

Di tengah gempuran media sosial yang belum ada aturan pasti, yang semakin menjamur di tanah air, mengharuskan SMSI terus melebarkan sayap konsep bisnisnya. Dengan memanfaatkan jejaring media sosial tentunya.

Belum banyak media siber yang secara total dan optimal menjadikan medsos sebagai perpanjangan tangan dalam penyebaran informasi, bahkan berita itu sendiri sebagai produk jurnalistik murni.

Percaya atau tidak, kala disinggung dalam kontestasi Pilkada 2024 yang baru saja usai, media siber benar-benar receh!

Marwah karya jurnalistik seolah murah harganya, dan para kontestan politik lebih menggemari media sosial ketimbang perusahaan pers yang profesional.

Independensi perusahaan pers (siber) benar-benar ‘diperjualbelikan’.

Sepatutnya, masyarakat pers sudah menyadari hal ini sedari awal. Narasi-narasi kartunis dan lucu-lucuan lebih disukai publik tertentu!

SMSI dari seluruh Indonesia harus menggaungkan kembali semangat Pers Pancasila yang punya nilai, berintegrasi dan kredibilitas tinggi sebagai salah satu Pilar Demokrasi.

SMSI jangan hanya menang kuantitas semata, namun juga punya kualitas tinggi dalam menerbitkan produk-produk jurnalistik tadi.

Buzzer seolah lebih menjual dari pada produk jurnalistik yang bertanggung jawab. Tapi memang itulah fakta dan maknanya.

Inilah zamannya, Marwah jurnalistik diuji dari segala sisi. Prospek masa depan pers siber di banyak daerah masih tertinggal dibanding perusahaan pers yang sekaliber nasional.

Perusahaan pers yang tumbuh dari sumbu kecil sulit bangkit dengan segala macam tetek bengek aturan.

Di sinilah peran besar SMSI, mengalirkan sumbu-sumbu kecil tadi ke objek pelita yang lebih besar, sehingga mampu bersatu menjadi ‘api unggun’ kualitas produk jurnalistik yang lebih marak, terang dan menyinari. (Hj)

Penulis adalah Ketua SMSI Sumut, dan Kabid Pendidikan & Pelatihan SMSI Sumut

Selengkapnya
NASIONAL

Catatan Akhir Tahun 2024:SMSI Memperluas Jaringan Internasional

Oleh: DR. Retno Intani ZA, Wakil Ketua Umum SMSI Urusan Luar Negeri

Jelajahnegeriku.id-SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) yang berada di kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak bisa mengurung diri secara eksklusif, hanya bergaul dengan sesama Indonesia. Pergaulan dan kerja sama internasional harus dijalin.

Indonesia berada di negara perlintasan antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau antara Teluk Benggala dan Laut China. Komunikasi internasional antara negara-negara tetangga terdekat tentu ada jalinan hubungan harmonis baik antar orang per orang, hubungan bisnis, organisasi, ataupun antar pemerintah.

Kita bisa lihat secara geografis di sekitar kepulauan Nusantara, ada sejumlah pantai negara tetangga yang berjarak sekitar 2000-an kilometer. Kita lihat ada Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan China.

Tentu saja dengan negara-negara yang lebih jauh jaraknya, seperti Korea dan Saudi Arabia. Jalinan kerja sama bisnis dan tukar pikiran, pengetahuan dan pengalaman di bidang yang sama akan terus diperkuat dan diperluas.

Menjalin hubungan kerja sama lembaga/organisasi merupakan agenda penting Ketua Umum SMSI Firdaus untuk memajukan perusahaan pers siber.

Kegiatan Nyata

Urusan Luar Negeri (LN) SMSI 2024-2029, mempunyai agenda penting menggalang hubungan kerja sama intens dengan kedutaan- kedutaan asing.

Hubungan kerja sama
yang aktif dan efektif tentu untuk mewujudkan SMSI berwawasan luas dan berintegritas untuk memajukan bisnis perusahaan pers modern.

Dari sisi keredaksian juga diperlukan kerja sama dengan media-media online di luar negeri, sehingga bisa memperkuat dan menjaga keberlangsungan pers siber yang menyajikan informasi berkualitas, dapat dipercaya, dan
menjadi acuan dalam berbagai bidang.

Dalam menjalankan kegiatannya sejak pelantikan pengurus SMSI 2024-2029 pada bulan
September 2024 hingga Desember 2024, urusan LN meneruskan kegiatan yang telah
dirancang dan dilakukan sebelumnya dengan negara Taiwan.

Bulan Januari 2024, SMSI
menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terpilihnya Lai Ching-te, dari Democratic Progressive Party menjadi Presiden Taiwan.

Bulan Februari 2024, Steve Chen,
Deputy Taipei Economic and
Trade Office (TETO), dan Morgan Yang, representative press information Taipei Economic and
Trade Office di Indonesia berkenan hadir dan memberi testimoni pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan SMSI di Ancol, Jakarta.

Kemudian, dalam memperkuat
kerja sama dengan Taiwan, 29 Mei 2024 ketua bidang LN SMSI, Retno
Intani disertai Sekjen SMSI (saat itu) M. Nasir dan Bidang Organisasi Yono Hartono memenuhi undangan
makan siang di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Meskipun tidak ada kesepakatan bentuk kerja sama secara konkret, namun pertemuan tersebut lebih bermakna merawat
hubungan SMSI dan TETO.

Pembicaraan tentang peluang kerjasama dengan TETO tahap awal, saling bertukar pikiran. Bulan September 2024, May Lin, Director Press Information Division
TETO yang baru, beserta Deputy TETO, Steve Chen berkenan hadir pada pelantikan pengurus SMSI Pusat periode 2024-2029 di Hall Dewan Pers.

Dan, untuk tahun ketiga kalinya, urusan LN SMSI menghadiri resepsi Perayaan Hari Nasional
Republic of China (Taiwan) tanggal 8 Oktober yang tahun ini merupakan perayaan ke-113 dengan mengambil tempat di Hotel Borobudur, Jakarta.

Hadir dari SMSI selain Wakil Ketua Umum (Waketum) LN, Retno Intani juga Waketum Pendidikan M Nasir dan Waketum Organisasi Yono Hartono, serta Ketua Bidang LN Henny Murniati.

Pada saat TETO mengundang untuk acara ulang tahun Taiwan Technical Mission ke-48 pada 25 Nov 2024 di Energy Building, dari SMSI hadir diwakili Waketum Organisasi,
Yono Hartono.

Sejak Januari 2024 hingga Desember 2024 ini, Press Information Division TETO
hampir setiap bulan menyampaikan informasi berbagai kegiatan TETO. Media jaringan SMSI pun memberi tempat untuk pemuatan berita kegiatan TETO.

Negara kedua yang dijalin kerja sama dengan SMSI adalah Republik Islam Iran. April 2024, Ketum SMSI Firdaus beserta tim kerja melakukan audiensi di Kedutaan Republik Islam Iran, Jakarta dan di terima langsung oleh Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi.

Dalam pertemuan audiensi itu dibahas berbagai usulan dan harapan berkaitan dengan kerja sama SMSI – Kedutaan Iran.

Ketika Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengalami musibah kecelakaan penerbangan helikopter bulan Mei 2029, Ketua Umum SMSI FIrdaus menyampaikan rasa duka yang mendalam. Tim SMSI diwakili saat itu Sekjen SMSI M. Nasir dan Kabid LN Retno Intani, turut menghadiri tahlilan di Rumah Dinas Dubes Republik Islam Iran.

Pada 12 Agustus 2024, di Kedutaan Republik Islam Iran dilaksanakan penandatanganan kerja sama SMSI-Iran. Penandatangan dilakukan oleh Ketum SMSI Firdaus.

Sedangkan dari pihak kedutaan Iran yang menandatangani Dr. Mohammad Reza Ebrahimi, Konselor Kebudayaan.

Selain kerja sama dengan negara Taiwan dan Iran, SMSI juga tengah menjajagi kemungkinan kerja sama dengan Moslem Institute Pakistan yakni lembaga penelitian
tentang dunia Islam.

Isaf, Humas dari Moslem Institute Pakistan diantar oleh Toni,
wartawan senior atas rekomendasi Ketum SMSI, menemui Waketum LN. Bersama-sama dengan Dewan Penasehat LN SMSI Bunyan Saptomo, Waketum LN Retno Intani menemui Isaf untuk melakukan pertukaran informasi kegiatan dan menjajagi berbagai
kemungkinan kerja sama.

Atas masukan Dewan Penasehat LN SMSI, Bunyan Saptomo,
ada peluang SMSI juga kerja sama dengan Kedubes Kazakstan.
Semoga berbagai kegiatan yang telah dan tengah dirintis, dapat menghasilkan kontribusi
konkret untuk SMSI.

Dan, pada tahun 2025, diharapkan dapat menambah kerja sama dengan negara-negara di kawasan maupun di luar kawasan ASEAN. (Hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Catatan Akhir Tahun SMSI 2024:Pendidikan Berpikir Kritis Menunjang Jurnalisme Berkualitas

Oleh: Mohammad Nasir
Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Pendidikan

PERUSAHAAN media siber, seperti yang tergabung dalam organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sekarang dituntut memiliki wartawan yang mampu berpikir kritis.

Dengan berpikir kritis, kita bisa memperbaiki kualitas jurnalisme, menyaring informasi dan membedakan mana yang benar dan mana yang bohong. Tanpa berpikir kritis, berita yang disajikan kepada masyarakat akan tercampur sampah informasi.

Apalagi kalau hanya mengandalkan informasi yang didapat dari artificial intelligence (AI), mesin pendaur ulang informasi, tanpa diverifikasi kebenarannya terlebih dulu, jurnalisme yang diproduksi akan bercampur kabar bohong (hoax).

Hoax adalah musuh jurnalisme. Jurnalisme mengedepankan kejujuran dan kebenaran dalam menyampaikan berita. Apapun platform medianya, tradisi verifikasi, menguji kebenaran informasi, dan mengkonfirmasi, harus tetap dilakukan.

Wartawan bebas membaca berita dari sumber manapun, dan mengutip sumber manapun dengan tetap menjunjung tinggi etika dan kejujuran, serta ikut bertanggung jawab atas kebenaran informasi yang disampaikan.

Materi yang dikutip boleh dari jumpa pers, siaran pers atau press release, pernyataan dalam wawancara, isi ceramah, atau hasil penelusuran dari google dan AI. Akan tetapi sekali lagi wartawan harus skeptis terhadap semua itu, meragukan kebenarannya.

Kalau kemudian wartawan tertarik mengutipnya, harus melakukan verifikasi atau konfirmasi terlebih dulu, poin-poin mana yang diragukan dan perlu dicek ulang kebenarannya.
Kita tahu bahwa tidak semua informasi berlimpah di masyarakat itu benar.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus telah merekomendasikan pendidikan berpikir kritis bagi semua awak media yang tergabung dalam SMSI. “Ini penting, secara bertahap pendidikan berpikir kritis dalam jurnalisme, untuk kepentingan jurnalisme berkualitas, SMSI mengorganisir pemimpin redaksi sebagai unsur menejemen dalam sebuah lembaga Perkumpulan Pemimpin Redaksi Media Siber yang di singkat Forum Pemred SMSI. Adapun fungsinya adalah mendidik dan melatih wartawan sebagai bekal memproduksi jurnalisme berkualitas,” tutur Firdaus yang sedang menjalankan periode ke-2 kepemimpinannya.

Ada kesamaan benang merah antara rekomendasi pendidikan SMSI dan kesimpulan seminar nasional yang diselenggarakan Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Pers di Dewan Pers yang diketuai oleh Anggota Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto.

Pada sesi terakhir seminar nasional bertema Jurnalisme Versus Artificial Intelligence (AI) pada 11 Desember 2024 di Jakarta disimpulkan bahwa penggunaan AI dalam kegiatan jurnalisme dan bisnis media kini sedang berjalan di banyak perusahaan media pers dengan kadar pengadopsian AI yang beragam.
Dalam pengadopsian, para awak media, termasuk mereka yang menggunakan AI untuk mendukung bisnis media, diharapkan berhati-hati, serta menggunakan nalar kritis.

Selanjutnya direkomendasikan, penggunaan AI untuk keperluan jurnalisme, media tidak boleh menggunakan dan mengutip AI begitu saja. Harus skeptis terhadap kebenarannya.

Kebenarannya harus diuji terlebih dulu lewat verifikasi yang ketat, check and recheck, supaya kalau informasi itu mengandung kebohongan, media tidak ikut membohongi publik.

Dalam seminar nasiona yang bertujuan antara lain memberi pengetahuan penggunaan AI bagi media, Dewan Pers menampilkan tiga pembicara. Ketiganya adalah Ilona Juwita, Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Digital dan Pengembangan Bisnis Media yang juga Co-Founder dan CEO PROPS, Andy Budiman (CEO Kompas Gramedia Media), dan Wenseslaus Manggut (Chief Content Officer Kapanlagi Youniverse).

Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu tampil memberi sambutan pengantar seminar yang dihadiri para wartawan, editor, dan pemimpin redaksi media massa, serta semua organisasi konstituen Dewan Pers.

Sebagai materi pembelajaran, makalah ketiga pembicara tersebut kami sebar-luaskan ke semua anggota SMSI di seluruh provinsi di Indonesia yang sementara ini mencapai 2.600 pengusaha pers siber.

           Berpikir Kritis 

Beberapa kali selama tahun 2023- 2024 di berbagai daerah dan Jakarta, kami mendapat kesempatan mengajar jurnalisme dan kami selalu menyelipkan materi berpikir kritis (critical thinking).

Saya pikir dalam pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dewan Pers menjelang atau pra uji kompetensi wartawan (UKW) itu perlu diselipkan materi berpikir kritis.

Materi yang sama, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak, kami sampaikan di kelas Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI). SJI adalah sekolah berjalan yang dikelola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Sebagian peserta didiknya adalah anggota PWI yang bekerja di perusahaan media siber anggota SMSI.

Untuk mengajak wartawan berani berpikir kritis tidak semudah yang diharapkan. Banyak di antara mereka yang takut kehilangan relasi, jejaring, atau jaringan kerja akibat bersikap kritis. Untuk itu mereka perlu diberikan pendasaran yang memadai untuk selanjutnya menjadi kesadaran menjalankan tugas sebagai wartawan.

Pendasaran berpikir kritis yang kami berikan, wartawan harus merasa bebas terlebih dulu. Maka sebelum membahas berpikir kritis, kita perlu membahas kebebasan.

Kebebasan, berpikir kritis, dan selalu skeptis adalah satu rangkaian sebagai upaya mencari kebenaran. Kebebasan menjadi hak asasi manusia yang paling hakiki.

Kebebasan atau kemerdekaan secara umum di dalamnya termasuk kebebasan pers dan wartawan berpikir kritis.

Sejauh masih bisa berpikir, pergunakanlah akal sehat bebas berpikir dengan jangkauan luas dan mendalam. Hidup macam apa, kalau berpikir saja takut.

Untuk mengukuhkan kebebasan telah ditegaskan dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.”

Kebebasan atau kemerdekaan pers selanjutnya ditetapkan melalui Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Dalam konsiderans UU tentang pers itu disebutkan, kemerdekaan pers diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemerdekaan pers dalam UU Pers pada Bab II Pasal 2 disebutkan, “Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum”.

Kemudian di bab yang sama pada pasal 4 ayat 1 dilanjutkan, “Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara”.

Dilanjutkan ayat 2 sebagai penegasan: “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

Pada ayat 3 pasal yang sama ditegaskan lagi, “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”.

Itulah kebebasan pers yang dikuatkan oleh undang-undang. Sebelumnya, kebebasan pers tidak mendapatkan perlindungan hukum.

Atmakusumah, pengajar Lembaga Pers Dr Soetomo dalam tulisannya (tahun 2014) menjelaskan, keadaan kebebasan pers sebelumnya, seperti ketika surat kabar pertama bernama Bataviaasche Nouvelles en Politique Raisonnementen (Berita dan Penalaran Politik Batavia) yang diterbitkan di Batavia 7 Agustus 1744, kebebasan pers belum mendapatkan jaminan perlindungan hukum berupa undang-undang seperti UU Pers 40/1999.

Sementara Amerika Serikat (AS) pada 15 Desember 1791 sudah mulai menabuh gendrang kebebasan pers melalui pengesahan amandemen pertama konstitusinya.

Kebebasan yang mendasar dalam amandemen pertama konstitusi AS itu berbunyi berbunyi:
Kongres tidak boleh membuat undang-undang yang menghormati pendirian suatu agama, atau melarang pelaksanaan agama secara bebas; atau membatasi kebebasan berpendapat, atau kebebasan pers; atau hak masyarakat untuk berkumpul secara damai, dan mengajukan petisi kepada Pemerintah untuk mengatasi keluhannya. (Congress shall make no law respecting an establishment of religion, or prohibiting the free exercise thereof; or abridging the freedom of speech, or of the press; or the right of the people peaceably to assemble, and to petition the Government for a redress of grievances).

Potongan kata “freedom of speech; or of the press” yang menunjukkan “free press” (pers bebas) bertujuan untuk melindungi penerbitan berita informasi dan pendapat.

Konstitusi yang memperkuat kebebasan pers itu disambut gembira oleh kalangan editor dan penerbit di Amerika Serikat.

Gaungnya terdengar hingga seluruh dunia, termasuk di bumi Nusantara. Meskipun demikian, perkembangan kebebasan pers secara global masih menghadapi tantangan dan hambatan.

Kini kebebasan pers dilaksanakan oleh media berskala luas, berbagai platform (cetak, online, radio, dan televisi).

Kenapa kini masih ada wartawan takut? Takut berpikir bebas, takut berpikir kritis?

Perlu berpikir ulang menekuni profesi wartawan, kalau pikirannya masih terbelenggu oleh berbagai hal yang membuat tidak mampu berpikir kritis.

Berpikir Kritis dan Skeptis

Berpikir kritis bertumpu pada sikap yang meragukan terhadap segala hal, menyikapi dengan skeptis terhadap teks, baik pernyataan lisan, tertulis, atau simbol-simbol yang dirancang untuk menyampaikan informasi.

Sikap skeptis atau meragukan menjadi pangkal untuk mencari kebenaran. Kita ingat apa yang dikatakan oleh Rene Descartes (1596- 1650), filsuf Perancis yang menjadi bapak filsafat modern.

Ia mengatakan pernyataan filosofis yang sangat terkenal hingga saat ini, “cogito, ergo sum”, aku berpikir maka aku ada, atau dalam Bahasa Inggrisnya “I think, therefore I am).

Pernyataan filosofis itu dapat ditemukan dalam bukunya Discourse on the Method (1637), dan Principles of Philosophy (1644).

Cogito, ergo sum, mengajarkan untuk selalu meragukan semua hal di segala bidang, dan selanjutnya berpikir secara kritis dan logis untuk mencari kebenaran melalui berbagai sisi.

Selama informasi masih diragukan, wartawan tidak boleh menjadikannya sebagai bahan berita. Kalau masih ragu, tinggalkan (doubt, leave it).

Wartawan dituntut mencari kebenaran informasi melalui daya pikir kritis, melihat dan menggali informasi dari berbagai sisi. Mulai dari melihat lokasi kejadian/pengamatan lapangan sampai wawancara dengan berbagai pihak yang berkompeten.

Untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan harus detil dan berpikir kritis dalam melakukan wawancara.

Wartawan selalu mengejar penjelasan sumber yang belum jelas dan masuk akal. Pertanyaan “mengapa (why)” harus sering diajukan sebagai pertanyaan, selain “apa, kapan, di mana, siapa, dan bagaimana”.

Kesannya wartawan yang berpikir kritis itu menjadi cerewet.

“Wartawan itu cerewet, pengecam, penasihat, pengawas, penguasa dan guru bangsa. Empat surat kabar musuh lebih aku takuti daripada seribu bayonet” demikian kata Napoleon Bonaparte yang tersohor dan dikutip di mana-mana.

Napoleon (1769- 1821), sang kaisar dan komandan militer Perancis menggambarkan wartawan sebagai sosok yang cerewet.

Kecerewetan itu pantulan dari pikiran kritis. Bukan itu bukan ini, tapi yang lain, yang benar. Pikiran kritis digunakan untuk menggali informasi yang benar.

Kebenaran yang diharapkan sesuai nalar sehatnya, bukan kebenaran yang dipaksakan oleh penguasa atau orang lain yang punya kepentingan.

Kebenaran yang dipaksakan oleh penguasa itu seperti yang dipraktikkan dalam kehidupan bermedia di zaman otoritarian awal abad 15 ketika Johannes Gutenberg baru memperkenalkan mesin cetak untuk media di Eropa.

Setelah otoritarian yang menjadikan media sebagai corong penguasa tumbang karena tidak sesuai demokrasi, maka hiduplah masa libertarian.

Bukan Manusia Pasif

Dalam libertarian, manusia tidak lagi dipandang pasif dalam menerima kebenaran. Kebenaran tidak hanya datang dari satu arah, yakni penguasa. Tetapi manusia sebagai sosok rasional berhak mencari kebenaran. Bisa membedakan mana benar dan mana yang tidak.

“Peran media adalah membantu pencarian kebenaran, menolong individu mencari kebenaran. Oleh karena itu, dalam sistem libertarian media bukanlah bagian dari pemerintah, melainkan independen, otonom, dan bebas untuk mengekspresikan gagasan meskipun gagasan tersebut menyakitkan, tanpa merasa takut adanya campur tangan pemerintah,” (Dedy Djamaluddin Malik, Jalaluddin Rakhmat, dan Mohammad Shoelhi (Editor), Komunikasi Internasional, PT Remaja Rosdakarya, 1993).

Sekarang penguasa tidak bisa memaksakan kebenaran versinya sendiri. Kita tahu apa yang terjadi ketika saat itu (menjelang pemilihan presiden), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan bahwa presiden boleh berkampanye dan berpihak di Pemilihan Umum (Pemilu).

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi hari Rabu, 24/1/2023 ketika ditanya wartawan seputar kampanye. Begitu pernyataan Jokowi tersebar di media massa dan media sosial, langsung mendapat reaksi media yang bernada mengkritisi. Pernyataan Jokowi dianggap kurang tepat dan tidak netral.

Media pers pun membantu mencari kebenaran secara kritis dengan mewancarai cendekiawan dan orang-orang yang paham soal undang-undang Pemilu untuk memberi pencerahan pada masyarakat yang sedang bingung dengan pernyataan presiden.

Ternyata yang bereaksi terhadap pernyataan Jokowi, bukan hanya pers, tetapi individu-individu dalam media sosial pun memberi penilaian.
Banyak netizen yang menafsirkan Jokowi akan bertindak semau-maunya dalam Pemilu 2024, karena putranya, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden, berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto.

Jokowi pun kemudian menegaskan, pernyataannya bahwa presiden dan wakil presiden berhak berkampanye sebatas menjelaskan ketentuan yang ada di undang-undang Pemilu. Presiden meminta hal itu tidak diinterpretasikan atau ditarik ke mana-mana (Harian Kompas, 27/1/2024).

Demikianlah kebebasan berpendapat sekarang, kebebasan pers di era 4.0, libertarian yang juga ditandai dengan sistem penyebaran berita menggunakan internet dan bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Namun demikian, libertarian di Indonesia dilapisi dengan tanggung jawab sosial yang ditandai dengan kode etik jurnalistik dan undang-undang tentang pers.
Wartawan harus merdeka, independen, tanpa sensor seperti yang disebut dalam Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab sosial, wartawan Indonesia wajib mentaati kode etik jurnalistik (KEJ) dan pedoman-pedoman pemberitaan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers. Terakhir telah disempurnakan dan disahkan pada 16 November 2023 oleh Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu, SH, M.S.

Pedoman-pedoman pemberitaan itu adalah Pedoman Pemberitaan Ramah Anak, Pedoman Pemberitaan Media Siber, Pedoman Pemberitaan Keberagaman, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk radio dan televisi, Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas, Pedoman Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan, Pedoman hak Jawab, Penerapan hak tolak dan tanggung jawab hukum dalam perkara jurnalistik. 

Kebebasan pun kemudian diatur dengan pedoman-pedoman tersebut demi kebaikan bersama dan tanggung jawab sosial.

Dalam KEJ wartawan tidak boleh berbohong, menerima suap dari sumber berita dalam bentuk apapun yang dapat mempengaruhi independensi.

Pers dituntut mampu mem-verifikasi kebenaran informasi dengan menggunakan daya nalar kritisnya, sebelum menjadikan informasi sebagai berita media massa.

(Mohammad Nasir adalah Wakil Ketua Umum SMSI Pusat Bidang Pendidikan, pernah bekerja sebagai wartawan Harian Kompas 1989- 2018)

Selengkapnya
1 62 63 64 65 66 67
Page 64 of 67