close

BUDAYA

BUDAYA

Pj. Bupati Langkat Resmi Lepas Karnaval Budaya 14 Etnik Meriahkan HUT ke-275 Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Penjabat Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, melalui Asisten Administrasi Umum, Musti, SE, M.Si, secara resmi melepas peserta Karnaval Budaya 14 etnik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-275 Kabupaten Langkat. Acara yang berlangsung di Jalan Proklamasi, tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, pada Kamis (16/1/2025), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Karnaval budaya ini diikuti oleh perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Langkat, masing-masing menampilkan keunikan budaya daerahnya. Peserta memamerkan ragam pakaian adat, tarian tradisional, serta seni kreasi khas dari 14 etnik yang ada di Langkat, mencerminkan kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Musti, SE, M.Si, PJ Bupati Langkat menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal melalui kegiatan ini. “Karnaval Budaya 14 etnik ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat identitas budaya Langkat. Kekayaan budaya ini adalah aset besar yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Musti.

Antusiasme masyarakat tampak luar biasa, dengan ribuan warga yang memadati lokasi acara. Penampilan para peserta karnaval, yang mengenakan kostum warna-warni dan mengarak kendaraan hias, memukau penonton dan menambah semarak suasana perayaan.

Kegiatan karnaval budaya ini akan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta terbaik di panggung Alun-alun Tengku Amir Hamzah. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan keunikan yang ditampilkan selama karnaval.

Perayaan HUT ke-275 Kabupaten Langkat tahun ini diharapkan menjadi momen yang memperkuat semangat kebersamaan dan cinta budaya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya daerah.(hj)

Selengkapnya
BUDAYA

Pj Bupati Langkat Buka Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM: Dorong Kolaborasi dan Pengendalian Inflasi

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Penjabat Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, secara resmi membuka Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-275 Kabupaten Langkat. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Rabu (15/1/2025), ini mengusung tema “Berkolaborasi Dalam Rangka Membangun Kabupaten Langkat.”

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Ny. Uke Retno Wahyuni Faisal Hasrimy, Faisal Hasrimy menegaskan pentingnya momentum HUT untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Hari ini menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk meningkatkan kolaborasi, khususnya melalui pemberdayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Harapan kami, kegiatan ini dapat menggerakkan perekonomian dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Langkat,” ujar Faisal.

Ia juga menargetkan selama tiga hari pelaksanaan pameran, yakni 15-17 Januari 2025, perputaran ekonomi dapat mencapai Rp5-6 miliar, dengan kontribusi UMKM sebesar Rp2 miliar per hari.

Pameran ini menampilkan berbagai inovasi pembangunan daerah serta produk unggulan UMKM Langkat, termasuk kerajinan, kuliner, dan inovasi lokal lainnya. Masyarakat tampak antusias mengunjungi stan-stan yang menawarkan berbagai hasil kreativitas.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Langkat meninjau sejumlah stan Forkopimda, termasuk Polres Langkat, Kodim 0203/LKT, Yonif 8 Marinir, Kejaksaan Negeri Langkat, dan BNN Langkat. Beliau kagum dan mengapresiasi kekompakan serta kolaborasi Forkopimda dalam turut memeriahkan HUT ke-275 Kabupaten Langkat ini.

Selain pameran, acara ini turut diramaikan dengan hiburan, lomba kesenian tradisional, dan edukasi seputar program pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Faisal juga mengingatkan pentingnya mengenang sejarah dengan melaksanakan ziarah ke makam tokoh penting pendiri Kabupaten Langkat sebagai rangkaian awal perayaan HUT.

Hadir dalam acara ini unsur Forkopimda Plus Kabupaten Langkat, Sekdakab Langkat, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Ny. Ayu David Triyo Prasojo, Kakan Kemenag Langkat, Ketua MUI Langkat, tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat etnis, serta pimpinan perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta.

Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM ini diharapkan menjadi wadah yang strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan dan menggerakkan roda ekonomi Kabupaten Langkat.(hj)

Selengkapnya
NASIONALBUDAYA

Keindahan Kolam Renang Sultan Langkat yang Tertinggal di Tengah Pemukiman Warga

Jelajahnegeri.id,Langkat-Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan pada abad ke-18, ketika informasi dan alat masih sulit didapatkan, Kesultanan Langkat pada masa itu berhasil menunjukkan kemewahan yang luar biasa. Salah satu bukti kejayaan tersebut adalah sebuah kolam renang yang megah dan indah yang dibangun jauh sebelum zaman modern seperti sekarang.

Kolam renang yang kini terletak di Jalan Syehk Muhammad Yusuf, Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kabupaten Langkat ini menjadi saksi bisu kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya. Meskipun saat ini kolam tersebut sudah tertutup rerumputan dan pohon pisang, bentuk dan ukuran kolam yang masih terlihat kokoh menggambarkan betapa luar biasanya desain yang dibuat pada masa itu. Kolam ini memiliki lebar 40 meter dan panjang 50 meter, menjadikannya sebagai salah satu kolam renang terbesar di jamannya.

Menurut informasi dari Tengku Ony Cucuk Sultan Machmud Sultan Langkat ke-III, kolam renang ini dibangun oleh Sultan Musa dan digunakan khusus untuk keluarga kerajaan serta kerabat terdekat Sultan Langkat. Kolam ini memang memiliki tempat yang sangat istimewa, dengan berbagai fasilitas yang menunjukkan kemewahan pada zaman itu.

Di masa kejayaannya, kolam renang ini menjadi tempat favorit bagi permaisuri dan anak-anak Sultan Langkat untuk mandi. Bahkan sebelum mereka memasuki kolam, permaisuri dan anak-anak Sultan akan mengenakan minyak wangi atau temuah-rempah wangi yang menyebar harum ke seluruh penjuru area sekitar kolam. Hal ini menambah kesan mewah pada suasana di sekitar kolam renang.

Tengku Ony mengenang masa lalu dengan penuh kekaguman, “Bayangkan, kolam renang ini bentuknya begitu indah, bahkan lebih indah dari kolam renang yang ada saat ini yang pernah saya lihat,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa bentuk kolam renang tersebut memiliki empat sisi yang sangat simetris dan bernilai sejarah tinggi, yang sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang.

Pada bagian depan dan belakang kolam, terdapat tangga masuk yang semakin memperlihatkan kesan kemewahan dan keindahan kolam tersebut. Di bagian belakang kolam, terdapat sebuah ruang tunggu yang nyaman bagi mereka yang ingin bersantai menunggu para kerabat yang sedang mandi. Semua ini menunjukkan betapa besar perhatian Sultan Langkat terhadap kenyamanan dan kemewahan bagi keluarganya.

“Ini tidak bisa saya bayangkan, betapa hebatnya nenek moyang saya dulu yang dapat berpikir untuk membangun kolam renang yang sampai saat ini masih terlihat mewah, meskipun tidak lagi difungsikan seperti dulu,” tambah Tengku Ony dengan nada penuh kekaguman.

Kolam renang yang dulunya menjadi simbol kemewahan Kesultanan Langkat ini memang mencerminkan kejayaan kerajaan tersebut. Pada masa itu, segala sesuatunya serba terbatas, baik informasi maupun teknologi, namun Sultan Langkat mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan menjadi kebanggaan pada jamannya.

Tengku Ony juga mengungkapkan, “Dulu ibu saya pernah mandi di kolam ini. Kata ibu saya, kolam ini memiliki kedalaman yang bervariasi, ada bagian yang dangkal untuk anak-anak dan ada juga bagian yang lebih dalam untuk orang dewasa.” Hal ini menunjukkan betapa canggihnya desain kolam renang tersebut, sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

Kolam renang ini adalah bukti nyata bagaimana Kesultanan Langkat mampu menciptakan kemewahan dan kebesaran meskipun di tengah keterbatasan zaman. Keberadaan kolam ini memperlihatkan seberapa majunya pemikiran Sultan Langkat dalam membangun fasilitas yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Namun, di balik keindahan dan kemewahannya, kolam renang ini kini terlupakan. “Sayangnya, kolam peninggalan ini tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan begitu saja. Rasanya sangat disayangkan, karena ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga,” ujar Tengku Ony dengan nada kesal.

Kolam yang dulunya menjadi pusat aktivitas keluarga Sultan Langkat kini hanya bisa dikenang. Masyarakat setempat sering melewatinya, namun tak banyak yang mengetahui sejarah dan keindahan yang tersimpan di balik kolam tersebut. Sebuah simbol kejayaan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan agar bisa menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan.

Kolam renang Sultan Langkat yang terlupakan ini adalah sebuah warisan sejarah yang patut mendapat perhatian lebih, agar generasi mendatang dapat merasakan dan menghargai kekayaan budaya yang pernah ada. Keberadaan kolam ini harus menjadi pengingat akan betapa majunya Kesultanan Langkat di masa lalu, dan betapa pentingnya untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada.(hj)

Selengkapnya
BUDAYADAERAH

DYMM Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmad Syah Laksanakan Ziarah dan Tepung Tawar di Masjid Azizi Tanjungpura sebagai Wujud Silaturahmi dan Doa untuk Kemakmuran Langkat

DYMM Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmad Syah melaksanakan prosesi zirah dan tepung tawar sedingin di Masjid Azizi Tanjungpura, Langkat, yang menandakan penetapannya sebagai Sultan Langkat IV. Acara ini merupakan simbol sahnya penggantian Sultan Langkat sebelumnya, Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah (Sultan Langkat III). Sultan Harimugaya sendiri adalah cucu langsung dari Sultan Machmud, dan kini dipercaya untuk memimpin Kesultanan Langkat.

Setibanya di Masjid Azizi, Sultan Harimugaya disambut dengan penuh antusiasme oleh ratusan masyarakat Langkat. Sebagai tanda rasa syukur kepada Allah atas segala berkah yang diberikan kepada Bumi Langkat, Sultan Harimugaya langsung melaksanakan sholat tahyatul masjid. Sholat ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kebesaran Tuhan yang telah menjaga dan memberkahi wilayah Langkat.

Setelah melaksanakan sholat, Sultan Harimugaya melanjutkan dengan berziarah ke makam orang tuanya, Tengku Yahya, serta makam para pemimpin Langkat terdahulu, seperti Sultan Musa Muadzam Syah, Sultan Azis Djalil Rahmad Syah, dan Sultan Machmud Djalil Rahmad Syah, serta makam ulama dan juga mufti di jaman kesultan langkat Syekh Muhammad Yusuf yang semuanya terletak di kompleks pemakaman Masjid Azizi. Ziarah ini menjadi momen penting dalam mengingat jasa para pendahulu yang telah berjuang untuk kemajuan Langkat.

Proses tepung tawar yang diadakan di dalam Masjid Azizi kemudian dimulai dengan dihadiri oleh perangkat Kesultanan Negeri Langkat, para datok, tokoh Melayu, dan masyarakat adat. Tepung tawar merupakan ritual yang penuh makna, yang menandakan pengesahan Sultan Harimugaya sebagai pemimpin yang sah dalam Kesultanan Langkat.

Acara ini juga memiliki nilai simbolis yang sangat penting. Selain menegaskan legitimasi Sultan Harimugaya sebagai Sultan Langkat IV, acara tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat dan melestarikan tradisi adat Melayu Langkat yang sudah turun-temurun. Proses ini sekaligus memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara kesultanan dengan masyarakat dan adat yang ada di Langkat.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan Harimugaya memberikan amanat kepada seluruh perangkat kesultanan, datok, dan tokoh masyarakat Melayu untuk segera membentuk Kerapatan Kesultanan Negeri Langkat. Ini bertujuan untuk mempererat ikatan antar perangkat kesultanan dan memperkuat fungsi kesultanan sebagai pemersatu masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Sultan Harimugaya juga menunjuk Datok Seri Dr. Drs. OK Hendry Al Hajj sebagai Kepala Bantasul Kesultanan Negeri Langkat (Datok Cempa), serta Datok Sri Prof. Dr. Ansyari Yamamah Al Hajj sebagai Koordinator Pembentukan Kerapatan Adat. Pembentukan Kerapatan Adat ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membahas berbagai hal terkait pelestarian adat dan budaya Langkat.

Selain itu, Sultan Harimugaya juga memerintahkan agar badan yang berfokus pada kemakmuran Masjid Azizi Tanjungpura segera dibentuk. Badan ini akan bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengelolaan masjid, serta memastikan bahwa masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat Langkat.

Dalam penutupan acara, Sultan Harimugaya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Hal ini diharapkan dapat membawa Langkat semakin maju, sejahtera, dan harmonis, dengan tetap menjaga warisan budaya yang ada sebagai landasan kehidupan masyarakat Langkat. Acara ini menandakan dimulainya era baru di bawah kepemimpinan Sultan Harimugaya, dengan harapan dapat membawa perubahan yang positif bagi Negeri Langkat.

Perdana menteri kesultanan negeri langkat Wan Kepi menyebutkan, hari ini kita melaksanakan acara silaturahim antara masyarakat Langkat perangkat kesultan langkat mendoa kan sultan dan masyarakat Langkat. 

Lanjutnya lagi kepi berharap agar masyarakat langkat betul-betul belajar tentang sejarah, adat budaya langkat agar terbohongi oleh orang-orang tertentu, “ujarnya.

Selengkapnya
RAGAMBUDAYA

Polsek Tanjung Pura Laksanakan Giat Jum’at Berkah, Bagikan Nasi Kotak kepada Warga dan Penarik Becak Bermotor

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Polsek Tanjung Pura melaksanakan kegiatan Jum’at Berkah dengan membagikan nasi kotak kepada warga masyarakat sekitar, terutama penarik becak bermotor, di Pekan Tanjung Pura, pada Jumat, 13 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan di wilayah hukum Polsek Tanjung Pura.

Kapolsek Tanjung Pura, AKP Zul Iskandar Ginting, memimpin langsung pembagian nasi kotak tersebut dengan turun ke jalan bersama anggotanya. Sebanyak 55 bungkus nasi kotak dibagikan kepada warga, dengan prioritas kepada para penarik becak bermotor dan pemulung yang biasa beraktivitas di sekitar pekan tersebut.

Kapolsek Zul Iskandar Ginting mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan warga, terutama mereka yang bekerja keras sebagai penarik becak dan pemulung. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban mereka,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat setempat. Para penerima bantuan, terutama penarik becak dan pemulung, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Tanjung Pura.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berjalan dengan aman dan kondusif. Warga merasa senang dan terbantu dengan adanya aksi sosial yang dilakukan oleh Polsek Tanjung Pura. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari tugas Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.(hj)

editor=ijrah

Selengkapnya
RAGAMBUDAYA

Penulis:Muhammad Hijrah Lubis

Hj. Endang Kembali Ziarah ke Makam Sultan Langkat, Komitmen Angkat Sejarah Lokal

Jelajahnegeriku.id, Langkat-Setelah kemenangan Suaminya Syah Afandin, menjadi Bupati Langkat, Hj. Endang, kembali untuk kedua kalinya melakukan ziarah ke makam Sultan Langkat dan ulama di kompleks makam Masjid Azizi, Tanjung Pura. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri Langkat yang telah berjasa membangun kejayaannya di masa lampau.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Syah Afandin, yang akan memimpin Langkat pada periode 2025–2030, untuk mengembalikan kejayaan Langkat seperti yang diraih para Sultan terdahulu. Hj. Endang berharap suaminya mampu mengikuti jejak kepemimpinan Sultan Musa, Sultan Azis, dan Sultan Machmud yang pernah membawa Langkat ke masa keemasannya.

Didampingi timnya, Hj. Endang memanjatkan doa untuk ketiga Sultan serta para ulama yang turut membesarkan Langkat melalui dedikasi dan doa mereka. “Ini bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada mereka yang telah mengharumkan nama Langkat di masa lalu. Semoga semangat mereka dapat menginspirasi kami untuk terus berjuang,” ujarnya.

Selain itu, Hj. Endang juga berkomitmen untuk mengangkat kembali cerita para Sultan Langkat serta sosok Permaisuri Masturah, istri Sultan Musa, yang memiliki peran besar di balik kesuksesan suaminya. Ia berencana memasukkan kisah-kisah mereka ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah serta melalui kegiatan PKK di Kabupaten Langkat.

“Kita tidak boleh hanya mengenal Amir Hamzah. Ada banyak tokoh hebat lainnya, seperti para Sultan dan Permaisuri Masturah, yang namanya jarang terangkat. Mereka semua adalah bagian penting dari sejarah besar Langkat,” tegas Hj. Endang.

Hj. Endang mengaku prihatin karena banyak kisah perjuangan para tokoh Melayu Langkat yang kurang dikenal luas. Ia berjanji akan bekerja keras untuk memperkenalkan sejarah besar ini kepada masyarakat, terutama generasi muda. “Ini warisan yang harus kita jaga dan kita perkenalkan agar anak cucu kita tidak lupa akan jasa mereka,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar ziarah ini dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi untuk dirinya sendiri. Sosok Permaisuri Masturah, yang dikenal mendukung penuh kepemimpinan Sultan Musa, menjadi teladan bagi Hj. Endang dalam mendukung suaminya membangun Langkat ke depan.

Dengan semangat yang sama, Hj. Endang berharap kepemimpinan Syah Afandin dapat membawa Langkat kembali dikenal sebagai kota agama dan pendidikan yang berjaya. Ia yakin Langkat memiliki potensi besar untuk mencapai masa depan yang gemilang, sebagaimana yang pernah dicapai para Sultan terdahulu.(hj) 

Selengkapnya
BUDAYADAERAHPENDIDIKAN

Hj. Endang Ziarah ke Makam Sultan Langkat dan Masturah, Sosok Wanita Hebat di Balik Kemajuan Langkat

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Hj. Endang, istri dari calon Bupati Langkat, Syah Afanden, mengunjungi makam Sultan Langkat dan Masturah, wanita luar biasa yang pernah mendampingi Sultan Musa dalam memimpin Langkat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menghormati sejarah dan mengenang perjuangan Masturah, sosok yang sangat berperan dalam kemajuan Langkat, terutama dalam bidang pendidikan..

Hj. Endang bersama Tim Satria berziarah ke makam para pendiri Langkat, termasuk Sultan Langkat T. Musa Al-Mu’azansyah dan keluarga besar Kesultanan Langkat, serta makam ulama besar Syeikh Muhammad Yusuf Mereka memanjatkan doa dan memberikan penghormatan atas jasa-jasa para pendiri negeri.

Selama berada di makam Masturah, Hj. Endang tak kuasa menahan air mata mendengar kisah tentang sosok wanita hebat tersebut. Masturah, yang merupakan istri Sultan Langkat pertama, dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita di wilayah Melayu pada abad ke-18. Dengan dedikasinya, Masturah memainkan peran kunci dalam membawa Langkat menjadi lebih maju, terutama dalam pendidikan yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

“Ibu Masturah adalah wanita yang luar biasa. Selain menjadi pendamping Sultan, beliau juga memikirkan pentingnya pendidikan untuk anak-anak Langkat, bahkan mendirikan sekolah pada abad ke-18 yang dikenal dengan nama Sekolah Masturah,” ujar Hj. Endang dengan penuh kekaguman. Masturah dikenal sebagai sosok yang memajukan pendidikan di Langkat dan memperjuangkan emansipasi wanita pada masanya, sehingga jasa-jasanya dikenang hingga saat ini.

Hj. Endang sangat terharu karena kisah perjuangan Masturah selama ini tidak banyak dipublikasikan atau diangkat dalam sejarah. “Kenapa cerita ini tidak pernah dipublikasikan? Masturah bahkan lebih hebat dari Kartini, perjuangannya untuk Langkat luar biasa. Kita harus mengenang dan mengangkat sejarah besar ini,” kata Endang, sambil meneteskan air mata. Endang menegaskan bahwa sudah saatnya sejarah dan perjuangan Masturah diperkenalkan kepada generasi muda.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk mengangkat sejarah Langkat, Hj. Endang berjanji akan memperkenalkan kisah Masturah melalui berbagai program, salah satunya melalui PKK. “Isyallah, jika suami saya terpilih menjadi Bupati, kami akan angkat sejarah Masturah ini. Jangan biarkan kisah ini hilang begitu saja. Generasi muda Langkat harus tahu bahwa pada abad ke-18, Langkat memiliki wanita hebat yang memperjuangkan kemajuan daerah ini,” tegas Endang.

Selain berziarah ke makam Masturah, Hj. Endang juga menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Sultan Langkat dan mendoakan arwah beliau serta keluarga kerajaan. Tak hanya itu, Endang juga berziarah ke makam Syeikh Muhammad Yusuf, ulama besar yang turut berperan dalam perkembangan Islam di Langkat.

Dalam ziarah tersebut, Hj. Endang menaburkan bunga di pusara Syeikh Muhammad Yusuf dan memanjatkan doa agar perjuangan para tokoh sejarah ini dapat menginspirasi masyarakat Langkat dalam mewujudkan kemajuan daerah yang lebih baik. “Semoga Allah SWT selalu memberi rahmat kepada para tokoh besar ini dan semangat mereka terus hidup di hati masyarakat Langkat,” ujar Hj. Endang.(hj)

editor=iijrah

Selengkapnya
1 2 3 4
Page 3 of 4