Jelajahnegeriku.id,Langkat-Kesultanan Langkat, yang pernah menjadi kekuatan besar di Sumatra Timur, dikenal dengan hubungan baiknya dengan kerajaan-kerajaan lain. Melalui pernikahan dan kerjasama bilateral dalam pemerintahan serta perdagangan, Kesultanan Langkat membangun jaringan yang kuat, yang masih terlihat hingga kini.
Salah satu peninggalan bersejarah dari era tersebut adalah Pesanggrahan Siak yang terletak di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pesanggrahan ini merupakan saksi bisu dari hubungan erat antara Kesultanan Langkat dan Kesultanan Siak.
Pesanggrahan ini dibangun oleh Sultan Musa Al Holidi Naqsabandiyah sebagai tempat peristirahatan bagi para pembesar Kesultanan Siak saat mereka berkunjung ke Langkat dan Aceh. Bangunan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para tamu yang datang dari jauh.
Strategisnya lokasi Pesanggrahan Siak, yang hanya beberapa meter dari Istana Darul Aman dan Darus Salam, membuat akses antara istana dan pesanggrahan sangat mudah. Hal ini memudahkan para sultan dan tamu untuk berkunjung dan berinteraksi satu sama lain.
Menurut Tengku Ony, salah satu cucu Sultan Langkat ke-III, Sultan Machmud Djalial Rahmadsyah, pembangunan pesanggrahan ini berkaitan erat dengan hubungan keluarga antara Sultan Musa dan Sultan Siak. Pesanggrahan tersebut menjadi simbol persaudaraan di antara kedua kesultanan.
Hubungan antara Kesultanan Siak dan Langkat mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Ahmad (1818-1840) dan terus berkembang di bawah Sultan Musa Muadamsyah (1840-1893). Sultan Musa, yang memiliki ikatan keluarga dengan Sultan Siak, dari ibunya putri Kesultanan Siak yang bernama Tengku Kana (T.Biah), sambungnya.
Sultan Musa lahir dan dibesarkan di Istana Siak, di mana ia dilatih dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan, budaya, dan ilmu perang. Hal ini menjadikannya pemimpin yang hebat dan berpengaruh pada masanya.
Sepanjang pemerintahan Sultan Musa, hubungan diplomatik dan persaudaraan terus dijalin hingga masa Sultan Azis dan Sultan Machmud Djalial Rahmadsyah. Ikatan ini membuktikan pentingnya hubungan antar kesultanan dalam sejarah.
Arsitektur Pesanggrahan Siak menunjukkan perpaduan gaya Eropa dan Melayu, dengan bangunan berbentuk empat persegi panjang. Meskipun waktu berlalu, pesanggrahan ini tetap kokoh berdiri, mengingatkan kita akan masa kejayaan Kesultanan Langkat.
Jendela-jendela panjang dan lubang angin yang menghiasi setiap dinding rumah pesanggrahan menambah daya tarik bangunan ini. Menurut Tengku Ony, keindahan dan kekokohan bangunan ini adalah bukti nyata dari warisan budaya yang harus dilestarikan.(hj)
editor=ijra







