close

NASIONAL

NASIONAL

“Tersentuh Video Viral, Istri Bupati Langkat Hj. Endang Syah Afandin Janji Sekolahkan Korban Bully Hingga Tamat SLTA

Jelajahnegeriku.id, Langkat-Istri Bupati Langkat, Ny. Hj. Endang Syah Afandin, menunjukkan kepeduliannya yang mendalam terhadap dunia pendidikan dan nasib anak-anak korban perundungan. Jiwa keibuan Endang terpanggil setelah melihat video viral yang memperlihatkan seorang anak menjadi korban bullying di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Bersama timnya, ia langsung menyambangi rumah korban tersebut untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan nyata.

Kedatangan istri orang nomor satu di Kabupaten Langkat itu disambut hangat oleh keluarga korban, Kepala Desa Cempa, Sekcam Hinai, serta sejumlah warga yang turut hadir di kediaman keluarga korban. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut, terutama saat Hj. Endang menyalami dan menatap penuh kasih kedua anak korban bullying itu.

Dalam kesempatan itu, Hj. Endang yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Langkat menanyakan langsung kronologis kejadian yang sempat menghebohkan dunia maya. Ia mendengarkan dengan seksama penuturan kedua anak tersebut tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga video perundungan itu viral. Wajah keibuan Hj. Endang tampak jelas menunjukkan empati mendalam terhadap keduanya.

Setelah mendengar kisah dari korban, Hj. Endang menyampaikan pesan menyejukkan agar kejadian itu dijadikan pelajaran berharga. “Sudah ya, dengan adanya kejadian ini, kita ambil hikmahnya. Jangan ada dendam, jangan juga ada rasa ingin membalas. Jadikan ini pengalaman untuk menjadi anak yang lebih kuat dan bijak,” ujarnya lembut di hadapan keluarga korban.

Lebih lanjut, Hj. Endang berpesan agar anak-anak selalu berkomunikasi dengan orang tua atau keluarga sebelum mengambil keputusan apa pun. “Setiap kali kamu ingin melakukan sesuatu, bicarakan dulu dengan orang tua, nenek, atau paman. Supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi di kemudian hari,” tambahnya penuh nasihat.

Mendengar bahwa salah satu korban ternyata putus sekolah karena kedua orang tuanya merantau ke Malaysia, Hj. Endang langsung mengambil sikap tegas. Ia berjanji akan menanggung biaya pendidikan anak tersebut hingga tamat SLTA. “Kamu harus sekolah ya, Nak. Janji sama Ibu, mau sekolah lagi?” ucap Endang sambil menggenggam tangan anak itu dengan penuh kasih.

Momen haru pun terjadi ketika Hj. Endang dan sang anak saling mengaitkan jari kelingking sebagai tanda janji untuk terus bersekolah demi meraih cita-cita. “Ini janji ya, kamu harus sekolah, kejar impianmu. Di usia kamu ini, waktunya belajar dan menuntut ilmu. Jangan menyerah, masa depan kamu masih panjang,” tutur Endang dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum berpamitan, Hj. Endang kembali menegaskan harapannya agar kedua korban bullying tersebut tetap semangat menjalani hidup dan tidak kehilangan kepercayaan diri. “Ibu ingin kalian jadi anak-anak yang sukses, yang bisa membanggakan orang tua kalian nanti,” pesannya dengan penuh kasih. Aksi nyata Hj. Endang Syah Adandin ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat, yang menilai langkahnya mencerminkan sosok ibu yang peduli dan berhati mulia.(Hj)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Syah Afandin Raih TPAKD Awards 2025, Langkat Dinobatkan Kabupaten Terbaik se-Sumatera

Jelajahnegeriku.id,Jakarta –Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Langkat. Pada ajang TPAKD Awards Tahun 2025, Langkat berhasil meraih Kategori TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera, yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Ballroom Dana Rote – Balai Kartini Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2025, yang turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Dalam Negeri, Kepala OJK, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Bupati Syah Afandin menyampaikan rasa syukur atas apresiasi nasional yang diberikan kepada Kabupaten Langkat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja nyata TPAKD Langkat dalam mempercepat akses keuangan daerah dengan tetap berpihak pada masyarakat. Ini bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memperluas inklusi dan literasi keuangan masyarakat,” ujar Syah Afandin.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari OJK Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, serta seluruh perangkat daerah terkait.

Sejumlah program unggulan disebut menjadi faktor kunci kemenangan Langkat, antara lain Implementasi Program Skema Pengembangan Jagung Rakyat Tangguh (SEJAGAT), ketepatan penyampaian laporan triwulanan dan tahunan, serta realisasi program kerja TPAKD yang mencapai 100 persen.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat peran sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Langkat turut didampingi oleh Sekda Langkat Amril, S.Sos., M.AP., Kepala BPKD Langkat Drs. M. Iskandarsyah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Dra. Muliani S., Kepala Dinas Kominfo Wahyudiharto, S.STP., M.Si., Kabag Perekonomian dan SDA Indri Nugraheni, SE., MM., Akt., serta Kabag Protokol Winanda Akbar, S.STP.

Dengan penghargaan ini, Langkat semakin mengukuhkan diri sebagai daerah yang progresif dalam memperluas akses keuangan inklusif, sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan Syah Afandin dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Syah Afandin Dorong Legalitas Sumur Minyak Rakyat dan Kolaborasi Daerah untuk Ketahanan Energi Nasional

Jelajahnegeriku.id,Jakarta –Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan legalitas dan penataan pengelolaan sumur minyak rakyat di Kabupaten Langkat. Setelah sebelumnya menghadiri rapat koordinasi di Kementerian ESDM pada 29 Juli 2025, kali ini Bupati Afandin kembali hadir dalam Rapat Tim Gabungan Penanganan Sumur Minyak Masyarakat yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, pada Kamis, 9 Oktober 2025 di Ruang Sarulla, Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, dan dihadiri oleh para kepala daerah penghasil minyak rakyat, termasuk Kabupaten Langkat. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut inventarisasi nasional sumur minyak masyarakat, serta penyusunan mekanisme pembinaan, pendampingan, dan pengawasan pengelolaan sumur minyak rakyat di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa hasil inventarisasi menunjukkan terdapat sekitar 45.000 potensi sumur minyak rakyat di berbagai daerah. Pengelolaan sumur-sumur tersebut, kata Menteri, akan dilakukan dengan pola dari bawah, dimulai dari bupati dan wali kota hingga ke tingkat provinsi.

“Pola kerjanya sudah kita susun bersama SPK Migas. Sekitar 45 ribu potensi sumur yang selama ini dikelola rakyat akan kita serahkan kepada daerah, kepada masyarakat, melalui operasi BUMD, koperasi, dan UMKM,” jelas Menteri.

Ia menegaskan, pelaksanaan program ini akan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan lingkungan, dengan pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pertamina sebagai KKKS. Pertamina dan KKKS lainnya akan memberikan bimbingan teknis dan memastikan implementasi kegiatan berjalan aman, terstandar, dan ramah lingkungan.

“Seluruh hasil produksi dari sumur rakyat nantinya akan dibeli oleh Pertamina atau KKKS lain dengan harga sekitar 80% dari Indonesian Crude Price (ICP). Tujuannya agar rakyat memiliki kepastian baik siapa yang membeli, maupun berapa harganya,” ujar Menteri menegaskan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa hasil inventarisasi nasional telah rampung. Hanya sumur-sumur yang telah terdata dan memenuhi ketentuan hukum serta teknis yang dapat beroperasi kembali, dengan masa pembinaan selama empat tahun sebagai tahap penataan awal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyambut positif langkah pemerintah pusat dalam menata pengelolaan energi rakyat. Ia menegaskan, kebijakan ini menjadi momentum penting bagi daerah penghasil minyak seperti Langkat untuk memperkuat tata kelola energi berbasis masyarakat yang legal, aman, dan berkelanjutan.

“Langkat memiliki banyak sumur minyak rakyat yang selama ini dikelola secara tradisional. Dengan adanya inventarisasi dan pendampingan dari Kementerian ESDM serta Pertamina, kami berharap kegiatan ini bisa berjalan sesuai regulasi, menjamin keselamatan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Afandin.

Bupati Afandin juga menegaskan kesiapan Pemkab Langkat dalam melakukan pendataan dan verifikasi sumur eksisting di wilayahnya. Ia berharap, skema kemitraan dengan BUMD dan UMKM lokal bisa segera dijalankan agar masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari sumber daya energi daerahnya.

“Yang kami harapkan, kebijakan ini tidak memberatkan masyarakat, tetapi memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan peluang ekonomi bagi warga lokal. Ini langkah maju untuk energi rakyat yang lebih tertib dan berkeadilan,” tegasnya.

Diketahui, Kabupaten Langkat memiliki sejumlah titik bekas wilayah konsesi yang masih aktif digunakan masyarakat untuk kegiatan pengeboran minyak tradisional. Namun sebagian besar belum memiliki izin resmi dan belum memenuhi standar keselamatan kerja. Karena itu, Pemkab Langkat berkomitmen menjadi bagian dari solusi nasional dengan memastikan seluruh aktivitas pengelolaan minyak rakyat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan sinergi lintas sektor, Bupati Syah Afandin optimistis bahwa penataan dan legalisasi sumur minyak rakyat akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Langkat.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menata pengelolaan sumur minyak rakyat secara legal, aman, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang energi, tapi juga tentang kesejahteraan masyarakat Langkat,” pungkas Afandin(hj)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

IJTI Rayakan HUT ke-27, Nyonya Syah Apandin Endang: Jadilah Jurnalis Jujur dan Amanah

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) hari ini merayakan hari jadinya yang ke-27 tahun. Selama lebih dari dua dekade, IJTI telah menjadi salah satu garda terdepan dalam menyajikan pemberitaan yang akurat, aktual, dan terpercaya bagi masyarakat melalui media elektronik. Sebagai wadah profesional jurnalis televisi, IJTI konsisten menjaga kualitas informasi yang disajikan kepada publik.

Momen perayaan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Nyonya Syah Apandin H. Endang. Melalui salah satu status di akun chat pribadi timnya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi IJTI ke-27 tahun. Ucapan tersebut juga dibagikan ke sejumlah grup WhatsApp di Kabupaten Langkat, sehingga menjadi sorotan di kalangan insan pers setempat.

Dalam pesannya, istri orang nomor satu di Kabupaten Langkat ini menyampaikan doa dan harapan bagi para jurnalis televisi Indonesia. “Jadilah jurnalis yang jujur dan amanah, serta hilangkan berita setingan dan framing yang bisa menghilangkan nilai-nilai fundamental jurnalistik,” tulisnya.

Sosok yang dikenal sederhana dan merakyat ini menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi, jurnalis televisi memiliki peran penting untuk menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, hanya dengan menjunjung tinggi integritas dan etika jurnalistik, media dapat terus menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan oleh masyarakat.

HUT ke-27 IJTI ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme para anggotanya. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang introspeksi, mengingat tantangan dunia jurnalistik di era digital semakin kompleks, mulai dari maraknya berita bohong hingga tekanan kepentingan tertentu yang dapat mempengaruhi independensi media.

Dengan semangat perayaan ulang tahun ini, IJTI diharapkan tetap solid sebagai corong informasi yang kredibel. Dukungan dan pesan moral dari tokoh-tokoh publik seperti Nyonya Syah Apandin H. Endang menjadi penyemangat tersendiri bagi para jurnalis televisi untuk terus berkarya, menyajikan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berimbang.(hj)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Dipimpin Ricky Anthony, Pangdam I/BB Sambut Hangat Kehadiran DPW KOMBAT Sumut

Jelajahnegeriku.id,Sumut – Pangdam I/BB Mayjen Rio Firdianto menyambut hangat kehadiran Ketua DPW Komando Pembela Tanah Air (KOMBAT) Sumut Ricky Anthony dan rombongan, Jum’at (1/8/2025) siang. Dalam pertemuan ini Mayjen Rio berpesan, agar ormas tersebut harus mampu berperan positif di tengah masyarakat.

Mayjen Rio sangat menyambut baik KOMBAT yang didirikan pada 5 Mei 2025 kemarin. Kehadirannya, diharapkan mampu memberi peran positif di tengah masyarakat. Serta turut serta menjaga kondusifitas di daerah masing-masing.

“Saya sangat menyambut baik pendirian KOMBAT. Diharapkan dapat berperan positif di tengah masyarakat. Saya sangat anti dengan narkoba, begal, premanisme dan sejenisnya. Diharapkan KOMBAT dapat menjadi ormas percontohan kedepannya,” tutur Mayjen Rio.

Pada momen tersebut, Ricky Anthony mengucapkan terima kasih atas sambutan Mayjen Rio. Pimpinan DPRD Sumut ini juga mengenalkan sekilas tentang ormas yang baru saja didirikan 3 bulan lalu.

Politisi muda yang biasa disapa RA ini merasa, sangat perlu bersilaturrahmi dengan semua kalangan. Tak hanya sekadar untuk memperkenalkan diri, tapi lebih terkhusus untuk menerima nasihat dan masukan. Terutama wejangan dari Pangdam I/BB selaku pemilik wilayah.

“Kami meyakini, ormas KOMBAT ini akan mengambil jalur yang berbeda dari kebanyakan ormas lainnya. Ini juga jadi tantangan tersendiri bagi kami. Diamana, kami akan mengubah stigma yang kurang baik selama ini di tengah masyarakat,” ujar wakil rakyat dari Partai NasDem ini.

RA berkomiten untuk membuktikan bahwa masih ada ormas yang anti premanisme. KOMBAT sendiri, akan lebih fokus untuk pengabdian kepada masyarakat. Serta mencetak kader untuk melahirkan pemimpin berkualitas kedepannya.

Diinformasikan, KOMBAT merupakan ormas yang dikelola oleh kalangan dari berbagai profesi. Mulai dari pejabat daerah, legislator hingga pengusaha berkecimpung di wadah ini. Termasuk juga pengacara, notari hingga ASN juga turut andil di dalamnya. (Hj)

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Gaji Dua Nasabah Bank Sumut di Langkat Raib secara Misterius lewat Transaksi E-Wallet

 

 

Gambar=Ilustrasi

 

Jelajahnegeriku.id,Langkat — Dua orang nasabah Bank Sumut yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Langkat mengalami kerugian setelah dana di rekening mereka diduga disedot secara misterius melalui transaksi ke aplikasi dompet digital (e-wallet). Kedua korban diketahui berinisial Jul dan Lell.

Keduanya mengaku tidak pernah melakukan transaksi pengiriman dana ke nomor ponsel yang tercatat dalam riwayat transaksi rekening. Anehnya, dana milik Jul tercatat ditransfer ke nomor e-wallet anaknya, Jojo, yang menurut pengakuannya sudah tidak aktif sejak April lalu. Hal serupa dialami oleh Lell, di mana dana miliknya dikirim ke akun e-wallet pribadi yang juga sudah tidak aktif.

“Nomor anak saya sudah tidak aktif sejak beberapa bulan lalu. Bagaimana mungkin transaksi tetap bisa terjadi ke nomor yang sudah tidak digunakan lagi?” ujar Jul dengan penuh keheranan.

Pihak keluarga korban menduga terdapat celah keamanan dalam sistem transaksi Bank Sumut, khususnya yang terhubung dengan platform e-wallet. Mereka meminta agar pihak bank bersama otoritas terkait segera melakukan investigasi dan memberikan keadilan atas kerugian yang dialami.

Jul menyebut kehilangan dana mencapai Rp20 juta, sementara Lell mengalami kerugian sebesar Rp2,7 juta. Keduanya berharap pihak bank segera mengganti kerugian tersebut dan pelaku penyalahgunaan dana diberi sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini menjadi peringatan bagi nasabah lainnya untuk lebih waspada serta mendorong pihak Bank Sumut memperkuat sistem keamanannya agar kejadian serupa tidak terulang.

Salah satu staf di Kantor Cabang Bank Sumut Stabat yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/6/2025), menyatakan bahwa nasabah yang merasa dirugikan dipersilakan datang langsung untuk membuat pengaduan resmi.

Terkait adanya dua nasabah yang mengalami kerugian, apakah Bank Sumut akan bertanggung jawab? Staf Bank Sumut ini mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keterangan. Ada prosedur dan aturan yang mengatur, dan saya bukan pihak yang berwenang untuk menjawab hal itu,” ujarnya.

Namun, karena pengaduan sudah diterima secara resmi oleh pihak bank, proses penyelidikan akan dilakukan sesuai prosedur internal. Pihak bank akan memberikan hasil penyelidikan dalam waktu yang ditentukan, ucapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi C DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi, SE, M.Pd, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari dua PNS tersebut.

“Benar, kemarin kami menerima kedatangan dua PNS di Langkat yang menyampaikan langsung permasalahan mereka kepada Komisi C DPRD Langkat. Mereka juga menyerahkan bukti transaksi yang tidak pernah mereka lakukan. Namun karena pengaduan telah masuk ke pihak Bank Sumut, maka kami menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu,” jelasnya, Senin (30/6/2025).

Rahmad menambahkan, apabila hasil penyelidikan dari pihak bank tidak memuaskan atau tidak menyelesaikan masalah, DPRD Langkat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan mengundang pihak Bank Sumut serta instansi terkait lainnya untuk dimintai keterangan secara terbuka.(hj)

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

Putri Sultan Langkat Persembahkan Bunga untuk Ratu Wilhelmina: Bukti Keistimewaan Kesultanan Langkat di Mata Kerajaan Belanda

Jelajahnegeriku.id, Kesultanan Langkat tercatat sebagai salah satu kesultanan paling kaya dan berpengaruh di Asia pada masa kolonial. Kekayaan sumber daya alam dan hubungan diplomatik yang kuat menjadikan Langkat disegani, bukan hanya di Sumatra Timur, tapi juga oleh bangsa-bangsa besar termasuk Belanda.

Salah satu momen bersejarah yang menjadi bukti keistimewaan Kesultanan Langkat terjadi pada tahun 1938, saat ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. Dalam acara megah tersebut, anak Sultan Machmud, Djalil Rachmad Syah, Tengku kalsum dan Tengku Latifah Hanum dipercaya menjadi pemberi bunga kehormatan kepada sang ratu dan suaminya, Pangeran Belanda.

Acara ulang tahun itu dihadiri oleh para raja dan sultan dari seluruh Sumatra Timur, Asia, bahkan undangan mancanegara. Ribuan tamu memadati lapangan sepak bola internasional tempat berlangsungnya acara tersebut di negeri Belanda.

Ratu Wilhelmina dan sang pangeran tiba dengan menaiki kereta kencana kerajaan. Di sepanjang jalan, mereka menyapa para undangan, menunjukkan keramahan khas bangsawan Eropa yang disambut hangat oleh para tamu dari berbagai negara.

Puncak acara terjadi saat kereta kencana berhenti di panggung kehormatan. Dua putri dari Sultan Langkat pun tampil anggun dengan pakaian adat khas Melayu Langkat untuk mempersembahkan bunga penghormatan kepada ratu dan pangeran.

Momen itu menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata. Semua pandangan tertuju pada kedua putri Sultan Langkat Tengku kalsum dan Tengku Latifah Hanum yang dengan penuh kehormatan berdiri di hadapan ratu Belanda. Sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 50 detik merekam detik-detik sakral tersebut.

Dalam video yang kini menjadi warisan sejarah itu, juga terlihat pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara, termasuk tarian kuda lumping dari Jawa, dan berbagai karnaval kapal hias, serta penampilan lain yang memperkaya suasana pesta kenegaraan tersebut.

“Ini luar biasa, bagaimana anak dari Sultan Langkat diberi panggung kehormatan oleh Kerajaan Belanda untuk memberikan bunga di hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, di hadapan ribuan tamu bangsawan dari berbagai negara,” ujar Tengku Oni, cucu Sultan Machmud.

Ia menambahkan, momen itu adalah bentuk penghargaan dan balas budi dari kerajaan Belanda terhadap Kesultanan Langkat yang selama ini dikenal sebagai mitra dagang yang loyal dan kaya hasil bumi.

“Saya tidak menyangka bisa melihat video bersejarah itu. Terlihat jelas ibu saya dan makcik saya Tengku Kalsum  yang memberikan bunga kepada ratu. Bahkan wajah kakek saya, Sultan Machmud, juga terekam jelas di sana,” ungkap Tengku Oni penuh haru.

Menurutnya, video tersebut menjadi bukti nyata betapa tinggi penghormatan kerajaan Belanda terhadap Kesultanan Langkat. Hubungan antara kedua kerajaan dijalin melalui kerja sama yang kuat dan saling menguntungkan selama masa kontrak kerja kolonial.

“Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kerajaan kita dulu sangat dihormati dan disegani oleh kerajaan lain di dunia,” pungkas Tengku Oni menutup penuturannya.

Peristiwa ini menjadi catatan emas dalam sejarah Langkat, menegaskan posisi kesultanan tersebut sebagai mitra istimewa bagi kerajaan sebesar Belanda di masa lampau.(hj)

Selengkapnya
1 2 3 4 9
Page 2 of 9