close

NASIONAL

NASIONAL

BRI Peduli Kantor Cabang Medan Thamrin Melaksanakan Pemberian Paket Sembako Untuk Masyarakat Kurang Mampu Melalui Yayasan Santri Berbuat Indonesia

Jelajahnegeriku.id,Medan – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Medan Thamrin melalui Program BRI Peduli menggelar bakti sosial (baksos). Dengan BRI Peduli, baksos dilakukan dengan menyalurkan paket sembako untuk masyarakat kurang mampu yang diberikan melalui Yayasan Santri Berbuat Indonesia.

Tarmizi selaku Pimpinan Cabang BO Medan Thamrin yang menyelenggarakan acara tersebut menerangkan bahwa aksi baksos kepada masyarakat kurang mampu tersebut merupakan wujud kepedulian BRI.

“Melalui program BRI Peduli dari KC Medan Thamrin ini kita berbagi senang hati terhadap sesama. Sebab BRI menjadi bagian dari negara dan menyentuh langsung lapisan masyarakat yang tidak hanya melayani kebutuhan keuangan dan perbankan tetapi BRI memiliki kepekaan sosial,” kata Tarmizi seperti diterima Senin (21/4/2025).

Seperti dijelaskan Tarmizi bahwa BRI merupakan bank milik pemerintah yang terbesar dan tersebar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1895 hingga saat ini Bank BRI memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank BRI turut melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial Responsibility (CSR), terutama melalui pelaksanaan Program Bina Lingkungan yang dikenal dengan nama BRI Peduli,” jelasnya.

“BRI Peduli melalui Pilar Sosial merupakan upaya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(fi)

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

Kemenimipas Laksanakan Panen Perdana Program Ketahanan Pangan di Nusakambangan

Jelajahnegeriku.id,NUSAKAMBANGAN – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyelenggarakan panen perdana dalam rangka pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan di Pulau Nusakambangan, Kamis (17/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi yang telah dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai implementasi dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Panen perdana dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Nusakambangan, di mana Menteri Agus Andrianto turut hadir dan melakukan panen padi varietas inpari yang ditanam di atas lahan seluas dua hektare. Proyek ini melibatkan 18 Warga Binaan dan diperkirakan menghasilkan panen sebesar tujuh ton.

“Panen perdana ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi atas kesiapan pelaksanaan program akselerasi yang telah dicanangkan, yang rencananya akan diluncurkan secara nasional pada bulan Juli atau Agustus mendatang,” ungkap Menteri Agus.

Menteri Agus juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keahlian praktis sehingga mereka dapat lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.

Selain itu, melalui regulasi yang mewajibkan Lapas membeli minimal 5% kebutuhan bahan pangan dari hasil program ini, diharapkan terjadi sinergi antara produksi dan konsumsi internal.

“Seluruh Lapas di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya dalam bidang pertanian, tetapi juga pada sektor perikanan dan peternakan,” tambahnya.

Selain panen padi, Menteri Imipas juga melakukan panen jagung varietas hibrida di Lapas Gladakan seluas 2,4 hektare. Ia turut meninjau berbagai unit usaha pembinaan di Nusakambangan seperti peternakan domba di Lapas Kembangkuning, peternakan ayam arab di Lapas Permisan, lahan pertanian padi di Lapas Batu, peternakan ayam petelur, serta kolam ikan nila dan bawal di Lapas Terbuka Nusakambangan.

Kunjungan ini juga mencakup pemantauan pembangunan kolaboratif Nusakambangan Berdaya, tempat pemrosesan akhir sampah di Lapas Kembangkuning, dan tambak udang di Lapas Pasir Putih.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Menteri Agus juga meresmikan Training Center Lapas Batu Nusakambangan, yang merupakan hasil kerja sama antara Kemenimipas dan Yayasan Penerimaan Internasional Indonesia bersama Pemerintah Jepang.

“Pendirian pusat pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang Pemasyarakatan, khususnya bagi petugas yang bertugas di wilayah Nusakambangan,” tandas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, menegaskan bahwa seluruh Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapas, sebanyak 532 unit, wajib mengoptimalkan lahan maupun ruang yang tersedia untuk pelaksanaan program ketahanan pangan. Bagi Rutan dan Lapas yang tidak memiliki lahan, pendekatan urban farming melalui penggunaan polybag menjadi solusi alternatif yang efektif.

“Program ini mencakup bidang pertanian, perikanan, hingga produk UMKM yang berpotensi untuk diekspor. Banyak hasil produksi Rutan dan Lapas yang dibutuhkan baik di pasar domestik maupun internasional,” jelas Mashudi.

Mashudi menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam pembinaan adalah bagaimana menyiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan dan mampu mandiri setelah bebas. Pelatihan-pelatihan yang diberikan telah menunjukkan dampak positif, di mana sejumlah Warga Binaan kini telah menguasai keterampilan baru seperti konveksi dan pertanian, bahkan ada yang memilih tetap tinggal untuk bekerja meskipun masa hukumannya telah berakhir.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan membuka potensi Warga Binaan untuk dapat diterima dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tegas Mashudi.

Terkait pemanfaatan limbah batu bara jenis Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLN, Kemenimipas juga telah menjalin kerja sama untuk mengelolanya. FABA dimanfaatkan oleh Warga Binaan untuk memproduksi barang bernilai ekonomi seperti paving block, batako, dan penyekat air laut yang ditujukan bagi konsumen di wilayah Cilacap dan Purwokerto.

Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenimipas, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenimipas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, serta para pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemenimipas.

Selengkapnya
NASIONALRAGAM

“Pesta Pernikahan Putri Sultan Langkat Digelar Selama Sebulan: Sebuah Kemegahan yang Belum Pernah Terjadi”

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Meski kejayaannya telah runtuh pada tahun 1946 akibat revolusi sosial di Semenanjung Tanah Melayu, cerita tentang kehebatan dan kekayaan Kesultanan Langkat masih tetap hidup dalam ingatan dan percakapan masyarakat hingga kini. Salah satu kisah yang paling sering dikenang adalah pesta pernikahan putri Sultan Abdul Azis, Tengku Lailan Sapinah, dengan anak Raja Bulungan dari Kalimantan, Tengku Bungsu Syed Ariv.

Pesta pernikahan agung itu dilangsungkan di Tanjungpura, Langkat, pada tahun 1926 dan disebut-sebut sebagai resepsi termewah sepanjang abad. Acara ini menghadirkan kemegahan luar biasa yang belum pernah tertandingi hingga saat ini, bahkan oleh pesta pernikahan selebritas papan atas sekalipun.

Bagaimana tidak, seluruh Kesultanan di Sumatra Timur hadir dalam perhelatan tersebut, bahkan turut serta para tamu kehormatan dari negara tetangga, termasuk Raja-Ratu dari Malaka, Thailand, hingga Ratu Belanda Wilhelmina. Peristiwa ini menjadikan pesta pernikahan tersebut sebagai simbol kejayaan dan kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya.

Yang lebih mengagumkan, pesta ini tidak hanya berlangsung sehari atau seminggu, namun selama satu bulan penuh. Ada pesta rakyat, hiburan, dan upacara adat yang terus berlangsung dari pagi hingga malam hari, menciptakan euforia yang menyelimuti seluruh wilayah Langkat.

Tengku Ony, cucu dari Sultan Mahmud, membenarkan kisah ini. Ia menyebut bahwa lokasi pesta membentang luas dari kawasan yang kini menjadi Kantor Camat hingga ke kompleks istana Darul Aman dan Darussalam. Ia mendengar cerita ini dari ibunya yang langsung menyaksikan bagaimana wilayah itu dipenuhi oleh para undangan dan masyarakat yang turut bersukacita.

“Bahkan kapal besar berhias kepala naga dibawa dari Bulungan Kalimantan sebagai mahar perkawinan. Itu menunjukkan betapa serius dan megahnya pernikahan tersebut,” ujar Tengku Ony mengenang kemegahan masa silam itu.

Menurutnya, pesta tersebut merupakan bukti nyata kekayaan dan kejayaan Kesultanan Langkat. “Sampai hari ini saya belum pernah dengar ada orang yang menikah dengan pesta sebulan penuh. Bahkan Raffi Ahmad yang disebut-sebut sebagai Sultan Andara pun belum sampai ke level itu,” tambahnya dengan nada bangga.

Kisah pernikahan ini menjadi bukti bahwa Kesultanan Langkat bukan sekadar legenda, tapi kenyataan sejarah yang pernah begitu berpengaruh dan megah. Meski masa kejayaannya telah berlalu, warisan budaya dan kebesaran sejarahnya tetap hidup dalam cerita dan kenangan masyarakat.(ijrah)

Selengkapnya
PENDIDIKANNASIONAL

Syah Afandin Dukung Sekolah Rakyat: Perluas Akses Pendidikan untuk Warga Miskin di Langkat

Jelajahnegeriku.id,Medan – Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat serta Dialog Pilar-Pilar Sosial bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. Saifullah Yusuf, yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Jumat (11/4/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Nasution, SE, MM, para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara, Kepala Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota, pendamping PKH, Tagana, TKSK, dan PSM. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membentuk Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan non-formal yang fokus memberdayakan masyarakat marjinal, khususnya di daerah tertinggal.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyampaikan harapannya agar setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam kategori Desil 1 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat akan mengusung konsep asrama dan memberikan pendidikan gratis, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, pakaian, hingga perlengkapan sekolah.

“Sekolah Rakyat ini akan dimulai tahun ini dengan melihat situasi dan kondisi daerah. Pemerintah akan menanggung seluruh pembiayaannya,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, pemerintah tengah melakukan konsolidasi dengan kepala daerah untuk menginventarisasi aset atau lahan yang dapat dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk tahap awal, ditargetkan sebanyak 200 sekolah didirikan, separuh oleh pemerintah dan separuh oleh swasta, dengan Sumatera Utara termasuk prioritas pelaksanaan.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyampaikan apresiasi terhadap program ini dan menegaskan komitmen Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung pembentukan Sekolah Rakyat. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sebanyak 21 daerah telah mengusulkan pembentukan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, menyatakan dukungannya secara penuh terhadap program tersebut. Ia menyebut Sekolah Rakyat sejalan dengan visi Kabupaten Langkat dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan adil.

“Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di daerah kami. Kami siap mendukung dan melaksanakan program ini di Langkat,” tegas Syah Afandin.

Lebih lanjut, Syah Afandin menilai program ini sangat penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Langkat untuk mengalokasikan aset daerah sebagai lahan pendirian Sekolah Rakyat.

Acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan pemaparan strategi implementasi program Sekolah Rakyat di masing-masing kabupaten/kota, serta peran pilar-pilar sosial dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi nasional demi menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata untuk seluruh lapisan masyarakat.(hj)

Selengkapnya
NASIONALPOLITIK

Bupati Langkat Terima Kunjungan Komisi III DPR RI, Perkuat Singergitas Untuk Kamtibmas Daerah

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kunjungan kerja Anggota Komisi III DPR RI, DR. Hinca P. Panjaitan, S.H., M.H., A.C.C.S., ke Rumah Dinas Bupati Langkat. Kunjungan ini disambut langsung oleh Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, sebagai bagian dari agenda pengawasan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Langkat.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (11/4/2025), Bupati H. Syah Afandin menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi III DPR RI terhadap kondisi Kamtibmas di Langkat. Ia menjelaskan secara ringkas kondisi terkini wilayahnya serta berbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk menciptakan stabilitas dan kenyamanan warga.

“Alhamdulillah, kondisi Kamtibmas di Langkat relatif aman dan kondusif. Namun kami tetap siaga terhadap potensi gangguan, baik dari sisi sosial maupun kriminal. Kami terus menjalin sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan masyarakat guna menjaga ketertiban di Langkat,” ujar Bupati.

Menanggapi hal tersebut, DR. Hinca P. Panjaitan, yang membidangi hukum, keamanan, dan hak asasi manusia, menyatakan bahwa Langkat memiliki posisi strategis yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam konteks penegakan hukum dan perlindungan HAM.

“Langkat adalah daerah yang penting secara geografis maupun sosial. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan hukum dan pemeliharaan ketertiban di sini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prinsip hak asasi manusia. Dukungan pemerintah daerah sangat vital dalam menyukseskan tugas aparat di lapangan,” tegas Hinca.

Pertemuan juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan pejabat daerah lainnya, termasuk Letkol Arh Fx. Ibnu Hardiyanto, SE (Dandim 0203/LKT), H. Amril, S.Sos., M.AP (Sekretaris Daerah), dr. Juliana, MM (Kadis Kesehatan), serta Wahyudiharto, S.STP, M.Si (Kadis Kominfo). Dialog yang berlangsung berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah masukan strategis yang nantinya akan disampaikan ke tingkat pusat.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Langkat, serta menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan dan menjunjung tinggi hak-hak warga negara.

Sebelumnya diketahui DR. Hinca P. Panjaitan juga mengunjungi Polres Langkat dalam agenda yang sama. Ia bertemu dengan Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si, untuk berdialog terkait situasi keamanan wilayah serta pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban dan penegakan hukum. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan kerja Komisi III di Langkat untuk memastikan sinergi antara TNI-Polri, eksekutif dan legislatif berjalan harmonis serta optimal.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Antisipasi Gangguan Kamtib Jelang Idul Fitri, Kakanwil Ditjenpas Sumut Sidak Sejumlah Lapas dan Rutan

H-5 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga di dalam lapas menjelang hari besar keagamaan.

Dalam sidaknya di Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat pada Selasa siang, Yudi Suseno mengecek langsung berbagai pelayanan yang diberikan kepada warga binaan. Ia ingin memastikan bahwa seluruh prosedur operasional berjalan dengan baik serta tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk tindakan pelanggaran, seperti penyelundupan barang terlarang atau gangguan keamanan lainnya.

Menurut Yudi, momen menjelang hari raya sering kali menjadi waktu yang rawan terjadi gangguan keamanan, termasuk kerusuhan atau upaya kabur dari warga binaan. Oleh karena itu, pengamanan harus diperketat untuk meminimalisir risiko tersebut. Seluruh petugas diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area-area yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtib.

Selain melakukan pengecekan fasilitas dan keamanan, Yudi juga meninjau kesiapan petugas jaga di Lapas dan Rutan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk membantu pengamanan di dalam dan sekitar lapas. Penebalan jumlah personel yang berjaga menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan gangguan keamanan.

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Kakanwil Ditjenpas Sumut juga menginstruksikan bahwa seluruh petugas Rutan dan Lapas tidak diperkenankan mengambil cuti selama periode menjelang Idul Fitri. Keputusan ini diambil untuk memastikan ketersediaan personel yang cukup dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Selain memperkuat pengamanan internal, Yudi juga mengimbau keluarga warga binaan untuk turut berperan dalam menjaga ketertiban. Ia meminta agar keluarga dapat memberikan dukungan moral dan bimbingan agar para warga binaan tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.(hj)

Selengkapnya
NASIONALDAERAH

Pemkab Langkat Apresiasi TMMD ke-123: Wujud Sinergitas TNI membangun Desa

Jelajahnegeriku.id,–Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, melalui Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 0203/LKT di Lapangan Sepak Bola Dusun Tani, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kamis (20/3/2025).

Upacara penutupan ini dipimpin langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, didampingi pejabat utama Kodam I/Bukit Barisan. Dalam sambutannya, Pangdam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk operasi bakti TNI yang menjadi program terpadu lintas sektoral. Program ini melibatkan TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat guna mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terisolasi, dan terpencil.

“Kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi dengan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa. Kami berharap program TMMD dapat terus berlanjut dan masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam mendukung kemajuan daerah,” ujar Mayjen TNI Rio Firdianto.

Sementara itu, Dandim 0203/LKT, Letkol Arh FX. Ibnu Hardiyanto, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa TMMD ke-123 mencakup sasaran fisik dan nonfisik. Salah satu program utama yang dikerjakan adalah pembangunan lima titik air bersih untuk masyarakat Desa Tanjung Putus, sebagai bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Selain itu, TMMD juga mendukung program prioritas nasional, termasuk dalam Asta Cita Presiden dan pengentasan stunting. “Melalui TMMD, kami menyalurkan bantuan paket gizi bagi anak-anak untuk mendukung ketahanan pangan, bekerja sama dengan Polres, Pemkab Langkat, dan stakeholder lainnya,” tambahnya.

Mewakili Bupati Langkat, Wakil Bupati Tiorita Br Surbakti menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya TMMD yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemkab Langkat siap terus bersinergi dengan TNI dalam program TMMD ke depan, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, khususnya di desa-desa yang membutuhkan percepatan pembangunan,” ujar Wakil Bupati Langkat.

Dengan berakhirnya TMMD ke-123, diharapkan hasil pembangunan yang telah dilakukan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat serta menjadi langkah awal bagi percepatan pembangunan desa di Kabupaten Langkat. (Hj)

Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 9
Page 4 of 9