close

NASIONAL

NASIONAL

Prese Release : Polres Langkat amankan 14 unit mobil rental Kasus Penggelapan

Jelajahnegeriku.id,Langkat-Press Release kasus penggelapan mobil rental sesuai dengan Laporan Polisi No.Pol : LP/B/120/II/2025/SPKT POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA/ Tanggal 20 Februari 2025 dengan pelapor atas nama M. Akbar (23) warga Kecamatan Selesai.

Release Pimpin oleh Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, M.Si dan di Dampingi, Waka Polres Langkat Kompol Husnil Mubarok Daulay, SH.SIK.MIK,Kasat Reskrim AKP Pandu H. W. Batubara, SIK. MH
Kapolsek Padang Tualang AKP Masagus ZD, S.T.K, S.I.K, MH,Kasi Humas AKP Rajendra Kusuma, Pjs. Kabag Ren AKP Mardianto, Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang IPTU Hermawan, SH, Kanit Tipidter IPDA Sandrika, SH, Para Media Cetak dan Elektronik. Jum’at (21/2/2025).

“Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Mengatakan ; berdasar Laporan Polisi tersebut Diduga kasus penggelapan kendaraan Mobil Rental Sat Reskrim Polres Langkat bersama Polsek Padang Tualang melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan14 unit mobil rental dari berbagai jenis yang diamankan diberbagai tempat, 1 (satu) unit lagi dalam pencarian.

Adapun korban dari kasus penggelapan mobil rental tersebut sebanyak 9 orang dari warga Kabupaten Langkat dan Medan diantaranya : Joni Sugiarto(36) warga Stabat, Sri Susanto (34) Warga Stabat, Angga Rizqi (26) Stabat, Wisma Ari Kusuma (22) warga Stabat, M. Akbar (23) warga Selesai, Winer (45) warga Medan, M. Saputra (32) warga Medan, Dedi Supriadi (37) warga Medan dan Andi (32) warga Binjai.

Awalnya pelaku berinisial FD (42) warga kota Stabat, datang ke sebuah rental mobil di Desa bagun Sari Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, untuk menyewa 15 (Lima belas) unit Mobil Pribadi berbagai jenis milik MA warga Desa Bagun Sari Kecamatan Selesai.

“Modusnya, mobil akan digunakan pelaku untuk digunakan sebagai Transportasi Proyek di Kabupaten Langkat di karenakan terlapor masih ada hubungan keluarga dengan pelapor sehingga pelapor pun percaya dan disepakati Pembayaran akan dilakukan setiap bulannya pada Tanggal 05 Februari 2025,” kata Kapolres.

“Ketika Pada Tanggal 05 Februari 2025, Pembayaran tidak juga di lakukan dan pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2015 Sekira Pukul 01.00 wib di ketahui GPS Setiap Mobil Telah Mati dan Terlapor juga Sudah tidak dapat di hubungi lagi dan pelapor melaporkannya ke Polsek Padang Tualang guna Proses Hukum yang berlaku.,” ujar Kapolres

“Atas peristiwa ini, korban mengalami kerugian Lima belas unit mobil Pribadi senilai kurang lebih Rp. 2.800.000.000 (Dua Milyar Delapan Ratus Juta rupiah),” ungkap Kapolres.

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Langkat bersama dengan Polsek Padang Tualang berhasil mengamankan sebanyak 14 unit mobil yang tersebar diberbagai tempat di Wilkum Polsek Padang Tualang (Kec. Batang serangan) Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke Polres Langkat untuk proses penyidikan.

“Sementara untuk pelaku masih dalam pencarian petugas,” ucapnya Kapolres

“Maka, kami berpesan kepada para pelaku usaha rental supaya benar-benar memperketat prosedur sewa, termasuk keamanan kendaraan (pasang GPS) yang hendak disewakan serta mengenali warga yang akan merental,” katanya.(hj)

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Komitmen Zero Halinar, Rutan Tarutung Gelar Razia Insidentil

Tarutung – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung gelar razia insidentil kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (wbp) guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, Selasa (18/02).

Razia dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Tarutung, James Bond Naibaho yang diikuti regu pengamanan dan staf KPR Rutan Tarutung.

Kepala Rutan Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan dukungan komitmen Rutan Tarutung terhadap program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto yang salah satunya pada point satu yakni memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan online dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan serta dukungan komitmen Rutan Tarutung terhadap arahan/perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Mashudi tentang Lapas dan Rutan tidak ada lagi handphone, peredaran narkoba, pungli dan penipuan. Lakukan razia rutin seminggu sekali.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata kami dalam mendukung program akselerasi Menteri Imipas dan perintah Dirjenpas dalam memberantas hp, peredaran narkoba, pungli dan penipuan di dalam Lapas dan Rutan” ujarnya.

Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi langkah Rutan Tarutung dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan. Beliau berharap, kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin dan profesional, untuk tetap menjaga kondisi rutan tetap aman dan kondusif.

Sebelum memulai penggeledahan, James memberikan arahan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam razia. James menjelaskan, Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta memastikan komitmen zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba) di Rutan Tarutung.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan Rutan Tarutung yang bersih dari handphone, pungli dan narkoba serta barang terlarang dan berbahaya lainnya,” kata James.

Hasil razia tidak ditemukan handphone dan narkoba, yang ditemukan barang-barang seperti sendok stainless, alat cukur, kalung rantai, kartu remi dan mancis yang selanjutnya di inventarisi dan dimusnahkan.

Dengan adanya razia penggeledahan ini, diharapkan kondisi di dalam Rutan Tarutung tetap terjaga dengan baik. Rutan Tarutung terus berkomitmen terhadap pelaksanaan program pemasyarakatan yang lebih baik, transparan serta berkomitmen dalam membangun Rutan Tarutung yang Zero Halinar.

Selengkapnya
DAERAHNASIONAL

Dukung Program Akselerasi Menteri Imipas, Rutan Pangkalan Brandan Gelar Bakti Sosial

Jelajahnegeriku.id,Panqgkalan Brandan – Dukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, 13 Program Akselarasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkalan Brandan laksanakan Bakti Sosial bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan. (17/02/2025).

Dengan semangat berbagi, bertempat di halaman depan Rutan Pangkalan Brandan seluruh petugas menyempatkan waktunya disela-sela kesibukan untuk melaksanakan bakti sosial.

Adapun beberapa profesi yang menjadi target pada kegiatan bakti sosial kali ini yaitu Tukang Becak, Pemulung dan beberapa warga yang yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Untuk bantuan paket sembako yang diberikan sendiri, masing-masing menerima Beras, Gula, Minyak Goreng, Telur dan juga Mie Instan di setiap satu paketnya.

Kepala Rutan Pangkalan Brandan, Erwin Siregar mengungkapkan, jika pelaksanaan bakti sosial ini nantinya akan terus di dilaksanakan secara rutin.

“Walaupun kita tidak dapat mengeluarkan paket dalam jumlah yang banyak, namun kita berkomitmen agar kegiatan ini dapat kita laksanakan secara rutin. Mengingat kita ingin semua orang yang membutuhkan yang berada disekitar area tugas kita dapat merasakan bantuan kita. Semoga apa yang kita lakukan dapat meringankan beban saudara kita yang membutuhkan uluran tangan bantuan kita.” Ujar Erwin.(fi)

Selengkapnya
RAGAMNASIONAL

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Akan Hapus Barcode di SPBU Seluruh Aceh

Jelajahnegeriku.id,Banda Aceh – Setiap pemimpin yang baru terpilih biasanya memiliki kebijakan yang membutuhkan waktu untuk diterapkan, baik dalam hitungan minggu, bulan, atau seratus hari kerja. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Gubernur Aceh yang baru dilantik, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualim.

Baru saja beberapa menit menjabat sebagai gubernur, Mualim langsung mengumumkan kebijakan mengejutkan. Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan keputusan akan menghapus penggunaan barcode di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh.

Pernyataan ini segera menjadi perbincangan luas di berbagai media, baik media arus utama maupun media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak warga Aceh menanggapi keputusan tersebut dengan beragam pendapat, terutama terkait dampaknya terhadap distribusi bahan bakar di daerah tersebut.

Saat ditanya oleh para wartawan usai pelantikannya pada 12 Februari, Mualim menegaskan komitmennya untuk mengambil kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Hari ini, mulai saya menjabat dan berkuasa, saya akan menghapus penggunaan barcode di seluruh SPBU di Aceh,” ujarnya tegas.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sumpah dan janji yang ia pegang teguh sebagai pemimpin. “Saya bersumpah dan berjanji ingin menyenangkan rakyat Aceh yang saya pimpin saat ini,” kata Mualim dalam wawancara singkatnya.

Keputusan ini langsung mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Aceh sendiri. Putra, salah satu warga Aceh Tengah, menyatakan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil oleh gubernur baru tersebut.

“Ini baru pemimpin! Baru beberapa menit dilantik sudah berani menentukan sikap dan membela rakyat agar dipermudah dalam kepentingan publik,” ujar Putra dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa selama ini masyarakat menantikan pemimpin yang berani mengambil keputusan tanpa berbelit-belit. “Satu kata dari saya: luar biasa! Ini pemimpin yang kami tunggu-tunggu di Bumi Serambi Mekah,” tutupnya.(hj)

Selengkapnya
NASIONAL

Menteri Agus Sulap Nusakambangan Sebagai Pusat Ketahanan Pangan

Jelajahnegeriku.id-Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto optimis bisa menyulap Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah sebagai pusat ketahanan pangan nasional. Dengan lahan luas dan sumber daya manusia dari Warga Binaan, Nusakambangan dinilai bukan sekadar pulau otoritas pengasingan, tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat produksi pangan yang strategis.

“Kami telah menggandeng berbagai pihak, termasuk PT PLN dan BRI, untuk mewujudkan visi besar ini,” ujar Agus saat meninjau langsung proyek tersebut bersama mitra kolaborasi di Nusakambangan, Rabu (5/2).

Saat ini, sekitar 115 hektare lahan Nusakambangan tengah dioptimalkan untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Sektor pertanian dan perkebunan ditargetkan menjadi lumbung padi dan jagung dengan lahan seluas 72 hektare.

Di sisi lain, 32 hektare lahan di tepi pantai belakang Lapas Pasir Putih akan dikembangkan sebagai tambak udang, termasuk budidaya udang vaname dan berbagai jenis ikan. Sementara itu, peternakan ditargetkan menghasilkan ribuan ayam petelur, kambing, dan ratusan ekor sapi.

“Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina Warga Binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto,” tegas Agus.

Tak hanya fokus pada produksi pangan, proyek ini juga mencakup pembangunan pabrik pupuk serta Balai Latihan Kerja (BLK) bagi Warga Binaan. Guna mendukung hal itu, PLN dan BRI ikut serta dalam pengembangan infrastruktur.

Menteri Agus bersama para stakeholder pun turut melakukan penebaran benih ikan dan peletakan batu pertama pembangunan BLK.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dan Sekretaris PT PLN, Alois Wisnuhardana, menandatangani kerja sama pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Nusakambangan.

Selain PLN dan BRI, berbagai perusahaan seperti PT Agro, PT 69, dan PT Wilmar Padi Indonesia turut berkolaborasi dalam mewujudkan Nusakambangan sebagai pusat ketahanan pangan nasional. Dengan langkah besar ini, menjadikan Nusakambangan bukan sekadar pulau dengan keberadaan Lapas tempat penghukuman dengan berbagai tingkatan risiko terlengkap, tapi juga telah bertransformasi sebagai sumber kekuatan besar penyokong ketahanan nasional.(Alfi)

Selengkapnya
NASIONAL

Gerak cepat: Tim Badan Pengelola TCUGGp terpilih gelar rapat perdana

Jelajahnegeriku.id, Medan, 24 Januari 2025-Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark menggelar rapat perdana perkenalan personil terpilih berdasarkan pengumuman panitia seleksi Nomor 500.13/470/2025 yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara. 

Rapat yang dipimpin oleh General Manager terpilih Dr. Azizul Kholis dan dihadiri oleh seluruh manager yaitu Debbie Riauni Panjaitan (Manager Divisi Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan), Tikwan Raya Siregar (Manager Divisi Kerjasama, Promosi dan Publikasi), Ovi Vensus Hamubaon Samosir (Manager Divisi Pendidikan, Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat) dan Petrus Parlindungan Purba (Manager Divisi Pengelolaan Geologi, Keragaman Geologi, Keragaman Biologi dan Keragaman Budaya) di kantor sekretariat TCUGGp, Kampus Politeknik Pariwisata Medan. 

GM TCUGGp Dr. Azizul menyampaikan strategi, program kerja dan target kegiatan yang harus dilakukan oleh semua manager sesuai tugasnya masing-masing sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Toba Caldera UNESCO Globar Geopark sebagai pedoman yang harus dilaksanakan. 

Ditegaskan oleh Dr. Azizul bahwa Rapat perdana ini menekankan pentingnya integritas dan tanggungjawab serta keseriusan yang harus dipegang teguh oleh para manager mengingat tugas yang diemban cukup berat yaitu, meningkatkan status TCUGGp agar lebih baik pada proses re-validasi yang dilakukan oleh UNESCO ditahun 2025 ini juga.

Oleh sebab itu Badan Pengelola harus dapat bekerja ekstra dan fokus pada penyiapan dokumen re-validasi sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh UNESCO. 

Lima pilar yang harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan ini yaitu, aspek geologi, aspek ekologi termasuk biologi dan konservasi, aspek ekonomi mencakup pariwisata, ketenagakerjaan dan ekonomi masyarakat  lokal, pendidikan termasuk penelitian, pengembangan dan inovasi serta aspek Budaya. Adapun strategi utama yang harus dijalankan pada pencapaian penguatan kelima aspek tersebut adalah berkolaborasi dengan seluruh stakeholder Toba Caldera yang harus dijalankan Badan Pengelola agar mencapai tujuan dan dampak pengelolaan yang optimal melalui meningkatkan kapasitas manajemen dan SDM yang lebih profesional dan kompeten. 

Pada kesempatan tersebut Dr. Azizul meminta kepada para Manager untuk merumuskan target kinerja masing-masing sehingga dapat ditanda tangani dalam sebuh dokumen kontrak kerja dengan indikator kinerja yang terukur dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dipertanggungjawabkan kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Sekretaris Daerah sebagai pengarah dan berdampingan penuh dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan ekonomi Kreatif agar Sertifikat Toba Caldera dapat diraih dengan hasil yang memuaskan.

Kemudian rapat teknis lanjutan juga dilakukan oleh Badan Pengelola dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Yosi Sukmono, Tenaga Ahli pembuatan Peta Geologi Aries Kusworo dan Lismawary. Pada rapat tersebut manager Riset Debbie menjelaskan bahwa peta geologi merupakan salah satu dokumen penting yang akan dinilai oleh asesor sehingga pembahasan tentang peta ini harus secara mendetail. 

Manager Publikasi dan Kerjasama Tikwan Siregar pada rapat tersebut menambahkan pentingnya pemahaman masyarakat awam terhadap istilah geologi yang menjadi penguat eksistensi Toba Caldera  dari aspek ini. Selanjutnya manager Manager Pengelolaan Geologi, Keragaman Geologi, Keragaman Biologi dan Keragaman Budaya, Petrus Purba memperkuat keberadaan geosite dengan kekayaan geologi yang menjadi poin penting atas keberlanjutan Toba Caldera. Hal yang sama juga dijelaskan oleh manager  Pendidikan, Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Ovi Samosir bahwa penguatan edukasi melalui berbagai program dan kegiatan ditingkat masyarakat serta sekolah-sekolah akan menjadi perioritas dalam penguatan pemahaman tentang kekayaan geologi Toba Caldera sehingga visualisasi Geosite melalui gambar peta dalam bentuk buku saku, buku digital dan teknologi 3D akan dijadikan perioritas dalam target capaian kinerja pada bidang yang manjadi tanggungjawabnya. 

Gerak cepat yang dilakukan oleh General Manager beserta seluruh jajaran melalui Kolaborasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral dalam hal pembuatan dan evaluasi peta geologi akan diduplikasi dalam semua aspek kelengkapan dokumen yang dibutuhkan oleh tim re-validasi TCUGGp.

Keterangan Gambar 1

General Manager TCUGGp Dr. Azizul Kholis memimpin rapat perdana akselerasi program kerja Jumat, 24 Jan 2025

Keterangan Gambar 2

Dari Kiri Kekanan: Ovi Vensus Hamubaon Samosir, Tikwan Raya Siregar, Debbie Riauni Panjaitan, Dr. Azizul Kholis dan Petrus Parlindungan Purba

Keterangan Gambar 3

Rapat kolaborasi secara daring Badan Pengelola TCUGGp dengan dinas Peindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara yang membahas tentang Map Geologi

Selengkapnya
NASIONAL

Pemkab Langkat Raih Piagam Kabupaten Peduli HAM Nasional 2024: Bukti Nyata Komitmen & Kolaborasi 

Jelajahnegeriku.id,Langkat –Selasa, 14/01/2025) Pemerintah Kabupaten Langkat kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Piagam Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) Tingkat Nasional Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Natalius Pigai, pada Puncak Peringatan Hari HAM Sedunia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 10 Desember 2024.

Pj. Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, hadir langsung pada acara tersebut bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemangku HAM, seperti Kepala Dinas Kesehatan, Sosial, dan Lingkungan Hidup. Piagam ini kemudian diserahkan kepada Pj. Bupati Langkat melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM pada 9 Januari 2025, diwakili oleh Kabag Hukum Setdakab Langkat, Alimat Tarigan, SH.

Penghargaan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor MHA-01.HA.02.01.01 Tahun 2024, tertanggal 13 November 2024. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Pj. Bupati Langkat dalam mendorong penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Kabupaten Langkat.

Menurut Pj. Bupati Faisal Hasrimy, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh OPD terkait dalam memenuhi 120 indikator penilaian yang terbagi menjadi dua kategori utama. Kategori pertama adalah Hak Sipil dan Politik, yang meliputi hak atas bantuan hukum bagi warga miskin, informasi, keberagaman, pluralisme, serta partisipasi dalam pemerintahan. Kategori kedua adalah Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, mencakup hak atas kesehatan, pendidikan, lingkungan yang sehat, perumahan layak, pekerjaan, serta hak perempuan dan anak.

Bagian Hukum Setdakab Langkat, sebagai fasilitator pelaporan aksi HAM, menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenkumham Sumut atas bimbingan yang diberikan. Selain itu, dukungan dari OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas LH, Dinas KBPPA, dan lainnya, menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai penghargaan ini.

“Kami bersyukur atas kerja keras semua pihak yang telah membantu mewujudkan penghargaan ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Langkat mampu menjadi contoh dalam penghormatan dan pemajuan HAM di tingkat nasional,” ujar Faisal Hasrimy.

Melalui penghargaan ini, Pemkab Langkat berkomitmen untuk terus memperkuat upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkeadilan dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

Selengkapnya
1 4 5 6 7 8 9
Page 6 of 9