close

NASIONAL

RAGAMNASIONAL

Masjid Azizi: Warisan Sejarah Islam di Bumi Langkat yang Masih Kokoh Berdiri

Jelajahnegeriku.id,Langkat – Masjid Azizi, salah satu peninggalan bersejarah dari Kesultanan Langkat, masih berdiri megah di pusat Kota Tanjungpura setelah lebih dari 123 tahun sejak didirikan. Masjid yang menjadi saksi penyebaran Islam di tanah Melayu ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat hingga saat ini.

Masjid yang didominasi warna kuning khas Melayu ini memiliki keunikan arsitektur dengan perpaduan budaya India, Persia, Arab, dan Turki. Keindahan masjid tampak dari ukiran-ukiran artistik di bagian luar dan dalam, bentuk kubah, serta menara yang menjulang tinggi. Di dalamnya, lampu hias mewah menerangi ruangan, sementara dinding masjid dihiasi potongan ayat suci Al-Qur’an.

Salah satu peninggalan berharga lainnya adalah mimbar kayu yang didatangkan langsung dari Turki, yang tetap kokoh meskipun sudah berusia lebih dari satu abad.

Masjid Azizi dibangun oleh Sultan Abdul Aziz Djalil Rahmat Syah pada tahun 1898 dan rampung pada 1902. Sejak saat itu, masjid ini menjadi pusat peribadatan dan pendidikan Islam di Langkat.

Kompleks pemakaman Kesultanan Langkat yang berada tak jauh dari masjid ini menjadi tempat peristirahatan terakhir para sultan, seperti Sultan Musa, Sultan Abdul Aziz, dan Sultan Machmud, serta para ulama besar seperti Syekh Muhammad Yusuf, Syekh Muhammad Taib, dan Syekh Abdurahman, yang memiliki peran penting dalam dakwah Islam di wilayah ini.

Pada masa kejayaannya, Langkat dikenal sebagai kota agama dan pusat pendidikan Islam yang menarik banyak pelajar dari berbagai daerah. Hingga kini, Masjid Azizi tetap menjadi tempat beribadah sekaligus destinasi religi bagi masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.

Awaluddin, salah satu tokoh masyarakat Tanjungpura, menyebut bahwa Masjid Azizi bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol kejayaan Islam dan budaya Melayu. “Masjid ini adalah kebanggaan kita semua, mencerminkan kejayaan Kesultanan Langkat dalam menyebarkan Islam,” ujarnya.

Dengan arsitektur yang megah dan nilai sejarah yang tinggi, Masjid Azizi terus menjadi ikon penting di Langkat, mengingatkan generasi masa kini akan kejayaan Islam di tanah Melayu.

Selengkapnya
NASIONAL

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 2025 Jatuh pada Sabtu, 1 Maret

Jelajahnegeriku.id,Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama akhirnya menetapkan awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Keputusan ini diumumkan dalam sidang isbat yang digelar Jumat malam, setelah proses pemantauan hilal di berbagai daerah di Indonesia. Penetapan tersebut sempat mengalami keterlambatan hingga pukul 19.00 WIB, karena hilal tidak terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia.

Masyarakat Indonesia menyambut gembira pengumuman ini, meskipun harus menunggu hingga menjelang waktu salat Isya. Banyak yang sudah menanti kepastian sejak sore hari, tetapi pemerintah baru dapat mengonfirmasi setelah memastikan hasil rukyatul hilal dan musyawarah dalam sidang isbat.

Di Sumatera Utara, pengumuman penetapan Ramadan dilakukan hanya 10 menit sebelum masuk waktu salat Isya. Hal ini membuat masyarakat yang menunggu di depan televisi segera bergegas ke masjid untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih pertama secara berjamaah.

Keterlambatan pengumuman ini disebabkan oleh kondisi hilal yang sulit terlihat di sebagian besar daerah Indonesia. Hanya wilayah Aceh yang melaporkan adanya penampakan hilal dari laut Aceh, sehingga menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam sidang isbat.

Sidang isbat yang digelar di kantor Kementerian Agama akhirnya menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Pengumuman ini disiarkan langsung melalui televisi nasional, sehingga umat Islam di seluruh Indonesia dapat segera bersiap menjalankan ibadah puasa.(Hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Jelang Ramadhan, Menteri Imipas Gelar Makan Bersama Warga Binaan Rutan Cipinang

Jelajahnegeriku.id,Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, makan bersama Warga Binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, pada Selasa siang (25/02/2025).

Bukan sekadar makan bersama, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara Warga Binaan dengan petugas serta memberikan semangat dalam menjalani pembinaan.

Menteri Agus Andrianto menyapa langsung warga binaan dan mengajak mereka untuk berdiskusi, membuka ruang kepada warga binaan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Tidak hanya itu, bahkan Agus menawarkan warga binaan untuk mengikuti pelatihan di Bengkel Kerja Nusakambangan

“Pembinaan bukan hanya soal menjalani hukuman, tetapi juga tentang bagaimana menjalani masa pidana dengan baik, terus memperbaiki diri dan kembali menjadi individu yang lebih baik di masyarakat. Jika teman-teman berminat bisa kita ikutkan pelatihan kemandirian di Nusakambangan, kita sudah buat beberapa modul untuk pembelajaran disana,” ajaknya.

Sementara itu, bertepatan menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, Agus Andrianto juga turut mengajak para warga binaan dan seluruh petugas pemasyarakatan untuk dapat lebih menghargai karunia Tuhan Yang Maha Esa.

“Bulan puasa ini seharusnya bisa menjadi ajang evaluasi diri agar menjadi insan yg lebih baik, kita semua perlu berpuasa dari hal-hal yang akan menjerumuskan atau merugikan diri, jika tidak bisa berbuat banyak kepada masyarakat setidaknya kita bisa menjaga diri agar tidak menjadi masalah bagi orang lain,” pesannya.

Menteri Agus bersama warga binaan rutan cipinang menikmati menu yang sama dengan warga binaan, sesuai dengan jadwal menu bagi warga binaan cipinang pada hari itu. Dimana, dalam kesempatan itu Agus juga turut bertukar jatah makan dengan salah satu warga binaan dan menyantapnya bersama.

Tidak sampai disitu, kegiatan makan siang bersama ini juga turut di isi dengan hiburan stand-up comedy oleh komedian Mongol, yang juga pernah menjadi Warga Binaan Rutan Cipinang tahun 2009.

Kehadiran Mongol tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para warga binaan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik selalu memungkinkan melalui pembinaan yang tepat.

Lewat pengalaman pribadinya, ia memberikan motivasi kepada warga binaan untuk tidak menyerah dalam menjalani pembinaan dan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Dulu saya sempat merasa terpuruk, tapi life must go on jadi ya saya jalani saja, dan bahkan saat masih Warga Binaan saya menjadi ketua Gereja pertama di Rutan Cipinang ini. Kalau teman-teman memang membutuhkan saya juga bersedia membantu memberikan pelatihan di bidang seni,” ujarnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang lebih humanis.

Tidak hanya program pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian, pendekatan psikososial seperti ini diharapkan dapat meningkatkan optimisme Warga Binaan dalam menghadapi masa depan.

Agus Andrianto berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan lainnya sebagai bagian dari pembinaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, selain di hadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam kegiatan ini juga turut di hadiri oleh wakil menteri imigrasi dan Pemasyarakatan, Pimpinan Tinggi dan Ka.UPT Pemasyarakatan.(fi)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Konsultasi Publik Studi Amdal Pengembangan Lapangan Gas di Langkat

Jelajahnegeriku.id, Langkat – EMP Gebang Limited menggelar konsultasi publik terkait studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk rencana kegiatan pengembangan lapangan gas Secanggang dan sarana penunjangnya. Acara ini berlangsung di aula kantor Camat Tanjungpura pada Selasa (25/2/2025) dan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya Amdal dalam memastikan proyek berjalan tanpa dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan serta kehidupan warga sekitar.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Tanjungpura, Tengku Reza Aditia, Manajer EMP Gebang, Agus Wahyudi, serta konsultan Zaki Askar, dinas Lingkungan Hidup kabupaten Langkat, dinas lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, enam kepala desa dan satu perwakilan kelurahan turut serta dalam acara ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat dalam memahami dampak serta manfaat proyek pengembangan lapangan gas tersebut.

Kegiatan konsultasi publik, juga sudah dilakukan EMP Gebang Limited di kecamatan Padang Tualang, dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. 

Salah satu bagian penting dari sosialisasi ini adalah sesi tanya jawab, di mana masyarakat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait proyek. Dengan adanya sesi ini, warga dapat memahami secara lebih mendalam potensi dampak yang mungkin timbul serta langkah-langkah mitigasi yang akan diterapkan oleh perusahaan. Transparansi dalam komunikasi ini diharapkan dapat menciptakan kesepahaman dan dukungan dari masyarakat terhadap proyek tersebut.

Manajer EMP Gebang, Agus Wahyudi, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pembangunan pipa gas sepanjang 35 kilometer dengan diameter 12 inci yang akan dipasang hingga Buluh Telang. “Sebagian besar, sekitar 20 kilometer dari pipa ini, akan melewati wilayah Kecamatan Tanjungpura. Selain itu, ada pengeboran di Desa Bubun dan proses pengolahan gas yang juga akan dilakukan di Tanjungpura,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Wahyudi menegaskan bahwa proyek ini telah dirancang sedemikian rupa agar tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. “Kami menyadari bahwa setiap proyek besar pasti memiliki dampak. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa proyek ini tetap mematuhi standar lingkungan yang berlaku dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, konsultan Albahru Azis Askar menjelaskan bahwa kajian Amdal sangat penting untuk memastikan proyek ini layak atau tidak untuk dilaksanakan. “Apakah penyelenggaraan proyek ini sudah layak atau belum, maka akan ada studi Amdal yang akan dilakukan untuk menentukannya,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pengembangan lapangan gas Sepanjang ini sebenarnya telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2023. Namun, karena ada perubahan dalam rencana, seperti pemindahan lokasi sumur dan jalur pipa yang belum final, maka disarankan untuk melakukan studi Amdal baru.

“Dengan adanya perubahan ini, maka diperlukan studi Amdal terbaru. Oleh karena itu, kami mengadakan konsultasi publik ini guna memastikan keseimbangan informasi antara pemerintah, pemrakarsa proyek, dan masyarakat,” tutupnya.

Melalui konsultasi publik ini, EMP Gebang Limited berharap dapat menjaring masukan serta aspirasi masyarakat agar proyek ini bisa berjalan dengan baik tanpa mengorbankan aspek lingkungan dan kesejahteraan warga setempat.(hj) 

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

EMP Gebang Bersama KJPP DAZ Sosialisasikan Pembebasan Lahan untuk Jalur Pipa Gas

Jelajahnegeriku.id,Langkat – EMP Gebang Ltd bersama Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir, dan Rekan (KJPP DAZ dan Rekan) menggelar sosialisasi terkait pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalur pipa gas. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses pembebasan lahan serta kompensasi yang akan diberikan.

Sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Desa Teluk Bakung dan dihadiri oleh Kepala Desa Teluk Bakung, Riza Ansyari, S.Pd, perwakilan dari EMP Gebang, Ronny beserta tim, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga yang akan terdampak lintasan pipa gas, Senin (24/2/2025).

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab antara warga dengan pihak EMP Gebang dan KJPP DAZ dan Rekan, sehingga masyarakat dapat memahami secara langsung mekanisme pembebasan lahan dan hak-hak mereka.

Jalur Pipa Gas Sepanjang 30 Kilometer

Indra, Manajer Proyek Pembebasan Lahan, didampingi oleh rekannya Tarmizi selaku Appraiser atau penilai lapangan, menjelaskan bahwa jalur pipa gas yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 30 kilometer. Pipa tersebut akan melintasi 10 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Padang Tualang.

Di Kecamatan Tanjung Pura, jalur pipa akan melewati tujuh desa, yaitu:

Desa Bubun (3 km)

Desa Pantai Cermin (2,8 km)

Desa Pematang Cengal Pekubuan (5,8 km)

Kelurahan Pekan Tanjung Pura (600 m)

Desa Teluk Bakung (600 m)

Desa Paya Perupuk (1,7 km)

Sementara di Kecamatan Padang Tualang, jalur pipa akan melintasi tiga desa:

Desa Padang Tualang (1,7 km)

Desa Kwala Besilam (6 km)

Desa Buluh Telang (3 km)

Spesifikasi Pipa dan Pembebasan Lahan

Indra juga menjelaskan bahwa pipa gas yang akan dipasang memiliki diameter 12 inci dan akan ditanam pada kedalaman sekitar 2 meter. Di atas jalur pipa akan dilakukan penghijauan dengan penanaman rumput. Diareal lahan juga tidak dibenarkan ditanam tanaman keras atau tanaman tahunan, dilarang mendirikan bangunan permanen, serta dilintasi kenderaan berat, atau hanya boleh dilintasi mobil pribadi.

Untuk kebutuhan pembebasan lahan, setiap jalur pipa akan membutuhkan lebar tanah sekitar 20 meter sepanjang total 30 kilometer, sebutnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat memahami proses pembebasan lahan dan dapat bekerja sama untuk kelancaran proyek pembangunan jalur pipa gas ini. (*)

Editor:

Ket Foto: Sosialisasikan Pembebasan Lahan untuk Jalur Pipa Gas

Selengkapnya
NASIONAL

Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim) Ikuti Retreat Kepemimpinan di Akmil Magelang

Jelajahnegeriku.IdMagelang, Jawa Tengah –  Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari Kamis 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, atau yang akrab di sapa Bang Ondim ini, langsung berangkat ke Akademi Militer (AKMIL) Magelang untuk mengikuti retret kepemimpinan bagi kepala daerah se-Indonesia, Jumat (21/2/2025). 

Kegiatan yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025 ini bertujuan mempererat hubungan antar kepala daerah serta memperkenalkan visi, misi, dan program prioritas pemerintah pusat. 

Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan masyarakat Langkat dan menegaskan komitmennya untuk bekerja keras serta bersinergi dengan seluruh elemen demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Langkat.

“Ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk belajar, berkolaborasi, dan menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional. Saya berkomitmen untuk membawa Langkat menjadi daerah yang maju, sejahtera, berkelanjutan dan berdaya saing dengan memanfaatkan ilmu serta pengalaman yang didapat dari kegiatan ini”, ungkap Bang Ondim di saat sebelum memasuki Asrama AKMIL.

Sebelumnya, para kepala daerah berkumpul di Lapangan Rindam IV Diponegoro dan diangkut dengan bus Akademi Militer menuju Akmil di Magelang Jawa Tengah. Dengan diiringi drum band Canka Lokananta, mereka memasuki kawasan tersebut, mengikuti upacara pembukaan, dan melakukan sesi foto bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Wakil Menteri dan para Pejabat Utama Kodam IV Diponegoro. 

Retret ini nantinya juga akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari terakhir, 28 Februari 2025, sebagai bentuk dukungan dan arahan langsung kepada para Kepala Daerah. 

Dengan mengikuti orientasi kepemimpinan ini, Bupati Syah Afandin diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan arahan yang diperoleh untuk memajukan Kabupaten Langkat menuju arah yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Bupati dan Wabup Langkat Resmi Dilantik Presiden Prabowo di Istana: Awal Pengabdian untuk Langkat Sejahtera 

Jelajahnegeriku.id,Jakarta – Prosesi kirab yang megah mengiringi pelantikan serentak 961 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025). Salah satu yang dilantik adalah Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH dan Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai tonggak awal kepemimpinan baru untuk masa bakti 2025-2030.

Pelantikan diawali dengan prosesi kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Kepresidenan. Dalam balutan seragam resmi PDUB, para kepala daerah melangkah penuh khidmat diiringi alunan drumben Gita Abdi Praja (GAP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Barisan rapi mereka menjadi tontonan bersejarah bagi masyarakat dan tamu undangan yang memadati rute kirab.

Setibanya di Istana Kepresidenan, prosesi pelantikan dimulai dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi rohaniawan. Penyematan tanda pangkat dan penandatanganan berita acara dilakukan secara simbolis kepada beberapa kepala daerah perwakilan, termasuk Gubernur Lampung, Gubernur Maluku Utara, Bupati Merauke, Bupati Karangasem, Wali Kota Singkawang, dan Wali Kota Manado.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa para kepala daerah harus mengabdi secara tulus untuk masyarakatnya.

“Selamat menjalankan mandat yang diberikan rakyat di daerah masing-masing. Atas nama negara dan bangsa, kalian harus membela kepentingan rakyat serta berjuang untuk kesejahteraan mereka. Mari kita bergerak bersama, mengabdi, dan memberikan yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya.

Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-27 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antar kepala daerah sekaligus memperkenalkan visi, misi, dan program prioritas Presiden Prabowo. Materi yang diberikan meliputi wawasan geopolitik, kewaspadaan Nusantara, serta strategi percepatan pembangunan nasional.

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan masyarakat Langkat.

“Kami siap bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh elemen untuk membawa Langkat ke arah yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.” ujar Bupati Langkat usai pelantikan.

Pelantikan serentak ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, menandai awal pengabdian para pemimpin daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat.(Hj)

Selengkapnya
1 3 4 5 6 7 9
Page 5 of 9