close

Ijra Lubis

DAERAHNASIONAL

Menindaklanjuti Asta Cita Presiden Dan Wakil Presiden, Rutan Tarutung Gelar Rapat 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Tarutung – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung menggelar sosialisasi mengenai Asta Cita Presiden Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, serta rapat dinas penguatan tugas dan fungsi sebagai bentuk menindaklanjuti perintah harian dan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini di hadiri pejabat struktural, staf dan regu pengamanan yang bertempat di aula Rutan, Sabtu (02/11/2024).

Dalam arahannya kepada seluruh pegawai, Kepala Rutan Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring menyampaikan pentingnya pemahaman akan Asta Cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai langkah konkret membangun komitmen pegawai.

“kita dituntut untuk meningkatkan pelayanan publik yang berbasis HAM, bebas dari narkoba, korupsi, dan pungli dalam mewujudkan visi dan misi pemerintahan yang baru sekaligus mewujudkan komitmen pelaksanaan tugas pemasyarakatan melalui Panca Carana Laksya sebagai panduan kita dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang lebih transparan dan profesional di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Karutan.

Lebih lanjut Karutan menyampaikan Pemberantasan peredaran Narkoba merupakan salah satu program dari “13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan”.

“Narkoba musuh kita bersama maka dari itu perlu disusun dan dimantapkan kembali mitigasi resiko terkait peredaran Narkoba diantaranya melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap SOP pemeriksaan orang dan badan, pengawasan dan penempatan CCTV di area-area rawan.

Terkait Program Ketahanan Pangan Karutan menyampaikan pemanfaatan ruang di luar Rutan dengan program sarana asimilasi dan edukasi (SAE) untuk Pertanian dan area tembok dalam (brandgang) untuk lahan perikanan.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan setiap subseksi terkait program yang sudah berjalan dan yang akan dijalankan sebagai tindak lanjut terhadap 13 Program Akselerasi dan Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dimulai dari Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan dan Kasubsi Pengelolaan, Mian H.R. Simarmata.

Tutup rapat dinas, Karutan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Rutan Tarutung yang sudah bekerja dan menjalankan tugas pokok dan fungsi selama ini dengan baik serta mengajak kepada seluruh jajaran untuk berkomitmen memberantas Narkoba serta menciptakan Warga Binaan yang lebih produktif selaras dengan 13 Program Akselerasi dan wujud Misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045.

Selengkapnya
BUDAYA

Pesanggrahan Siak: Jejak Sejarah Hubungan Diplomatik Kesultanan Langkat dan Siak

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Kesultanan Langkat, yang pernah menjadi kekuatan besar di Sumatra Timur, dikenal dengan hubungan baiknya dengan kerajaan-kerajaan lain. Melalui pernikahan dan kerjasama bilateral dalam pemerintahan serta perdagangan, Kesultanan Langkat membangun jaringan yang kuat, yang masih terlihat hingga kini.

Salah satu peninggalan bersejarah dari era tersebut adalah Pesanggrahan Siak yang terletak di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pesanggrahan ini merupakan saksi bisu dari hubungan erat antara Kesultanan Langkat dan Kesultanan Siak.

Pesanggrahan ini dibangun oleh Sultan Musa Al Holidi Naqsabandiyah sebagai tempat peristirahatan bagi para pembesar Kesultanan Siak saat mereka berkunjung ke Langkat dan Aceh. Bangunan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para tamu yang datang dari jauh.

Strategisnya lokasi Pesanggrahan Siak, yang hanya beberapa meter dari Istana Darul Aman dan Darus Salam, membuat akses antara istana dan pesanggrahan sangat mudah. Hal ini memudahkan para sultan dan tamu untuk berkunjung dan berinteraksi satu sama lain.

Menurut Tengku Ony, salah satu cucu Sultan Langkat ke-III, Sultan Machmud Djalial Rahmadsyah, pembangunan pesanggrahan ini berkaitan erat dengan hubungan keluarga antara Sultan Musa dan Sultan Siak. Pesanggrahan tersebut menjadi simbol persaudaraan di antara kedua kesultanan.

Hubungan antara Kesultanan Siak dan Langkat mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Ahmad (1818-1840) dan terus berkembang di bawah Sultan Musa Muadamsyah (1840-1893). Sultan Musa, yang memiliki ikatan keluarga dengan Sultan Siak, dari ibunya putri Kesultanan Siak yang bernama Tengku Kana (T.Biah), sambungnya. 

Sultan Musa lahir dan dibesarkan di Istana Siak, di mana ia dilatih dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan, budaya, dan ilmu perang. Hal ini menjadikannya pemimpin yang hebat dan berpengaruh pada masanya.

Sepanjang pemerintahan Sultan Musa, hubungan diplomatik dan persaudaraan terus dijalin hingga masa Sultan Azis dan Sultan Machmud Djalial Rahmadsyah. Ikatan ini membuktikan pentingnya hubungan antar kesultanan dalam sejarah.

Arsitektur Pesanggrahan Siak menunjukkan perpaduan gaya Eropa dan Melayu, dengan bangunan berbentuk empat persegi panjang. Meskipun waktu berlalu, pesanggrahan ini tetap kokoh berdiri, mengingatkan kita akan masa kejayaan Kesultanan Langkat.

Jendela-jendela panjang dan lubang angin yang menghiasi setiap dinding rumah pesanggrahan menambah daya tarik bangunan ini. Menurut Tengku Ony, keindahan dan kekokohan bangunan ini adalah bukti nyata dari warisan budaya yang harus dilestarikan.(hj)

editor=ijra

Selengkapnya
NASIONALDAERAH

Sosialisasi Pekerjaan Reklamasi dan Persiapan DSP EMP Gebang di Desa Bubun

Jejaknegeriku.id,Langkat-Kegiatan sosialisasi pekerjaan reklamasi dan persiapan DSP EMP Gebang yang diadakan pada Selasa sore, di aula kantor deda Bubun kecamatan  Tanjungpura Kab.Langkat, (29 Oktober 2024) 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditia, Danramil Iman Batubara, Kapolsek AKP Zul Iskandar, serta kepala desa dari beberapa wilayah.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menjalin komunikasi terbuka antara EMP Gebang dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Forkopimca menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proyek ini agar dapat memberikan masukan yang konstruktif. Masyarakat diharapkan dapat memahami detail pekerjaan reklamasi yang akan dilakukan.

Pemaparan mengenai proyek ini disampaikan oleh PT Aquanur, kontraktor pelaksana. Mereka menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil dalam reklamasi serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.

Dukungan dari Forkopimca sangat penting, mengingat proyek reklamasi ini merupakan bagian dari Objek Vital Nasional. Iman Batubara, Danramil Tanjung Pura, menyatakan, “Pekerjaan ini harus kita dukung secara penuh, karena akan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan pendapatan negara.”

Masyarakat pun memberikan respon positif. Syahrial, salah satu warga Bubun, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas manfaat yang sudah dirasakan dari perataan jalan yang dilakukan EMP Gebang. “Semoga pekerjaan reklamasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Kontraktor PT Aquanur juga menambahkan bahwa proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga diharapkan dapat mengurangi pengangguran di daerah tersebut. Ini menjadi salah satu fokus dari EMP Gebang untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Kepala Desa Bubun, A. Mirwan P.A, menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam sosialisasi ini. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mendukung proyek ini demi kemajuan bersama.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang menandai komitmen semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung proyek reklamasi ini. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi Desa Bubun dan sekitarnya.(hj) 

Editor=ijrah

Selengkapnya
NASIONALDAERAH

Mirisnya Kehidupan Kisdi di Gubuk Tak Layak Huni di Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Di Kabupaten Langkat, kisah memilukan seorang warga bernama Kisdi menjadi potret kehidupan yang terabaikan oleh perhatian pemerintah. Selama tiga tahun, Kisdi beserta keluarganya tinggal di gubuk berukuran dua kali dua meter, yang berdinding spanduk bekas dan beratapkan daun nipah. Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, mereka terus berjuang untuk bertahan hidup.

Kisdi, yang tinggal di Desa Cure Utara, Kecamatan Babalan, kabupaten Langkat, mengaku harus berjuang keras di bawah teriknya matahari dan guyuran hujan. Bersama istri dan ketiga anaknya, mereka mengandalkan rumah yang tidak layak huni sebagai tempat berlindung. Meskipun lingkungan sekitar dikelilingi kebun sawit, kehidupan mereka jauh dari kata layak.

Sebagai kepala keluarga, Kisdi melakukan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memperbaiki tempat tinggal mereka yang sangat minim. Keterbatasan ekonomi membuatnya pasrah dengan kondisi yang ada, meskipun terkadang hujan deras mengguyur gubuk mereka.

“Ketika cuaca buruk datang, gubuk yang kami huni goyang dan rentan roboh. Dalam situasi tersebut, saya terpaksa membawa anak-anaknya turun dari gubuk untuk mencari perlindungan. Kecemasan akan keselamatan keluarga selalu menghantui pikiran saya terutama saat angin kencang berhembus, “ucap. Kisdi. 

Tanah tempat mendirikan gubuk ini adalah warisan dari mertua saya, meskipun hanya beberapa rantai. Kami pernah berpindah-pindah dan merantau demi mencari kehidupan yang lebih baik, tetapi selalu berakhir di tempat yang sama. Kini, saya merasa terjebak dalam  kemiskinan yang sulit untuk diatasi.

Dengan segala keterbatasan yang ada, sata berharap ada pihak yang mau membantu keluarga saya.  “Saya sangat mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya yang masih kecil, tinggal di pondok yang tidak aman. Harapan akan bantuan menjadi satu-satunya pegangan bagi saya agar bisa hidup lebih layak, ” Ungkapnya. 

Dari pantawan media, Kisdi dan keluarganya dalah contoh nyata dari banyak keluarga lain di Langkat yang hidup dalam kesulitan. Sudah saatnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat diberikan untuk mengatasi permasalahan ini, agar tidak ada lagi kisah miris seperti ini di masa depan. Kesejahteraan masyarakat yang terpinggirkan harus menjadi prioritas agar mereka bisa hidup dengan aman dan layak.(hj)

editor=ijrah

Selengkapnya
DAERAH

Pelantikan Pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura: Membangun Sinergi untuk Desa

Tanjung Pura, 25 Oktober 2024 – Pelantikan pengurus Asosiasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Tanjung Pura (DPK APDESI) berlangsung di aula kantor camat, di mana Drs. Muhammad Kasim dilantik sebagai ketua. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh empat anggota DPRD Langkat serta berbagai tokoh penting.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua APDESI Langkat, Hasan Basri, MUI Kecamatan Tanjung Pura, Ridwan, Al-Hidayah, ibu PKK, serta kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menandakan dukungan kuat terhadap pengurus baru.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan dari DPC APDESI Langkat oleh Hasan Basri. Ia secara resmi melantik pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura dan menyerahkan surat keputusan kepada mereka.

Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD dari berbagai fraksi, termasuk PDIP, Partai Persatuan Pembangunan, dan PKS, serta tokoh agama dan masyarakat. Keberagaman peserta menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Drs. Muhammad Kasim mengingatkan kepada rekan-rekannya tentang amanah yang diemban. Ia menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan baik demi kemajuan desa.

Kasim menambahkan bahwa ke depannya, APDESI akan berbeda dengan organisasi sejenis. Ia berencana menggelar kegiatan keagamaan, seperti perayaan hari besar Islam dan pengajian akbar yang dipelopori oleh APDESI.

Selain itu, Kasim juga mengusulkan penyelenggaraan festival lagu Melayu dan dangdut untuk mengangkat budaya lokal dan potensi generasi muda di desa-desa. Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni budaya.

Ia menghimbau kepada DPRD dan seluruh kepala desa untuk lebih memprioritaskan pembangunan di desa-desa terpencil, seperti Bubun, Tapak Kuda, Kwala Serapuh, dan Kwala Langkat. Dengan demikian, pembangunan dapat lebih merata dan terarah.

Hasan Basri, Ketua DPC APDESI Se-Kabupaten Langkat, menyatakan bahwa organisasi ini bukan hanya memberi sinyal kepada kepala desa, tetapi juga melibatkan perangkat desa. Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi juga memberikan ucapan selamat atas pelantikan ini. Ia mengharapkan pengurus baru dapat menjalin hubungan baik antar kepala desa dan bersinergi untuk memajukan 18 desa di Kecamatan Tanjung Pura.

Pengurus APDESI yang baru dilantik terdiri dari Ketua Drs. M. Kasim, Wakil Ketua Muhammad Syafri, Wakil Ketua Lasniardi, Sekretaris Riza Ansyari, dan Bendahara Muhammad Taufik. Dengan pengurus baru ini, diharapkan APDESI dapat menjadi motor penggerak dalam pembangunan desa.

Dengan semangat baru, diharapkan pengurus APDESI Kecamatan Tanjung Pura dapat memberikan kontribusi positif dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat pembangunan desa di wilayah ini.(hj)

editor=iijrah

Selengkapnya
DAERAH

Polres Langkat lakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku Curas

Jejaknegeriku. Id, Langkat,Sat Reskrim Polres Langkat dibantu personil SUBDIT 3 DITRESKRIMUM dan Pers. DITINTELKAM Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Dan Atau Undang-Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 pada saat keterangan pers hari Rabu (16/10/2024).

Terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Dan Atau Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 (Senpi) berinisial AP warga Marelan ditangkap pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2024 pukul 20.30 wib ditempat persembunyiannya di Kota Lubuk Pakam dan terhadap pelaku dilakukan Tindakan Tegas Terukur.

Pelaku berinisial AP merupakan pelaku utama Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 (Senpi) terhadap korban bernama Rodianto (40) warga Kecamatan Pante Raja Kabupaten Pidie Jaya Aceh yang terjadi pada hari Selasa tanggal 24 September 2024 sekitar pukul 15.00 wib dikota Stabat Kabupaten Langkat.

Pelaku berinisial AP bersama 4 orang pelaku lainnya masih DPO melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban sedang membawa kendaaraan Colt diesel bermuatan beras sebanyak 10 Ton, dengan kejadian pada saat korban perkir dikota Stabat didatangi pelaku mengaku petugas dan memaksa korban dibawa ke arah Binjai melalui jalan Tol, setibanya di jalan Tandem korban disekap dan ditutup matanya serta tangan diborgol kebelakang dan pelaku mengambil barang-barang milik korban berupa HP dan Dompet.

Dan Selanjutnya tepatnya di jalan Tol Binjai korban diturunkan yang kemudian pelaku membawa truk Colt Diesel bermuatan beras dibawa ke arah Medan dan korban meminta bantuan PJR di gerbang Toll Binjai.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si melalui Kasi Humas Akp Rajendra Kusuma menegaskan : “Jajaran Polres Langkat berkomitmen akan melakukan Tindakan Tegas Terukur terhadap pelaku Curas dan kejahatan kekerasan dijalan, tegas Kasi Humas.

Selengkapnya
PARIWISATA

Menghidupkan Kembali Seni dan Budaya Melayu Melalui Lomba Tari Tradisional di Langkat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat menggelar Lomba Tari Tradisional di Museum Daerah Kabupaten Langkat, yang berlangsung di Kecamatan Tanjungpura. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali seni dan budaya Melayu di tengah masyarakat, serta memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka.

Lomba ini diikuti oleh 28 peserta dari tingkat SLTP, 23 peserta dari SLTA, dan 5 peserta dari kategori umum. Selama tiga hari, mulai dari hari Rabu hingga Jumat, para peserta menampilkan berbagai tarian tradisional Melayu yang penuh makna dan nilai-nilai budaya.

Para penari menunjukkan kualitas dan kreativitas yang mengesankan, mempertahankan unsur tradisi dan tatanan tari Melayu. Penonton pun memberikan sambutan hangat dengan sorakan ketika melihat aksi para penari, yang menampilkan bakat luar biasa yang selama ini terpendam akibat minimnya kompetisi di daerah tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni tari Melayu. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan dapat memahami lebih dalam tentang adat istiadat serta tata cara menari yang benar.

Setiap penampilan tidak hanya dinilai berdasarkan teknik, tetapi juga mendapatkan masukan dari para mentor yang berpengalaman. Hal ini memberikan pembelajaran berharga bagi peserta tentang berbagai tata cara tari Melayu yang sesuai dengan norma dan nilai budaya setempat.

Dewi, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perlombaan ini. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dengan adanya perlombaan tari Melayu tingkat Kabupaten Langkat, kami dapat menyalurkan hobi dan bakat kami sebagai generasi muda.”

Peserta juga belajar mengenai norma-norma yang harus dijaga saat menari, seperti larangan bersentuhan antara penari laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam tari Melayu.

Acara pembukaan lomba ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Camat Tanjungpura, Kapolsek, Danramil, tokoh adat, serta dewan guru dan masyarakat setempat, yang semuanya menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya Melayu.

Selengkapnya
1 69 70 71 72
Page 71 of 72