close

Ijra Lubis

DAERAH

Pelantikan Pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura: Membangun Sinergi untuk Desa

Tanjung Pura, 25 Oktober 2024 – Pelantikan pengurus Asosiasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Tanjung Pura (DPK APDESI) berlangsung di aula kantor camat, di mana Drs. Muhammad Kasim dilantik sebagai ketua. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh empat anggota DPRD Langkat serta berbagai tokoh penting.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua APDESI Langkat, Hasan Basri, MUI Kecamatan Tanjung Pura, Ridwan, Al-Hidayah, ibu PKK, serta kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menandakan dukungan kuat terhadap pengurus baru.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan dari DPC APDESI Langkat oleh Hasan Basri. Ia secara resmi melantik pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura dan menyerahkan surat keputusan kepada mereka.

Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD dari berbagai fraksi, termasuk PDIP, Partai Persatuan Pembangunan, dan PKS, serta tokoh agama dan masyarakat. Keberagaman peserta menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Drs. Muhammad Kasim mengingatkan kepada rekan-rekannya tentang amanah yang diemban. Ia menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan baik demi kemajuan desa.

Kasim menambahkan bahwa ke depannya, APDESI akan berbeda dengan organisasi sejenis. Ia berencana menggelar kegiatan keagamaan, seperti perayaan hari besar Islam dan pengajian akbar yang dipelopori oleh APDESI.

Selain itu, Kasim juga mengusulkan penyelenggaraan festival lagu Melayu dan dangdut untuk mengangkat budaya lokal dan potensi generasi muda di desa-desa. Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni budaya.

Ia menghimbau kepada DPRD dan seluruh kepala desa untuk lebih memprioritaskan pembangunan di desa-desa terpencil, seperti Bubun, Tapak Kuda, Kwala Serapuh, dan Kwala Langkat. Dengan demikian, pembangunan dapat lebih merata dan terarah.

Hasan Basri, Ketua DPC APDESI Se-Kabupaten Langkat, menyatakan bahwa organisasi ini bukan hanya memberi sinyal kepada kepala desa, tetapi juga melibatkan perangkat desa. Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi juga memberikan ucapan selamat atas pelantikan ini. Ia mengharapkan pengurus baru dapat menjalin hubungan baik antar kepala desa dan bersinergi untuk memajukan 18 desa di Kecamatan Tanjung Pura.

Pengurus APDESI yang baru dilantik terdiri dari Ketua Drs. M. Kasim, Wakil Ketua Muhammad Syafri, Wakil Ketua Lasniardi, Sekretaris Riza Ansyari, dan Bendahara Muhammad Taufik. Dengan pengurus baru ini, diharapkan APDESI dapat menjadi motor penggerak dalam pembangunan desa.

Dengan semangat baru, diharapkan pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura dapat memberikan kontribusi positif dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat pembangunan desa di wilayah ini.(hj)

editor=iijrah

Selengkapnya
DAERAH

Polres Langkat lakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku Curas

Jejaknegeriku. Id, Langkat,Sat Reskrim Polres Langkat dibantu personil SUBDIT 3 DITRESKRIMUM dan Pers. DITINTELKAM Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Dan Atau Undang-Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 pada saat keterangan pers hari Rabu (16/10/2024).

Terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Dan Atau Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 (Senpi) berinisial AP warga Marelan ditangkap pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2024 pukul 20.30 wib ditempat persembunyiannya di Kota Lubuk Pakam dan terhadap pelaku dilakukan Tindakan Tegas Terukur.

Pelaku berinisial AP merupakan pelaku utama Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 (Senpi) terhadap korban bernama Rodianto (40) warga Kecamatan Pante Raja Kabupaten Pidie Jaya Aceh yang terjadi pada hari Selasa tanggal 24 September 2024 sekitar pukul 15.00 wib dikota Stabat Kabupaten Langkat.

Pelaku berinisial AP bersama 4 orang pelaku lainnya masih DPO melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban sedang membawa kendaaraan Colt diesel bermuatan beras sebanyak 10 Ton, dengan kejadian pada saat korban perkir dikota Stabat didatangi pelaku mengaku petugas dan memaksa korban dibawa ke arah Binjai melalui jalan Tol, setibanya di jalan Tandem korban disekap dan ditutup matanya serta tangan diborgol kebelakang dan pelaku mengambil barang-barang milik korban berupa HP dan Dompet.

Dan Selanjutnya tepatnya di jalan Tol Binjai korban diturunkan yang kemudian pelaku membawa truk Colt Diesel bermuatan beras dibawa ke arah Medan dan korban meminta bantuan PJR di gerbang Toll Binjai.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si melalui Kasi Humas Akp Rajendra Kusuma menegaskan : “Jajaran Polres Langkat berkomitmen akan melakukan Tindakan Tegas Terukur terhadap pelaku Curas dan kejahatan kekerasan dijalan, tegas Kasi Humas.

Selengkapnya
PARIWISATA

Menghidupkan Kembali Seni dan Budaya Melayu Melalui Lomba Tari Tradisional di Langkat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat menggelar Lomba Tari Tradisional di Museum Daerah Kabupaten Langkat, yang berlangsung di Kecamatan Tanjungpura. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali seni dan budaya Melayu di tengah masyarakat, serta memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka.

Lomba ini diikuti oleh 28 peserta dari tingkat SLTP, 23 peserta dari SLTA, dan 5 peserta dari kategori umum. Selama tiga hari, mulai dari hari Rabu hingga Jumat, para peserta menampilkan berbagai tarian tradisional Melayu yang penuh makna dan nilai-nilai budaya.

Para penari menunjukkan kualitas dan kreativitas yang mengesankan, mempertahankan unsur tradisi dan tatanan tari Melayu. Penonton pun memberikan sambutan hangat dengan sorakan ketika melihat aksi para penari, yang menampilkan bakat luar biasa yang selama ini terpendam akibat minimnya kompetisi di daerah tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni tari Melayu. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan dapat memahami lebih dalam tentang adat istiadat serta tata cara menari yang benar.

Setiap penampilan tidak hanya dinilai berdasarkan teknik, tetapi juga mendapatkan masukan dari para mentor yang berpengalaman. Hal ini memberikan pembelajaran berharga bagi peserta tentang berbagai tata cara tari Melayu yang sesuai dengan norma dan nilai budaya setempat.

Dewi, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perlombaan ini. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dengan adanya perlombaan tari Melayu tingkat Kabupaten Langkat, kami dapat menyalurkan hobi dan bakat kami sebagai generasi muda.”

Peserta juga belajar mengenai norma-norma yang harus dijaga saat menari, seperti larangan bersentuhan antara penari laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam tari Melayu.

Acara pembukaan lomba ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Camat Tanjungpura, Kapolsek, Danramil, tokoh adat, serta dewan guru dan masyarakat setempat, yang semuanya menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya Melayu.

Selengkapnya
RAGAM

Kesultanan Langkat di Abad 1920 : Simbol Kemewahan dan Modernitas dengan Branding Terpadu

Kesultanan Langkat pada masa kejayaannya di abad 1920 tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah seperti minyak, pertanian, dan rempah-rempah, tetapi juga karena kemewahan yang mencerminkan status sosial dan kekuatan ekonominya.

Pada masa itu, kemewahan Kesultanan Langkat dapat dilihat dari barang-barang mewah yang digunakan oleh keluarga Sultan, seperti jam tangan, tempat penyimpanan rokok, keramik piring, dan tempat air. Setiap barang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai simbol status dengan branding tersendiri.

Dalam era yang masih serba terbatas pada masanya, Kesultanan Langkat telah menerapkan branding pada setiap barang yang digunakan oleh keluarganya. Barang-barang seperti guci, jam tangan, dan perhiasan lainnya memiliki lambang khas Langkat yang berupa ular dan tulisan “ML,” menandakan kepemilikan dan identitas eksklusif Kesultanan Langkat. Ini menunjukkan betapa jauh ke depan kesultanan ini dalam hal pemikiran modern dan pengakuan hak cipta atas barang-barangnya.

Menurut Tengku Oni, keunggulan Kesultanan Langkat terletak pada kemampuannya untuk memanfaatkan hasil bumi secara maksimal. “Pada masa Sultan Musa, Sultan Azis, hingga Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah, hasil bumi Langkat melimpah dari sektor minyak, perkebunan, hingga rempah-rempah,” ujarnya. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan dan pendidikan yang mengangkat kesejahteraan rakyat Langkat pada masa itu.

Tengku Oni menambahkan bahwa kemewahan Kesultanan Langkat membuatnya layak disebut sebagai salah satu kesultanan terkaya di Asia pada masanya. Barang-barang peninggalan kesultanan, seperti jam tangan, tempat rokok, cincin, bros, dan guci, semuanya memiliki branding khas yang memperkuat identitas Langkat. Hal ini menunjukkan bahwa Kesultanan Langkat tidak hanya kaya secara materi, tetapi juga modern dalam pemikiran untuk menciptakan dan melindungi hak cipta atas barang-barangnya.

Keberadaan branding yang diterapkan pada barang-barang Kesultanan Langkat menandakan adanya kesadaran tinggi akan pentingnya identitas dan eksklusivitas. Dengan branding yang jelas, Kesultanan Langkat mampu menguatkan citra kemewahan dan kekuasaan mereka, sekaligus memastikan bahwa setiap barang yang digunakan menjadi simbol status yang tidak bisa dipisahkan dari nama Langkat.

Saat ini, barang-barang peninggalan Kesultanan Langkat yang masih tersisa dapat dilihat dan dinikmati sebagai warisan budaya. Barang-barang tersebut, termasuk jam tangan, Cincin, Bros, dan guci, bukan hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga estetika yang mencerminkan kemewahan dan kekayaan masa lalu.

Kesultanan Langkat telah meninggalkan jejak yang jelas tentang kemewahan dan kemodernan pada abad ke-20 melalui barang-barang berbranding mereka. Dengan menggunakan branding sebagai alat untuk memperkuat identitas, Kesultanan Langkat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar berkuasa secara ekonomi, tetapi juga inovatif dalam memanfaatkan perkembangan terkini untuk menjaga dan meningkatkan status mereka.

Secara keseluruhan, Kesultanan Langkat bukan hanya dikenal sebagai pusat kemewahan dan kekayaan, tetapi juga sebagai contoh awal dari penerapan branding untuk menciptakan nilai dan eksklusivitas dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Selengkapnya
1 67 68 69
Page 69 of 69