close

NASIONAL

DAERAHNASIONAL

Dipimpin Ricky Anthony, Pangdam I/BB Sambut Hangat Kehadiran DPW KOMBAT Sumut

Jelajahnegeriku.id,Sumut – Pangdam I/BB Mayjen Rio Firdianto menyambut hangat kehadiran Ketua DPW Komando Pembela Tanah Air (KOMBAT) Sumut Ricky Anthony dan rombongan, Jum’at (1/8/2025) siang. Dalam pertemuan ini Mayjen Rio berpesan, agar ormas tersebut harus mampu berperan positif di tengah masyarakat.

Mayjen Rio sangat menyambut baik KOMBAT yang didirikan pada 5 Mei 2025 kemarin. Kehadirannya, diharapkan mampu memberi peran positif di tengah masyarakat. Serta turut serta menjaga kondusifitas di daerah masing-masing.

“Saya sangat menyambut baik pendirian KOMBAT. Diharapkan dapat berperan positif di tengah masyarakat. Saya sangat anti dengan narkoba, begal, premanisme dan sejenisnya. Diharapkan KOMBAT dapat menjadi ormas percontohan kedepannya,” tutur Mayjen Rio.

Pada momen tersebut, Ricky Anthony mengucapkan terima kasih atas sambutan Mayjen Rio. Pimpinan DPRD Sumut ini juga mengenalkan sekilas tentang ormas yang baru saja didirikan 3 bulan lalu.

Politisi muda yang biasa disapa RA ini merasa, sangat perlu bersilaturrahmi dengan semua kalangan. Tak hanya sekadar untuk memperkenalkan diri, tapi lebih terkhusus untuk menerima nasihat dan masukan. Terutama wejangan dari Pangdam I/BB selaku pemilik wilayah.

“Kami meyakini, ormas KOMBAT ini akan mengambil jalur yang berbeda dari kebanyakan ormas lainnya. Ini juga jadi tantangan tersendiri bagi kami. Diamana, kami akan mengubah stigma yang kurang baik selama ini di tengah masyarakat,” ujar wakil rakyat dari Partai NasDem ini.

RA berkomiten untuk membuktikan bahwa masih ada ormas yang anti premanisme. KOMBAT sendiri, akan lebih fokus untuk pengabdian kepada masyarakat. Serta mencetak kader untuk melahirkan pemimpin berkualitas kedepannya.

Diinformasikan, KOMBAT merupakan ormas yang dikelola oleh kalangan dari berbagai profesi. Mulai dari pejabat daerah, legislator hingga pengusaha berkecimpung di wadah ini. Termasuk juga pengacara, notari hingga ASN juga turut andil di dalamnya. (Hj)

Selengkapnya
PERISTIWANASIONAL

Gaji Dua Nasabah Bank Sumut di Langkat Raib secara Misterius lewat Transaksi E-Wallet

 

 

Gambar=Ilustrasi

 

Jelajahnegeriku.id,Langkat — Dua orang nasabah Bank Sumut yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Langkat mengalami kerugian setelah dana di rekening mereka diduga disedot secara misterius melalui transaksi ke aplikasi dompet digital (e-wallet). Kedua korban diketahui berinisial Jul dan Lell.

Keduanya mengaku tidak pernah melakukan transaksi pengiriman dana ke nomor ponsel yang tercatat dalam riwayat transaksi rekening. Anehnya, dana milik Jul tercatat ditransfer ke nomor e-wallet anaknya, Jojo, yang menurut pengakuannya sudah tidak aktif sejak April lalu. Hal serupa dialami oleh Lell, di mana dana miliknya dikirim ke akun e-wallet pribadi yang juga sudah tidak aktif.

“Nomor anak saya sudah tidak aktif sejak beberapa bulan lalu. Bagaimana mungkin transaksi tetap bisa terjadi ke nomor yang sudah tidak digunakan lagi?” ujar Jul dengan penuh keheranan.

Pihak keluarga korban menduga terdapat celah keamanan dalam sistem transaksi Bank Sumut, khususnya yang terhubung dengan platform e-wallet. Mereka meminta agar pihak bank bersama otoritas terkait segera melakukan investigasi dan memberikan keadilan atas kerugian yang dialami.

Jul menyebut kehilangan dana mencapai Rp20 juta, sementara Lell mengalami kerugian sebesar Rp2,7 juta. Keduanya berharap pihak bank segera mengganti kerugian tersebut dan pelaku penyalahgunaan dana diberi sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini menjadi peringatan bagi nasabah lainnya untuk lebih waspada serta mendorong pihak Bank Sumut memperkuat sistem keamanannya agar kejadian serupa tidak terulang.

Salah satu staf di Kantor Cabang Bank Sumut Stabat yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/6/2025), menyatakan bahwa nasabah yang merasa dirugikan dipersilakan datang langsung untuk membuat pengaduan resmi.

Terkait adanya dua nasabah yang mengalami kerugian, apakah Bank Sumut akan bertanggung jawab? Staf Bank Sumut ini mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keterangan. Ada prosedur dan aturan yang mengatur, dan saya bukan pihak yang berwenang untuk menjawab hal itu,” ujarnya.

Namun, karena pengaduan sudah diterima secara resmi oleh pihak bank, proses penyelidikan akan dilakukan sesuai prosedur internal. Pihak bank akan memberikan hasil penyelidikan dalam waktu yang ditentukan, ucapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi C DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi, SE, M.Pd, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari dua PNS tersebut.

“Benar, kemarin kami menerima kedatangan dua PNS di Langkat yang menyampaikan langsung permasalahan mereka kepada Komisi C DPRD Langkat. Mereka juga menyerahkan bukti transaksi yang tidak pernah mereka lakukan. Namun karena pengaduan telah masuk ke pihak Bank Sumut, maka kami menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu,” jelasnya, Senin (30/6/2025).

Rahmad menambahkan, apabila hasil penyelidikan dari pihak bank tidak memuaskan atau tidak menyelesaikan masalah, DPRD Langkat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan mengundang pihak Bank Sumut serta instansi terkait lainnya untuk dimintai keterangan secara terbuka.(hj)

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

Putri Sultan Langkat Persembahkan Bunga untuk Ratu Wilhelmina: Bukti Keistimewaan Kesultanan Langkat di Mata Kerajaan Belanda

Jelajahnegeriku.id, Kesultanan Langkat tercatat sebagai salah satu kesultanan paling kaya dan berpengaruh di Asia pada masa kolonial. Kekayaan sumber daya alam dan hubungan diplomatik yang kuat menjadikan Langkat disegani, bukan hanya di Sumatra Timur, tapi juga oleh bangsa-bangsa besar termasuk Belanda.

Salah satu momen bersejarah yang menjadi bukti keistimewaan Kesultanan Langkat terjadi pada tahun 1938, saat ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. Dalam acara megah tersebut, anak Sultan Machmud, Djalil Rachmad Syah, Tengku kalsum dan Tengku Latifah Hanum dipercaya menjadi pemberi bunga kehormatan kepada sang ratu dan suaminya, Pangeran Belanda.

Acara ulang tahun itu dihadiri oleh para raja dan sultan dari seluruh Sumatra Timur, Asia, bahkan undangan mancanegara. Ribuan tamu memadati lapangan sepak bola internasional tempat berlangsungnya acara tersebut di negeri Belanda.

Ratu Wilhelmina dan sang pangeran tiba dengan menaiki kereta kencana kerajaan. Di sepanjang jalan, mereka menyapa para undangan, menunjukkan keramahan khas bangsawan Eropa yang disambut hangat oleh para tamu dari berbagai negara.

Puncak acara terjadi saat kereta kencana berhenti di panggung kehormatan. Dua putri dari Sultan Langkat pun tampil anggun dengan pakaian adat khas Melayu Langkat untuk mempersembahkan bunga penghormatan kepada ratu dan pangeran.

Momen itu menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata. Semua pandangan tertuju pada kedua putri Sultan Langkat Tengku kalsum dan Tengku Latifah Hanum yang dengan penuh kehormatan berdiri di hadapan ratu Belanda. Sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 50 detik merekam detik-detik sakral tersebut.

Dalam video yang kini menjadi warisan sejarah itu, juga terlihat pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara, termasuk tarian kuda lumping dari Jawa, dan berbagai karnaval kapal hias, serta penampilan lain yang memperkaya suasana pesta kenegaraan tersebut.

“Ini luar biasa, bagaimana anak dari Sultan Langkat diberi panggung kehormatan oleh Kerajaan Belanda untuk memberikan bunga di hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, di hadapan ribuan tamu bangsawan dari berbagai negara,” ujar Tengku Oni, cucu Sultan Machmud.

Ia menambahkan, momen itu adalah bentuk penghargaan dan balas budi dari kerajaan Belanda terhadap Kesultanan Langkat yang selama ini dikenal sebagai mitra dagang yang loyal dan kaya hasil bumi.

“Saya tidak menyangka bisa melihat video bersejarah itu. Terlihat jelas ibu saya dan makcik saya Tengku Kalsum  yang memberikan bunga kepada ratu. Bahkan wajah kakek saya, Sultan Machmud, juga terekam jelas di sana,” ungkap Tengku Oni penuh haru.

Menurutnya, video tersebut menjadi bukti nyata betapa tinggi penghormatan kerajaan Belanda terhadap Kesultanan Langkat. Hubungan antara kedua kerajaan dijalin melalui kerja sama yang kuat dan saling menguntungkan selama masa kontrak kerja kolonial.

“Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kerajaan kita dulu sangat dihormati dan disegani oleh kerajaan lain di dunia,” pungkas Tengku Oni menutup penuturannya.

Peristiwa ini menjadi catatan emas dalam sejarah Langkat, menegaskan posisi kesultanan tersebut sebagai mitra istimewa bagi kerajaan sebesar Belanda di masa lampau.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Bupati Langkat Dukung Reclassering Selesaikan Konflik Lahan

Jelajahnegeriku.id,Langkat –Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menerima audiensi Reclassering Indonesia perwakilan Kabupaten Langkat di ruang kerjanya, Kantor Bupati Langkat, Selasa (27/05/2025). Pertemuan ini membahas isu strategis yang tengah dihadapi masyarakat, terutama terkait permasalahan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.

Ketua Reclassering Indonesia Langkat, Oon Sukroni, dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan status lahan di Desa Tanjung Pasir dan Desa Sungai Siur. Menurutnya, lahan yang dikeluhkan merupakan kawasan hutan yang kerap menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pihak tertentu, sehingga berdampak pada ketidakpastian akses dan pengelolaan tanah oleh warga.

“Permasalahan ini sangat kompleks, namun harus segera ditangani secara adil agar masyarakat tidak terus dirugikan. Selain itu, kami juga mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dalam setiap langkah penyelesaian,” ujar Oon.

Reclassering Indonesia berharap dukungan dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap penyelesaian persoalan lahan yang mengakar, agar dapat mendorong kesejahteraan masyarakat serta menjaga keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap peran aktif Reclassering Indonesia dalam membela hak-hak masyarakat. Ia menilai keberadaan organisasi tersebut penting sebagai mitra pemerintah dalam mengawal aspirasi warga.

“Saya mendukung setiap langkah Reclassering selama itu untuk membela kepentingan rakyat. Namun saya juga mengingatkan agar tetap objektif, cermat, dan melihat kebenaran faktual sebelum melangkah lebih jauh,” tegas Bupati Syah Afandin.

Bupati juga menambahkan bahwa penyelesaian masalah lahan harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan instansi terkait seperti Dinas Kehutanan, ATR/BPN, serta unsur masyarakat agar tidak menimbulkan konflik lanjutan.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan Reclassering Indonesia, diharapkan permasalahan lahan di Kabupaten Langkat dapat segera diselesaikan secara adil dan bijaksana, tanpa mengorbankan hak masyarakat maupun kelestarian lingkungan.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Bupati Syah Afandin Dorong Gula Aren Langkat Tembus Ekspor, Jadi Ikon Baru UMKM Desa

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan mendorong pengembangan komoditas gula aren cair di Desa Mangga, Kecamatan Stabat, yang digagas melalui program Kick Off dan pendampingan “Desa Mangga Desa Devisa Gula Aren Langkat 2025”, pada Selasa (6/5/2025).

Program pendampingan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Langkat dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tujuannya adalah menjadikan UMKM gula aren di Langkat naik kelas dan mampu melakukan ekspor mandiri ke pasar global.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Kanwil DJKN Sumut, Dodok Dwi Handoko, serta Kepala Departemen Jasa Konsultasi LPEI, Nila Meidita. Keduanya menegaskan bahwa program ini bukan hanya pendampingan teknis, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung ekonomi desa.

“Kami dari Kementerian Keuangan ingin manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Dodok.

Sementara itu, Nila Meidita menjelaskan bahwa LPEI akan memberikan pembinaan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas nira, proses pasca panen, hingga penggunaan peralatan sesuai standar internasional. Ia berharap gula aren Langkat dapat menjadi produk ekspor unggulan Sumatera Utara.

“Kami ingin komoditas aren dari Langkat ini bisa menembus pasar dunia. Potensinya sangat besar, tinggal didukung dari sisi mutu dan manajemen,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Syah Afandin menyambut baik program ini dan langsung menginstruksikan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat untuk mengadakan bibit pohon aren secara massif.

“Saya ingin agar aren Langkat ini jadi terkenal, jadi ikon daerah. Kalau orang bicara tentang gula aren, mereka langsung ingat Langkat,” tegasnya.

Syah Afandin menegaskan bahwa dirinya akan terus memantau langsung perkembangan UMKM gula aren cair ini agar benar-benar berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat desa.

“UMKM ini harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Desa Mangga, karena kesejahteraan mereka adalah tanggung jawab saya sebagai Bupati Langkat,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi strategis ini, Langkat semakin menunjukkan langkah nyata dalam membina UMKM lokal untuk mendunia, dengan harapan besar menjadikan gula aren sebagai komoditas unggulan yang membanggakan Kabupaten Langkat di pasar ekspor

Selengkapnya
EKONOMINASIONAL

PELANTIKAN DEWAN PENGURUS TANI MERDEKA INDONESIA KABUPATEN LANGKAT PERIODE 2025 -2029 SAH DILANTIK

Jelajahnegeriku.id, Langkat –

Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten LAngkat resmi dilantik oleh Ketua Harian DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara Bapak Muhammad Misbah,SE,MSi.
Ketua  HENRI TARIGAN, S.Pt, M.M.A, Sekretaris Rikson Purba, Bendahara KHAIRIZAL ZAINUDDIN, S.Sos.
Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Pola Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat, pada Senin, 12 Mei 2025.
Acara ini dihadiri juga oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Langkat , perwakilan kelompok tani, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Muhammad Misbah,SE,MSi, menyampaikan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan petani.
Organisasi ini, menurut Muhammad Misbah,SE,MSi, juga menjadi mitra strategis untuk mengawal implementasi program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tani Merdeka Indonesia dilahirkan untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan mengawal program ketahanan pangan nasional. Pak Prabowo memiliki komitmen besar untuk mensejahterakan petani melalui langkah-langkah konkret dengan 4 hal yang fundamental dalam organisasi yaitu.
1. Tugas dan Fungsi. 2. Struktur organisasi sebagai landasan tugas dan fungsi. 3. Pelaksanaan tugas dan fungsi. 4. Pelaksanaan yang simultan. Inilah tugas kita untuk  memastikan hilirisasi program ini berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Misbah,SE,MSi.
Dalam kesempatan ini Bapak Bupati Langkat Syah Afandin,SH juga mendukung program Tani Merdeka Indonesia serta siap bersinergi, dukungan ini disampaikan saat beliau menyampaikan sambutan selamat kepada pengurus yang terlantik.
Disambut baik juga oleh sambutan Ketua terpilih HENRI TARIGAN, S.Pt, M.M.A serta mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia dan Bupati Langkat yang sudah mempercayakan Organisasi ini dipimpin.
Ketua terpilih berkomitmen mengemban tugas ini bersama jajarannya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kab. Langkat (hj)
Selengkapnya
NASIONAL

Anggota DPRD PPP Soroti Minimnya Penghargaan terhadap Tiga Sultan Pembawa Kejayaan Langkat

 

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Minimnya penghargaan terhadap tokoh-tokoh bersejarah Melayu, khususnya tiga Sultan yang pernah membawa kejayaan Langkat di masa lampau, disorot oleh Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Langkat dari Fraksi Komisi III, Rahmad Rinaldi SE. M.Pd.Ia menyayangkan hingga kini nama-nama tokoh tersebut belum disematkan di fasilitas umum atau jalan di Langkat, kota yang dikenal sebagai kota religi.

“Pemberian nama jalan atau tempat pelayanan umum seperti gedung pemerintah, rumah sakit, taman kota, dan lain sebagainya dengan nama orang yang berjasa adalah bentuk penghormatan dan penghargaan atas kontribusi besar mereka terhadap daerah atau bangsa,” tegas Rahmad Rinaldi saat dimintai tanggapan, Senin (5/5).

Rinaldi menyoroti tiga nama besar: Sultan Musa, Sultan Azis, dan Sultan Mahmud yang memimpin Kesultanan Langkat antara tahun 1880 hingga 1946. Menurutnya, para sultan tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban Melayu di Langkat, namun nama mereka kini nyaris tak terdengar bahkan tak diabadikan di ruang publik.

Sebagai generasi muda Melayu yang saat ini dipercaya menjadi anggota DPRD, Renaldi menyatakan keprihatinannya. “Mengapa nama tokoh Melayu seolah-olah ditinggalkan dan dilupakan, terlebih ketiga sultan tersebut dalam pemberian nama jalan atau tempat pelayanan umum di Langkat,” ucapnya dengan nada prihatin.

Ia pun menegaskan bahwa secara regulasi hal ini dimungkinkan. “Perda Kabupaten Langkat No. 7 Tahun 1989 tentang nama jalan, serta Perda No. 1 Tahun 2020 Bab IX Pasal 31 ayat (1) dan (4) tentang penyelenggaraan jalan secara jelas membuka ruang penghargaan tersebut,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi konkret, Rinaldi meminta pemerintah daerah agar mengembalikan nama RSU Tanjung Pura menjadi Hospital Sultan Mahmud. “Beliau yang mendirikan rumah sakit ini pada tahun 1930. Sudah sepantasnya namanya kembali diabadikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya,” pungkas Ketua PPP Langkat itu.(hj)

Selengkapnya
1 2 3 4 9
Page 2 of 9