Jelajahnegeriku.id,Langkat-Di Kabupaten Langkat, kisah memilukan seorang warga bernama Kisdi menjadi potret kehidupan yang terabaikan oleh perhatian pemerintah. Selama tiga tahun, Kisdi beserta keluarganya tinggal di gubuk berukuran dua kali dua meter, yang berdinding spanduk bekas dan beratapkan daun nipah. Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, mereka terus berjuang untuk bertahan hidup.
Kisdi, yang tinggal di Desa Cure Utara, Kecamatan Babalan, kabupaten Langkat, mengaku harus berjuang keras di bawah teriknya matahari dan guyuran hujan. Bersama istri dan ketiga anaknya, mereka mengandalkan rumah yang tidak layak huni sebagai tempat berlindung. Meskipun lingkungan sekitar dikelilingi kebun sawit, kehidupan mereka jauh dari kata layak.
Sebagai kepala keluarga, Kisdi melakukan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memperbaiki tempat tinggal mereka yang sangat minim. Keterbatasan ekonomi membuatnya pasrah dengan kondisi yang ada, meskipun terkadang hujan deras mengguyur gubuk mereka.
“Ketika cuaca buruk datang, gubuk yang kami huni goyang dan rentan roboh. Dalam situasi tersebut, saya terpaksa membawa anak-anaknya turun dari gubuk untuk mencari perlindungan. Kecemasan akan keselamatan keluarga selalu menghantui pikiran saya terutama saat angin kencang berhembus, “ucap. Kisdi.
Tanah tempat mendirikan gubuk ini adalah warisan dari mertua saya, meskipun hanya beberapa rantai. Kami pernah berpindah-pindah dan merantau demi mencari kehidupan yang lebih baik, tetapi selalu berakhir di tempat yang sama. Kini, saya merasa terjebak dalam kemiskinan yang sulit untuk diatasi.
Dengan segala keterbatasan yang ada, sata berharap ada pihak yang mau membantu keluarga saya. “Saya sangat mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya yang masih kecil, tinggal di pondok yang tidak aman. Harapan akan bantuan menjadi satu-satunya pegangan bagi saya agar bisa hidup lebih layak, ” Ungkapnya.
Dari pantawan media, Kisdi dan keluarganya dalah contoh nyata dari banyak keluarga lain di Langkat yang hidup dalam kesulitan. Sudah saatnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat diberikan untuk mengatasi permasalahan ini, agar tidak ada lagi kisah miris seperti ini di masa depan. Kesejahteraan masyarakat yang terpinggirkan harus menjadi prioritas agar mereka bisa hidup dengan aman dan layak.(hj)
editor=ijrah





